Connect with us

Hukum & Kriminal

Diduga Konslet, Kantor Kelurahan Klojen Terbakar

Diterbitkan

||

Diduga Konslet, Kantor Kelurahan Klojen Terbakar

Memontum, Kota Malang – Ruang staff kantor Kelurahan Klojen, Jl Patimura No 51, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (20/11/2019) sekitar pukul 07.00, penuh dengan kepulan asap hitam. Asap tersebut berasal dari kebakaran AC merk Denpoo yang berada di ruangan.

Beruntung api tidak sampai merambat ke almari berkas dikarenakan kebakaran itu segera diketahui dan dilakukan pemadaman oleh staf kelurahan dengan dibantu warga sekitar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 5 juta.

KONSLET : Tampak tembok yang semua ditempeli AC menghitam di ruang staf kantor Kelurahan Klojen. (Ist)

KONSLET : Tampak tembok yang semua ditempeli AC menghitam di ruang staf kantor Kelurahan Klojen. (Ist)

Informasi Memontum.com menyebutkan, pagi itu, Nurimin (51) staf kantor Kelurahan Klojen datang ke kantor untuk bekerja. Namun saat itu, dia melihat kepulan asap tebal di ruang staff dan ruang lainnya.

Nurimin kemudian mencari sumber asap hingga diketahui kalau AC ruang staff terbakar. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Babinsa, Babinkamtibmas dan petugas BPBD. Warga sekitar membantu melakukan pemadaman dengan air seadanya hingga sekitar pukul 07.15, api sudah berhasil dipadamkan.

Dalam kejadian itu tidak sampai ada berkas-berkas yang terbakar. Sehingga setwlah api padam, dilakukan pemindahan berkas-berkas yang sedikit kotor karena terkana bekas asap hitam.

“Sebenarnya ada penjaga kantor. Namun sekitar pukul 04.00, mereka pulang. AC dalam kondisi mati. Dokumen -dokumen aman, dan staf bekerja normal seperti biasanya. Tadi aetwlah dilakukan pengecekan ada aliran AC yang tidak beres,” ujar Nurhadi, Lurah Klojen.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Malang Kota Ipda Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kejadian itu.

“AC yang terbakar. Dugaan akibat konsleting,” ujar Ipda Marhaeni. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Tertibkan Kendaraan di Kota Malang, Polisi Amankan 13 Mobil

Diterbitkan

||

Petugas saat memberikan pembinaan kepada para pemilik kendaraan yang sempat dibawa ke Mapolresta Malang Kota. (Ist)

Memontum Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota terus melalukan Patroli Blue Light, penertiban kendaraan tidak memenuhi persyaratan laik jalan di kawasan yang sering digunakan untuk balap liar di Kota Malang pada Sabtu malam dan Minggu dini hari.

Seperti pada Sabtu (23/1/2021) pukul 23.00 hingga minggu (24/1) pukul 05.00 di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Jl Besar Ijen dan Jl S Supriadi, Kota Malang.

Patroli yang langsung dipimpin oleh Kapolresta Malang, Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH berhasil mengamankan 11 motor dan 13 mobil tidak standar.

Informasi Memontum.com, bahwa Patroli Blue Light dilaksanakan dengan sasaran gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas.

Meskipun saat ini dalam masa PPKM, namun masih banyak ditemukan warga yang bergerombol sambil membawa kendaraan di kawasan jl Soekarno-Hatta dan Jl Ijen.

Baca Juga: Kebut-Kebutan di Kota Malang, Belasan Pembalap Liar Dirazia Polisi

Petugas mengamankan kendaraan yang tidak standar laik jalan. “Ini adalah kegiatan penertiban kendaraan yang tidak laik jalan dan patroli blue light yang berhasil mengamankan barang bukti balap liar serta kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan (knalpot racing) roda dua dan roda empat,” ujar Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution SH SIK.

Kendaraan dan pemiliknya pun dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk dilakukan pendataan. “Barang bukti diamankan di Mako Polresta Malang Kota. Para orang tua pelanggar dipanggil dengan membuat surat pernyataan. Kendaraan tetap diamankan. Selanjutnya kendaraan boleh diambil jika sudah dikembalikan standart sesuai persyaratan teknis laik jalan,” ujar Kompol Ramadhan. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Berulah di Pasar Madyopuro, Seorang Wanita Curi Tas Pedagang Pecah Belah

Diterbitkan

||

Lokasi kejadian di Pasar Madyopuro. (ist)

Memontum Kota MalangKasus pencurian tas selempang milik Hanik (52) pedagang plastik dan pecah belah Pasar Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hingga Minggu (24/1/2021) siang, masih dalam penyelidikan petugas kepolisian untuk menangkap pelakunya.

Aksi pencurian ini terjadi pada, Kamis (21/1/2021) pukul 07.30, di Pasar Madyopuro. Saat itu Hanik sedang berjualan di tokonya. Dia kemudian didatangi seorang wanita tak dikenal yang baru pertama kali membeli ke tokonya.

Layaknya pembeli pelaku berjenis kelamin wanita itu membeli dus kue sebanyak 10 kotak. “Saya sama sekali tidak curiga, karena orangnya terlihat cukup baik. Ciri-cirinya pakai jilbab dan usia diperkirakan 45 tahun. Selanjutnya wanita itu keluar dari toko saya usai membeli dus kue,” ujar Hanik.

Namun tak lama kemudian saat Hanik melayani pembeli lainnya, pelaku datang kembali ke tokonya. “Saat saya sedang melayani pembeli lain, wanita itu datang lagi ke toko saya. Diduga saat saya sedang sibuk melayani pelanggan, wanita itu mengambil tas milik saya. Sebab saat itu, wanita tersebut langsung pergi keluar dari toko saya sambil tergesa-gesa. Saat saya cek di etalase, tas saya telah hilang,” ujar Hanik.

Hanik kemudian mencari wanita tersebut namun tidak berhasil menemukannya di sekitar pasar. “Baru sekitar pukul 12.00, ada yang menemukan tas saya di tempat sampah toilet umum pasar. Barang-barang seperti HP dan surat-surat penting seperti buku tabungan masih ada. Namun uang Rp 3 juta yang di dalam tas telah hilang,” ujar Hanik.

Baca Juga: Pedagang Kue Pasar Dijambret, Ditendang dari Motor, Tas Dirampas

Diduga usai kejadian, pelaku sempat bersembunyi di toilet. Sebab saat Hanik, mencarinya pasca kejadian tidak menemukan pelaku disekitar pasar.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang. “Ini sangat meresahkan karena dua minggu lalu tas milik pedagang daging herisi uang Rp 8 juta juga telah hilang. Semoga pelakunya segera berhasil ditangkap,” ujar Hanik, Minggu (24/1/2021) pagi. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ditinggal Salat Jumat, Motor Ninja Digondol Maling

Diterbitkan

||

Ilustrasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh Rifqi Izzatuloh (23), mahasiswa, asal Jl Puyang Sakti, Kelurahan Kota Medan, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, bahwa bakal kehilangan motor Ninja 250 cc Nopol S 5972 BS, Jumat (22/1/2021) siang.

Motor tersebut hilang saat di parkir dalam kondisi terkunci stang stir di samping rumah kontrakannya di Jl Mawar Gang III RT 7 RW 4, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Informasi Memontum.com, siang itu korban memarkir motornya di samping rumah kontrakan. Saat itu korban sudah mengunci stang stir hingga merasa aman. Dia pun kemudian berangkat Salat Jumat di masjid tak jauh dari rumah kontrakannya.

Diduga saat motor dalam kondisi tak terjaga, muncul pelaku melakukan aksinya. Pelaku cukup profesional karena tidak meninggalkan saksi mata saat mencuri motor gede tersebut. Kejadian ini baru diketahui oleh korban usai pulang dari masjid.

Dia pun kaget karena motornya telah tidak ada ditempat parkirnya. Dia pun mencoba menayankannya ke beberapa teman, namun sama sekali tidak ada yang mengetahui keberadaan motornya. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru dan hingga, Sabtu (23/1/2021) masih dalam penyelidikan petugas.

Kasat Reskrim Polreata Malang Kompol Tinton Yudha Riambodo SIK mengimbau masyarakat untuk aelalu berhati-hati saat memarkir kendaraan bermotor.

Baca Juga: Beraksi di Jl Selorejo, Maling Motor Gondol NMAX

“Selalu berhati-hati dan waspada. Kami imbau kepada masyarakat, untuk menjadi polisi dalam diri sendiri. Artinya masyarakat juga harus bisa ikut menjaga dan mengawasi keamanan di lingkungannya,” ujar Kompol Tinton.

Selain itu motor harus diparkir di tempat yang aman dan terjaga. ” Sebaiknya dipasang kunci ganda. Serta lebih baik kunci stang motor ke arah kanan, karena akan mempersulit pelaku curanmor melakukan aksinya. Dan rata rata pelaku curanmor akan mengurungkan niatnya mengambil motor, bila stang sepeda motornya dikunci ke arah kanan,” ujar Kompol Tinton.(gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler