Connect with us

Hukum & Kriminal

Kakak Ajak Adik Ipar Jadi Curanmor, Dihadiahi 3 Pelor Panas Tembus Kaki

Diterbitkan

||

Kakak Ajak Adik Ipar Jadi Curanmor, Dihadiahi 3 Pelor Panas Tembus Kaki

Memontum, Kota Malang – Ahmad Bima Armadani (18) warga Jl Kiai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan Erik Lukmana Putra Soedarno (21), adik iparnya, warga asal Jl Tenaga, Kecamatan Blimbing, Kota Malang atau Perum Graha Indra Prasta, Kecamatan Tulangan, Kabupten Sidoarjo, Jumat (13/12/2019) siang, dirilis di Polresta Malang Kota.

Keduanya adalah pelaku Curanmor yang berhasil dibekuk petugas Resmob Polresta Malang Kota pada Rabu (11/12/2019) pukul 15.00 di Jl Tenaga, Kecamatan Blimbing. Dalam penangkapan itu, Bima melakukan perlawanan hingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas. Sebanyak 3 timah panas menembus kaki Bima.

DOR : Tersangka Bima di kursi roda saat dirilis di Polresta Malang Kota. (ist)

DOR : Tersangka Bima di kursi roda saat dirilis di Polresta Malang Kota. (ist)

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa pada Rabu dini hari, Nima dan Erik berjalan kaki mencari sasaran di Jl MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Saat itu mereka mendapati motor Honda Beat milik M Arif (20) warga Jl Polowijen Gang I, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang sedang di parkir depan Warnet Game Zone Jl MT Hariyono.

Dengan berbekal obeng dan kunci pas, Bima kemudian berhasil merusak rumah kontak stir. Usai merusak kunci stir, Bima kemudian mendorong motor tersebut. Mereka memotong kabel stater dan menyambungnya hingga berhasil menghidupkan mesin motor.

Kejadian itu keesokan paginya dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Petugas kemudian melakukan penyelidikan. Motor berhasil terlacak karena terdapat GPS-nya. Motor itu betada di Pasar Blimbing di Jl Tenaga.

Motor itu diparkir depan bedak milik Erik. Saat itu, Bima sedang berada di motor mencoba membuka jok motor karena bensinya habis. Tahu ada polisi, Bima mencoba melawan petugas.

Residivis kasus Curanmor ini tidak mau menyerah, dia menyerang petugas dan mencoba kabur. Karena cukup membahayakan, Bima terpaksa dilumpuhkan dengan 3 tembakan di kakinya.

Bima mengaku kalau setelah keluar dari penjara beberapa bulan lalu, sudah 3 kali ini melakukan aksi pencurian. Diantaranya mencuri motor Yamaha Mio merah di kawasan Jl Raya Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru sekitar 2 minggu lalu.

“Setelah keluar dari penjara, saya sebenarnya tidak tidak ingin mencuri lagi. Saya dihina kakak ipar saya tidak bisa menghasilkan banyak uang. Karena itulah saya kembali lagi melakukan aksi pencurian,” ujar Bima.

Kapolresta Malang Kota AKBP Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa kedua tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP.

“Tersangka.mengaku sudah 3 kali melakukan akai Curanmor di Kota Malang. Kami masih melakukan pengembangan termasuk mencari siapa penadahnya. Keduanya kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar AKBP Leonardus. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Diduga Meninggal Akibat Penganiayaan, Polisi Segera Otopsi Bongkar Makam

Diterbitkan

||

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu. (Dokumen/gie)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu. (Dokumen/gie)

Memontum, Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota berencana melakukan bongkar makam di TPU Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (13/8/2020) pagi.

Bongkar makam tersebut dilakukan untuk otopsi jenazah korban dugaan pengeroyokan yang sudah dimakamkan pada akhir Juni 2020. Yakni makam seorang anak berusia 16 tahun yang awalnya diduga akibat kecelakaan Lalu Lintas di kawasan Gang Matahari, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Informasi Memontum.com bahwa semula korban meninggal diduga akibat kecelakaan lalu lintas. Namun setelah proses pemakaman pihak keluarga merasa curiga ada tindak kekerasan hingga melapor ke Polresta Malang Kota.

Karena korban masih anak dibawah umur, kasus ini dalam penanganan petugas Perempuan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Malang Kota.

Dalam tahap lidik, untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi berencana bongkar mayat untuk otopsi. Tentunya menghadirkan dokter forensik dari RSSA Malang.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan rencana bongkar makam tersebut.

“Iya benar. Kami masih melakukan pendalaman karena ada indikasi penganiayaan,” ujar AKP Azi singkat. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Rumah Kos Disatroni Maling

Diterbitkan

||

Rumah Kos Disatroni Maling

Curi Laptop, iPhone dan Uang Milik Bu Dokter

Memontum, Kota Malang – Sebuah rumah kos putri di kawasan Wijaya Kusuma Residenca Jl Wijaya Kusuma , RT 05/RW 09, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, disatroni maling. Aksi ini terekam CCTV dan sempat viral di media sosial pada Selasa (11/8/2020) sore. Aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu (1/8/2020) sekitar pukul 03.20 saat penghuni kos banyak yang libur lebaran Idul Adha.

Dalam aksinya itu, pelaku berhasil mencuri ponsel iPhone, Laptop dan sejumlah uang milik Wiga (28) dokter muda, penghuni kos di kamar No 11. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota dan masih dalam penyelidikan petugas untuk menangkap pelakunya.

Sosok pelaku terekam CCTV. (ist)

Sosok pelaku terekam CCTV. (ist)

Informasi Memontum.com bahwa pelaku diperkirakan berjumlah dua orang. Pelaku menyatroni rumah kos mewah khusus putri ini sekitar pukul 03.00. Saat itu rumah kos milik Iwan ini terlihat tertutup namun ternyata pintu pagarnya tidak terkunci.

” Saat kejadian di rumah kos tersebut hanya ada pemilik dan pegawai. Namun saat itu mereka sedang istirahat tidur,” ujar Roni Susanto (53) sekretaris RT yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari rekaman CCTV tampak ada seseorang yang mengedip-ngedipkan senter. Sepertinya memberikan isyarat bahwa kondisi sekitar aman. Tak lama kemudian muncul pelaku mengendarai motor Yamaha Mio J warna hitam melaju dari arah timur. Selanjutnya motor tersebut berputar balik hingga berhenti tak jauh dari kos.

Dengan santainya, pelaku yang terlihat memakai jaket Hoodie bercelana loreng dan bersepatu boots membuka pintu pagar dan masuk ke dalam kos ” Satu persatu kamar diperiksa hingga pelaku mendapati kamar no 11 yang tidak terkunci,” ujar Roni.

Saat itu Wiga sedang tidak ada di kos hingga pelaku dengan mudah melakukan aksinya. Pelaku mencuri Laptop, ponsel iPhone dan sejumlah uang. Barang-barang hasil curian itu dimasukan ke dalam jaket hoodie nya.

Tampak setelah itu pelaku keluar dengan santainya meninggalkan rumah kos.

” Kejadian ini diketahui keesokan harinya dan informasinya sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Saat itu kos memang sedang sepi karena penghuninya banyak yang pulang libur Idul Adha,” ujar Roni.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. ” Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Azi Pratas Guspitu. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gudang Kayu Permata Jingga Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang melakukan pemadaman. (ist Damkar Kota Malang)
Petugas PMK Kota Malang melakukan pemadaman. (ist Damkar Kota Malang)

Memontum, Kota Malang – Sebuah gudang kayu bekas milik Imam (28) warga Jl Kenanga, Perum Permata Jingga, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (10/8/2020) pukul 20.20, terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran, namun akibat dari kejadian ini gudang tersebut hangus.

Informasi Memontum.com bahwa sebuah gudang berisi kayu milik Imam, sekitar pukul 20.20 terlihat terbakar. Saat itu kobaran api terlihat membesar hingga warga dan pihak keamanan mencoba melakukan pemadaman dengan air seadanya.

Karena api berkobar semakin besar kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Damkar Kota Malang. Gudang berisi kayu bekas bongkaran sehingga api terus saja berkobar. Untuk memadamkan bangunan berukuran 3 x 3 meter itu, petugas Damkar sampai membutuhkan waktu 40 menit dan menghabiskan 8000 ribu liter air.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo, mengatakan bahwa velum diketahui secara pasti penyebab kebakaran.

“Tiga unit mobil Damkar dan personel sebanyak 12 orang dikerahkan ke lokasi kebakaran. Api baru benar-benar padam dan pendinginan sekitar pukul 21.20. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujar Teguh. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler