Connect with us

Hukum & Kriminal

Pengembang MCP Digugat Rp 44,5 M, Rugikan 36 Pembeli Apartemen dan Condotel

Diterbitkan

||

Drs Husni Tamrin SH MH, Dr Solehoddin SH MH, Dodik Biantoro SH dan Jibril Huda Muttaqien, Para kuasa hukum 36 korban PT GML. (gie)
Drs Husni Tamrin SH MH, Dr Solehoddin SH MH, Dodik Biantoro SH dan Jibril Huda Muttaqien, Para kuasa hukum 36 korban PT GML. (gie)

Memontum, Kota Malang – Pengembang Apartemen dan Condotel MCP (Malang City Point) yakni PT GML (Graha Mapan Lestari) dan 6 orang para pemegang saham digugat 36 pembeli Apartemen dan Condotel MCT.

Ada 2 gugatan sekaligus yakni gugatan perkara No 256/Pdt.G./2019/PN Mlg yakni gugatan dari 16 orang pembeli apartemen MCP dan perkara No 258/Pdt.G/2019/ PN Mlg yakni gugatan dari 20 orang pembeli Condotel MCP.

Dua sidang perdata tersebut berlangsung perdana pada Kamis (19/12/2019) siang. Namun PT GML sebagai tergugat dan 6 orang pemegang saham yang turut tergugat, semuanya tidak hadir dalam persidangan.

Kuasa hukum ke 36 orang korban PT GML yakni Drs Husni Tamrin SH MH, Dr Solehoddin SH MH, Dodik Biantoro SH dan Jibril Huda Muttaqien SH, menggugat PT GML sebesar Rp 44,5 miliar.

Dengan rincian kerugian yang dialami 16 orang pembeli apartemen yakni Ditah Hari Purnomo dkk sebesar Rp 25.200.000.000 dan kerugian yang dialami 20 pembeli Condotel yakni Eddy Lukas Goentoro dkk, sebesar Rp 19.320.000.000.

Menurut keterangan Drs Husni Tamrin SH MH, bahwa Apartemen dan Condotel MCP berada di Jl Raya Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Para kliennya tersebut melakukan pembelian sejak tahun 2014.

“PT GML menjanjikan kepada konsumen bahwa pembeli Apartemen dan Condotel akan mendapat AJB (Akte Jual Beli) dan sertifikat hak milik atas nama masing-masing pemilik serta segala prasarana pendukungnya berupa koridor yang layak, lapangan parkir, taman bermain, Green Park, kolam renang, Fitnes Center dan fasilitas lainnya. Serta perijinannya yang lengkap (IMB Developer), Surat Laik Fungsi, Surat Laik Huni yang dikeluarkan Pemerintah Kota Malang,” ujar Husni Tamrin.

Karena janji-janji fasilitas itu, sebanyak 36 klien nya tertarik untuk membeli apartemen dan condotel yang sudah dibayar lunas sejak Tahun 2014.

“Saat itu pembeli hanya mendapat janji-janji saja. Ternyata PT GML telah gagal dan tidak melaksanakan kewajibannya menyerahkan legalitas kepemilikan apartemen dan condotel. Dengan demikian 36 orang klien kami merasa dirugikan. Setiap kali ditanyakan ke PT GML, klien kami hanya mendapat janji-janji saja. Bahkan terasa PT GML lepas tanggung jawab,” ujar Husni Tamrin.

Pada 11 September 2019, melalui kuasa hukumnya telah mengirim somasi ke PT GML namun somasi itu tidak diindahkan.

“PT GML telah melakukan wanprestasi/ingkar janji kepada para pembeli. Saat ini kami melakukan gugatan menuntut agar PT GML memenuhi segala kewajibannya dan membayar ganti kerugian kepada pembeli yaitu kerugian yang nyata-nyata diderita dan keuntungan yang harusnya diperoleh. Selanjutnya selain gugatan ini kami juga akan melaporkan kasus pidana ke Polda Jatim, ” ujar Dr Solehoddin SH MH. (gie/oso)

 

Hukum & Kriminal

Gencar Laksanakan Serbuan Vaksinasi di Kota Malang, Pemkot Malang Berikan Penghargaan kepada AKBP Budi Hermanto

Diterbitkan

||

oleh

Walikota Malang Drs Sutiaji saat memberikan penghargaan kepada Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto. (ist)

Memontum Kota Malang – Sosok Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto SIK MSi sangat gencar dalam melaksakan progam nasional percepatan vaksinasi Covid-19. Dengan terus bersinergi dengan Firkopimda Kota Malang, AKBP Budi Hetmanto dan anggotanya seperti tidak mengenal lelah mendorong masyarakat baik mahasiswa, pelajar dan juga masyarakat umum untuk melaksanakan vaksin.

Berbagai inovasi juga telah dilakukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan vaksinasi. Dia menyebut, Vaksinasi Drive Thru serta Door to Door bagi Lansia, menjadi prioritas dalam meningkatkan herd immunity bagi warga Kota Malang. Tanpa melihat status sosial, agama, ras, hingga suku. 

Baca juga:

“Kami tidak akan berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Malang untuk mendapatkan vaksin. Selalu bersama-sama tingkatkan herd immunity dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar AKBP Budi Hermanto.

Pihaknya juga terus meminta anggotanya, khususnya Bhabinkamtibmas untuk mendata Lansia di wilayah kerjanya. Mengimbau secara terus menerus agar masyarakat tidak takut dengan vaksin. Bahkan tak jarang di Kota Malang, terlihat anggota Bhabinkamtibmas mengantar Lansia ke lokasi vaksinasi. 

Tidak hanya dalam vaksinasi saja, namun sosok AKBP Budi juga peduli dengan kedisiplinan protokol kesehatan. Imbauan-imbauan tentang protokol kesehatan terus dilakukan hingga door to door ke pemukiman warga. 

Mengimbau masyarakat untuk tetap hidup sehat dan menjalankan 5 M. Yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas keluar rumah. 

Salah satu inovasinya agar masyarakat semakin disiplin dalam protokol kesehatan yakni membuat trobosan dispenser masker dan hand sanitizer. Bahkan kini alat dispenser masker bisa dijumpai di beberapa pusat keramaian di Kota Malang. Serta banyak lagi yang dilakukan oleh Polresta Malang Kota dalam upaya menyelamatkan masyarakat dari bahaya Covid-19. 

Atas kepeduliannya itu, bertepatan dengan Hari Pahlawan 2021, AKBP Budi Hermanto secara langsung mendapatkan penghargaan dari Walikota Malang Drs H Sutiaji. Pemberian penghargaan ini diserahkan usai upaca Hari Pahlawan di Balaikota Malang, Rabu (10/11/2021).

Hal itu sebagai ucapan terima kasih atas langkah yang dilakukan, dalam percepatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kota Malang. Selain Kapolresta Malang Kota, penerima penghargaan yang sama, Komandan Kodim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riana Dian Kartika serta Kejaksaan Negeri Kota Malang.

“Pak Dandim, Kapolresta, Pak Kajari, serta Ketua DPRD, adalah para tokoh yang bisa menjadi suri tauladan. Termasuk bagaimana mereka membantu Pemkot Malang dalam percepatan vaksinasi Covid-19,” ujar Sutiaji. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sat Lantas Polresta Malang Kota Jemput Bola Pengurusan Dokumen Kendaraan Warga yang Rusak dan Hilang Akibat Banjir

Diterbitkan

||

oleh

Sat Lantas Polresta Malang Kota Jemput Bola Pengurusan Dokumen Kendaraan Warga yang Rusak dan Hilang Akibat Banjir
Anggota Sat Lantas Polresta Malang Kota jemput bola pengurusan dokumen kendaraan korban banjir. (ist)

Memontum Kota Malang – Peduli dengan masyarakat terdampak banjir bebeberapa waktu lalu, Polresta Malang Kota melakukan aksi jemput bola. Jemput bola ini untuk pengurusan dokumen kendaraan yang hilang atau rusak akibat banjir. Sebab perlu diketahui bahwa banjir di Kota Malang telah mengakibatkan barang-barang berharga milik warga rusak bahkan ada yang hanyut terbawa arus.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi melalui Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan, sebagai bentuk nyata kepedulian Polri dalam hal ini Polresta Malang Kota, Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan jemput bola untuk pengurusan dokumen kendaraan yang hilang.

Baca juga:

Kegiatan tersebut dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak banjir luapan Sungai Brantas yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kami dari Satlantas Polresta Malang Kota memiliki inisiatif yaitu melakukan kegiatan jemput bola kepada warga masyarakat di wilayah Kota Malang yang terkena banjir. Karena ada beberapa warga yang dokumennya hilang seperti SIM, STNK, maupun BPKB,” ujar AKP Yoppi, Selasa (09/11/21).

Pihaknya menjelaskan telah membentuk tim untuk melakukan pendataan warga terdampak banjir luapan Sungai Brantas. “Jadi, kami membantu warga untuk pengurusan dokumen tersebut, sehingga kita buat duplikasinya,” tegas AKP Yoppi.

Dijelaskan oleh AKP Yoppi, untuk kegiatan kemasyarakatan ini pihaknya sudah membentuk tim yang diketuai oleh anggota Polresta Malang Kota, Ipda Dina. Tim tersebut berkunjung langsung ke RT/ RW untuk mendata warga yang terdampak banjir dan mendata dokumen apa  saja yang hilang, termasuk SIM, STNK maupun BPKB. “Tim kami selain dari Sat Lantas juga teman-teman Satreskrim dan SPKT ikut membantu pendataan,” tambah AKP Yoppi.

Dia mejelaskan bahwa pengurusannya cukup mudah. Karena seluruh proses akan ditangani oleh tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota. “Untuk pendaftarannya, akan dikumpulkan semua dan untuk laporan kehilangan dan cek fisik, akan kita bantu,” terang AKP Yoppi.

Menurutnya, warga terdampak cukup membawa beberapa persyaratan, yaitu surat pernyataan korban banjir yang diketahui oleh lurah, KTP dan surat pernyataan pemilik. “Jika cek fisik kendaran harusnya didatangkan ke Samsat maka kami yang ke rumah warga,” lanjut AKP Yoppi.

Tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota masih mendatangi RT/RW terdampak luapan banjir Sungai Brantas untuk melakukan pendataan warga. “Kegiatan dimulai pada hari ini, karena kemarin warga terdampak banjir masih berada di pengungsian. Perlu diketahui juga, bahwa program jemput bola ini tidak mengganggu pelayanan reguler kami. Jika ada kendala bisa menghubungi nomor Ipda Dina 081334057418,” ujarnya AKP Yoppi.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto membenarkan adanya inisiasi dari anggotanya dalam membantu meringankan beban masyarakat korban banjir bandang di Malang Raya. “Benar, kami memang melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka membantu masyarakat korban banjir,” ujar  AKBP Budi Hermanto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polresta Malang Kota Terjunkan Satgas Trauma Healing Bagi Korban Terdampak Bencana Banjir

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Kota Malang – Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi bersama anggotanya dan elemen masyarakat,  terus bergerak membantu korban banjir di Kampung Putih Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang

Dalam kegiatan kemanusiaan ini, mereka tidak hanya memberikan bantuan makanan dan tenaga, melainkan juga menerjunkan Satgas Sama Ramah Tim Trauma Healing, memberikan pendampingan psikologi bagi korban terdampak bencana, Jumat (05/11/2021).

Baca juga:

Perlu diketahui bahwa hujan deras telah mengguyur Malang Raya, Kamis (4/11/2021). Di Kota Batu terjadi banjir bandang hingga aliran Sungai Brantas meluap. Luapan air tersebut mengalir deras sepanjang Sungai Brantas. 

Akibat meluapnya aliran Sungai Brantas, beberapa wilayah di Kota Malang terendam banjir. Yakni pemukiman yang berada di pinggir Sungai Brantas.  Dampak air bah ini menyebabkan kerugian secara materi, fisik, maupun secara psikologis bagi masyarakat kota Malang yang mengalami nya.

Sejak sore sampai dengan tengah malam, anggota TNI-Polri dan BPBD Kota Malang dibantu dengan unsur-unsur penanggulangan bencana alam Kota Malang terlihat melakukan pertolongan kepada warga terdampak banjir.

Selain terendam banjir,  beberapa rumah warga juga ada yang hanyut. Warga memilih  mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tak kurang 400 warga yang tinggal di RW 6 Senaputra, Kecamatan Klojen mengungsi di tempat rekreasi Senaputra dan sebagian warga RW 09 Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, juga mengungsi ke tempat yang aman.

Tim Trauma Healing Polresta Malang Kota diterjunkan di tempat pengungsian untuk membantu para korban pengungsi. Tim ini memberikan layanan pendampingan psikologi berupa Psychological First Aid (PFA) kepada korban bencana banjir. Juga mempersiapkan bantuan fisik sementara berupa makanan dan minuman. Pendampingan Trauma Healing ini dilakukan dengan cara pendekatan yang humanis dan persuasif.

Para pengungsi terdiri daei  orang dewasa, anak-anak balita dan usia sekolah. Mereka mengungsi dengan perbekalan seadanya yang berhasil diselamatkan dari rumah. Sehingga Trauma Healing ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para korban pengungsi agar terhindar dari trauma psikis yang berkepanjangan. 

Tim yang beranggotakan 4 personel Polresta Malang Kota ini di bawah pimpinan Aipda Muis S PSi MM dan Aipa Indah Soviyana,S.psi mendatangi para pengungsi satu per satu memberikan edukasi, analisa tingkat stress dan juga solusi penanganannya.

Mengajak anak-anak untuk bermain dan bercerita dimaksud mengembalikan tawa ceria mereka. Mendengar keluh kesah para korban sedikit mengurangi beban psikis yang mereka rasakan. Anak-anak dan balita kesulitan beradaptasi dengan lingkungan pengungsian akibat masih terbatasnya sarana fasilitas yang tersedia.

“Banyak diantara kesulitan tidur di malam hari dan ada beberapa yang menderita demam dan masuk angin. Perlengkapan pakaian, diapers dan susu sangat membantu mereka bertahan di pengungsian. Makanan siap saji juga terus berdatangan dari para relawan dan BPBD yang mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk korban pengungsi,” ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto, Jumat (05/11/2021). (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler