Connect with us

Hukum & Kriminal

Oknum Supir Grab Diduga Cabuli Penumpang, Modus Antar Jemput Pribadi

Diterbitkan

||

RYA alias Riko. (ist)
RYA alias Riko. (ist)

Memontum, Kota Malang – Kawasan Jl Simpang Balapan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (7/12/2019) pukul 23.00, mendadak ramai. Banyak warga yang hendak menghajar massa sopir mobil online/Grab berinisial RYA alias Riko (26) warga Jl Bandung, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Hal itu karena Riko telah diduga melakukan pencabulan terhadap penumpangnya, Bunga (20) bukan nama sebenarnya, karyawati Baber Shop, warga kawasan Jl Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Mobil Honda Brio milik Riko kaca depannya pecah. (gie)

Mobil Honda Brio milik Riko kaca depannya pecah. (gie)

Beruntung Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH berada tak jauh dari lokasi kejadian berhasil mengamankan Riko dari kepungan masa. Saat itu kondisi kaca mibil Honda Brio Nopol N 1351 EV milik Riko sempat menjadi sasaran kemarahan warga hingga kaca depannya pecah.

Informasi memontum.com bahwa Sabtu sekitar pukul 18.00, Bunga baru saja selesai bekerja di kawasan Jl Sigura-Gura, Kota Malang. Dia berniat untuk latihan dance di Fakultas Ekonomi D3 UM. Karena hujan deras, dia memesan Grab Car untuk mengantarkannya ke UM.

Dia kemudian mendapati Grab Car Mobil Honda Brio yang dikemudikan Riko. Nampaknya saat perjalanan ke UM, Riko tergoda dengan kecantikan Bunga. Terbukti setelah sampai di depan UM, Riko meminta Bunga tidak turun dari mobil. Dia meminta waktu 5 menit untuk ngobrol. Saat itulah Riko meminta supaya Bunga untuk mau menjadi pacarnya.

Terang saja Bunga menolaknya dan mengatakan kalau sudah memiliki pacar. Nampaknya Riko masih ngeyel dan malah meminta Bunga untuk memutuskan pacarnya. Karena pembicaraan Riko sudah tidak masuk akal, Bunga segera berniat untuk turun dari mobil.

Saat itu, kedua tangan Bunga dipegangi oleh Riko. Dengan kondisi sudah bernafsu, Riko mencoba memeluk Bunga dan sempat berhasil mencium bibir. Bunga melakukan perlawanan dan menghindar. Saat itu HP Bunga diambil oleh Riko untuk meminta nomer ponselnya.

Setelah berhasil mendapatkan nomer HP, Riko baru memperbolehkan Bunga turun dari mobil.
Riko belum menyerah untuk mendapatkan korbannya. Dia kemudian menghubungi Bunga untuk memberitahukan akan melakukan penjemputan. Saat itu Bunga sudah melakukan penolakan, namun Riko masih tetap bersikukuh menunggu Bunga selesai latihan dance.

Setelah selesai latihan Dance, Bunga kembali bertemu Riko. Saat itu Riko meminta Bunga masuk ke dalam mobil untuk diantar ke tempat kerjanya di Jl Sigura-gura. Namun dalam perjalanan, Bunga tidak diantar ke tempat kerjanya. Dia malah diiajak keliling menuju ke arah Tidar. Korban sempat dibelikan es krim dan kembali diajak jalan-jalan.

Seaampainya di Jl Villa Puncak Tidar, Riko menghentikan mobilnya sekitar pukul 22.00. Dia kemudian berpindah ke bangku belakang dan memaksa Bunga untuk duduk di sampingnya.

Saat itu Bunga sangat ketakutan apalagi kondisi jalanan cukup sepi. Saat itulah Riko menciumi korban dan meraba-raba. Tak hanya itu Riko juga mengeluarkan kelaminnya meminta korban untuk oral. Korban dipaksa untuk mengoral, namun beruntung berhasil ditolak.

Selanjutnya korban diantar ke kawasan sekitaran Jl Ijen sekitar pukul 22.30. Saat itu korban berjalan kaki dan bercerita kepada pacar dan keluarganya kalau telah dicabuli oleh sopir Grab. Bahkan akibat dari kejadian itu, Bunga terlihat trauma dan shock berat. Riko kemudian dipancing ke Jl Simpang Balapan. Tak lama kemudian, Riko datang hingga langsung dihajar massa.

Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH mengatakan bahwa saat itu dia sedang berpatroli di sekitar lokasi.

“Sekitar 2 menit saat kejadian itu, kami tiba di lokasi kejadian. Karena massa sudah banyak, kami mencoba menenangkan massa. Saat itu pelaku segera kami amankan. Jika saya telat sedikit saja di lokasi, kemungkinan pelaku sudah babak belur. Namun saat itu pelaku dan monil nya kami amankan ke Polsek Klojen. Kasus ini sudah kami limpahkan ke PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Polresta Malang Kota,” ujar Kompol Budi Harianto. (gie/oso)

 

Hukum & Kriminal

Truk Kaca Terguling, Satu Penumpang Terjepit, Serpihan Kaca Tercecer di Jalan Raden Intan

Diterbitkan

||

Petugas Lantas saat mengatur arus lalu lintas agar tidak macet saat terjadi kecelakaan. (Ist)
Petugas Lantas saat mengatur arus lalu lintas agar tidak macet saat terjadi kecelakaan. (Ist)

Memontum Kota Malang – Truk bermuatan kaca Nopol N 8362 BA yang dikemudikan Muhammad Ghufron (34) warga Dusun Krajan Desa Sumbergepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (29/5/2020) sekirar pukul 11.00, terguling di simpang tiga Jl Raden Intan – Jl Panji Suroso, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kejadian itu cukup mengundang perhatian. Bagaimana tidak salah satu penumpang Hendra Cipta (30) warga Losari, Kecamatan Singosari, Kanupaten Malang, sempat terjepit body depan truk.

Bahkan informasinya Hendra sempat pingsan hingga dilarikan ke RS terdekat. Selain itu, muatan kaca di bak truk semburat menjadi serpihan yang tercecer di jalanan.

Informasi Memontum.com truk Hino bermuatan kaca tersebut dikemudikan Ghufron melaju dari barat ke timur. Diduga karena muatannya berlebih, hingga saat akan berbelok ke arah kanan ke selatan, truk alami kecelakaan tunggal.

Saat berbelok, truk tersebut terguling ke sisi kiri karena tak kuat menahan beban muatan. . Gufron tidak mengalami luka, namun Hendra yang duduk paling kiri, sempat terjepit dan tak sadarkan diri. Sedangkan penumpang lain yakni Agus (22) warga Poncokusumo, Kabupaten Malang, alami luka lecet di pelipis.

Panit 1 Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota Ipda Deddy Catur membenarkan adanya laka tunggal tersebut. ” Truk mengangkut kaca. Diduga karena muatannya berlebih saat berbelok , truk tersebut alami kecelakaan terguling ke sisi kiri,” ujar Ipda Deddy. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jaksa Ajukan Kasasi Berharap Sugeng Divonis Seumur Hidup

Diterbitkan

||

Terdakwa Sugeng Santoso. (gie/dokumen)
Terdakwa Sugeng Santoso. (gie/dokumen)

Kasus Mutilasi Pasar Besar

Memontum, Malang – Masih ingat dengan kasus mutilasi Pasar Besar dengan tersangka Sugeng Santoso (49) warga Jodipan Gang III, Kota Malang. Sugeng sudah menjalani vonis 20 tahun penjara pada Rabu (26/2/2020) pukul 15.00 di Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Putusan itu belum berakhir dikarenakan pihak Kejaksaan Negeri Kota Malang mengajukan banding karena putusan 20 tahun penjara dirasa masih ringan dari tuntutan seumur hidup penjara.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah. (gie)

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah. (gie)

Begitu pun dengan Penasehat Hukum (PH) Sugeng yang juga mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya karena selama persidangan Sugeng mengaku memutilasi saat korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Selain itu Sugeng juga menyebut kalau korban meninggal karena sakit.

Dari banding itu PT menguatkan putusan PN Malang yakni 20 tahun penjara pada akhir April 2020. Terbaru pada Selasa (26/5/2020) siang, jaksa melakukan Kasasi.

“Pada 26 Mei 2020, kami mengajukan kasasi. Kami berharap nantinya putusan Sugeng sesuai dengan tuntutan kamk yakni hukuman seumur hidup,” ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah SH MH, saat bertemu Memontum.com pada Rabu (27/5/2020) siang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.

Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.

Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng sempat berbohong kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 hari kemudian dimutilasi atas bisikan-bisikan gaib.

Tersangka pembunuhan dan mutilasi, Sugeng Santoso pada Senin (20/5/2019) siang, akhirnya dirilis di Polres Malang Kota. Ternyata, korban tewas akibat dibunuh Sugeng dengan cara digorok setelah menolak diajak bersetubuh.

Bahkan sebelum digorok, korban sempat kritis karena pendarahan hebat pada anus dan kelaminya. Hal itu setelah Sugeng memasukan kepalan tangannya ke kelamin dan anus korban. Untuk menghentikan pendarahan itu, Sugeng kemudian menyumpal anus korban dengan kain dan melakban kelamin korban.

Tak kalah sadis, Sugeng mentato kaki korban menggunakan jarum sol sepatu , saat korban dalam kondisi pingsan akibat pendarahan.Dari hasil pengembangan dan penyelidikan petugas, bahwa pertemuan Sugeng dengan korban terjadi pada 7 Mei 2019 di Jl Laksamana Martadinata.

Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau saat itu korban sempat meminta uang. Namun karena tidak memiliki uang, Sugeng kemudian memberinya nasi bungkus untuk makan siang.Usai makan, Sugeng sempat memasukan tangannya ke dalam celana dalam korban.

Begitu juga dengan korban yang membalas dengan memegangi kelamin Sugeng. Hal itu membuat Sugeng ingin berhubungan badan hingga mengajak korban ke Lantai 2 Pasar Besar. Namun saat itu akan berhubungan intim, kelamin Sugeng tidak bisa ereksi.

Karena “burung” nya tidak bisa ereksi, membuat Sugeng merasa frustasi. Dia kemudian memasukan kepalan tangannya ke vagina dan anus korban hingga masuk sampai pergelangan tangan. Hal itu menyebabkan korban alami pendarahan hebat hingga tak sadarkan diri sebelum digorok dan dimutilasi.

Sugeng didakwa Sugeng didakwa Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP. Selama persidangan, Sugeng mengaku tidak membunuh korban. Dia mengaku memutilasi korban setelah korban meninggal karena sakit. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sebelum Lebaran, Mantan Napi Narkoba Asal Madura Curi Motor, Hasilnya… Benjut

Diterbitkan

||

M Irfan kini harus mendekam di balik jeruji besi. (ist)
M Irfan kini harus mendekam di balik jeruji besi. (ist)

Ngaku Sekali, Mampir Surabaya Dulu

Memontum, Kota Malang – M Irfan (27) warga Dusun Barat Pasar, Desa Socah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura, hingga Senin (25/5/2020) siang, harus lebaran jauh dari keluarga. Pasalnya dia saat ini berada di Polsekta Blimbing. Bukan karena tidak bisa mudik, melainkan karena mendekam di balik jeruji besi.

Dia adalah pelaku Curanmor yang dihajar massa di Perum Karanglo Indah, RT 08 RW 04 Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (23/5/2020) pukul 09.30. Aksinya mencoba mencuri motor Honda Vario Nopol N 4430 AAS milik Widyo (50) warga Perum Karanglo Indah.

Informasi Memontum.com bahwa Irfan adalah residivis kasus narkoba di Bangkalan. Tepat sehari sebelum lebaran, dia bukannya semakin bertobat, melainkan malah melakukan aksi Curanmor.

Dengan berbekal obeng dan kunci T, dia beraksi di Perum Karanglo Indah. Saat mendapati motor korbannya yang terparkir di halaman dalam pagar rumah, Irfan segera beraksi. Namun saat mencoba merusak kunci kontak motor, aksinya dipergoki korban dan warga sekitar.

Apes, ia justru terkepung, Irfan pun benjut dihajar massa. Beruntung petugas Polsekta Blimbing segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Karena luka-lukanya lumayan parah, Irfan sempat dibawa ke IGD RSSA Malang.

Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo SH mengatakan bahwa tersangka mengaku baru sekali ini melakukan aksi curanmor.

“Tersangka mengaku baru sekali ini melakukan aksi pencurian. Dia mengaku sempat mampir ke Surabaya kemudian menuju ke Kota Malang untuk berkunjung ke rumah temannya. Namun jika dilihat barang bukti yang dibawa, dia datang ke Kota Malang untuk mencuri motor. Kami masih terus melakukan pengembangan,” ujar Kompol Hery, Selasa (25/5/2020) sore. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler