Connect with us

Pemerintahan

Tahun 2019, Imigrasi Deportasi Puluhan WNA

Diterbitkan

||

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang Novianto Sulastono saat memberikan sambutan diiskusi membangun sinergisitas kehumasan antara Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Malang dengan Media dan Instansi terkait dalam upaya peningkatan publikasi citra positif imigrasi. (gie)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang Novianto Sulastono saat memberikan sambutan diiskusi membangun sinergisitas kehumasan antara Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Malang dengan Media dan Instansi terkait dalam upaya peningkatan publikasi citra positif imigrasi. (gie)

Memontum, Kota Malang – Petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang selama 2019 telah menindak puluhan WNA (Warga Negara Asing) yang melanggar administratif keimigrasian seperti over stay dan penyalahgunaan ijin tinggal. Diantaranya 10 WNA dari Timur Leste, 10 WNA dari Malaysia, 8 WNA dari China, 6 WNA Amerika Serikat, 5 WNA asal India dan 19 negara lain sebanyak 35 WNA.

Dari jumlah itu sebanyak 20 orang dideportasi dan ironisnya mayoritas berstatus mahasiswa dan pekerja. Bahkan saat ini ada WNA asal India berinisial HSD dikenakan Pro Justisia pada 8 November 2019, dengan tindak pidana keimigrasian dengan dugaan setiap orang asing tidak melakukan kewajibannya diancam Pasal 71. Setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia wajib memberikan segala keterangan yang diperlukan mengenai identitas diri.

Jumlah penindakan itu disampaikan oleh kepala Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Malang, Novianto Sulastono, usai acara diskusi membangun sinergisitas kehumasan antara Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Malang dengan Media dan Instansi terkait dalam upaya peningkatan publikasi citra positif Imigrasi, di Hotel Ubud, Kamis (05/12/2019) pagi.

“Kami melakukan tindakan tegas bagi yang melanggar keimigrasian. Sejumlah 20 WNA kami lakukan deportasi. Yakni tindakan paksa mengelaurkan seseirang untuk kembali ke negaranya atau negara ketiga. Misalkan melanggar over stay melebihi 60 hari. Jika kurang 60 hari bisa dilakukan denda administasi membayar biaya beban. Namun jika sudah lebih 60 hari kita deportasi dan lakukan penangkalan selama 6 bulan,” ujar Novianto.

Sedangkan tindakan Pro Justisia yakni tindakan yang melalui peradilan. “Ada satu WNA yang kita kenakan Pro Justisia. Saat ini masih menunggu jawaban dari Kejaksan untuk P21. Ini adalah efek jera supaya tidak tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Novianto.

Salah satu upaya supaya tidak terjadi pelanggaran keimigrasian, pihaknya lerap melakukan pencegahan dengan sosialisasi ke kampus-kampus.

“Kami sering melakukan sosialisasi di beberapa kampus. Kami juga memiliki Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) bahkan sudah ada di tingkat kecamatan. Kalau over stay biasanya WNA tersebut lupa atau memang dengan sengaja melakukan pelanggaran,” ujar Novianto. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Cari Data Pengembangan Ideologi SDM

Diterbitkan

||

CENDERAMATA: Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa saat memberikan cenderamata kepada Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh sebagai ketua tim Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. (memo x/fik)
CENDERAMATA: Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa saat memberikan cenderamata kepada Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh sebagai ketua tim Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. (memo x/fik)

Kunjungan Staf Ahli Kemenkopolhukam RI ke Korem 083/Bdj

Memontum, Malang – Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi serta Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang SDM dan Teknologi, yang diketuai oleh Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh kunjungi Makorem 083/Bdj, Rabu (12/08/2020).

Saat tiba di Makorem 083/Bdj rombongan Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi serta Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang SDM dan Teknologi disambut Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa beserta para Kasirem 083/Bdj di ruang transit Makorem 083/ Bdj.

Kedatangannya ke Makorem 083/Bdj ini tim dari Kemenkopolhukan RI selain bersilahturahmi dengan anggota Makorem 083/Bdj juga ingin berdiskusi serta mencari tambahan bahan yang lebih komprehensif sebagai bahan pengkayaan materi untuk penyusunan telahaan pengambilan kebijakan pada bidang ideologi dan konstitusi terutama pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Kapenrem 083/Bdj Mayor Inf Prasetya

Disela sela kegiatan kunjungan tersebut Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas sambutan serta masukan masukan yang disampaikan oleh para unsur Stake Holder terkait di Kota Malang.

Dalam giat kunjungan ini Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh Turut didampingi staf TU staf Ahli Kemenkopolhukam RI bapak Muklis Al Huda, S.H., M.H., bapak Hafid Hidayat, Aris Suwarto Waskito.Sebelum melaksanakan kunjungan di Makorem 083/Bdj rombongan dari Kemenkopokhukam RI juga melaksanakan kunjungan di Mapolresta Malang Kota. (fik/man)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota

Diterbitkan

||

Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota. (ist)
Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota. (ist)

Kompol Sutiono Telah Memakamkan 208 Pasien Covid-19

Memontum, Kota Malang – Jabatan Kasat Intel Polresta Malang Kota yang sebelumnya dijabat Kompol Setiono SPd kini dijabat oleh Kompol Yudi Ento Handoyo SH. Serah terima jabatan (Sertijab) ini dilaksanakan pada Rabu (12/8/2020) pagi, di Aula Sanatika Satyawada Mapolresta Malang Kota.

Keoordinator tim pemulasaran jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota ini akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubdit Binsatpampolsus Ditbinmas Polda Jatim. Sedangkan Kompol Yudi Ento sebelumnya menjabat Kanit V Subdit V Ditintelkam Polda Jatim.

Serah terima jabatan ini langsung dipimpin Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mukyanto Dinoyo.

” Bahwa mutasi jabatan adalah hal biasa dalam instansi Polri. Kepada Pejabat lama kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi selama ini. Kepada pejabat baru kami ucapkan selamat atas jabatan barunya dan segera menyesuaikan dengan situasi di wilayah Kota Malang dalam pandemi Covid – 19. Tetap terjaga kekompakan karena sesuai dengan teori lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan tetapi kalau banyak sangat sulit untuk dipatahkan,” ujar AKBP Totok.

Perlu diketahui bahwa karena kegigihannya dalam pemulsaran jenazah, Kompol Sutiono beserta tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota pernah mendapat penghargaan dari Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si.

Bahkan pernah juga melalui Video Call, langsung mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. Hingga Rabu (12/8/2020), Kompol Sutiono telah memakamkan 208 pasien Covid-19 terdiri dari pemakaman PDP sebanyak 148 dan pasien confirm 60 orang. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Nuansa Merah Putih dari Dekorasi Bunga

Diterbitkan

||

Pegawai Pemkot Malang sedang mempercantik taman kota di jalan Kerta Negera, Kota Malang dengan tanaman bunga warna merah dan putih. (memo x/cw2)
Pegawai Pemkot Malang sedang mempercantik taman kota di jalan Kerta Negera, Kota Malang dengan tanaman bunga warna merah dan putih. (memo x/cw2)

Semarak HUT RI ke-75 di Kota Malang

Memontum, Malang – Bunga berwarna merah dan putih, menghiasi pot-pot bunga di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Kertanegara Kota Malang. Bunga-bunga tersebut disusun rapi di dua Garden Vertikal yang berjumlah 750 pot, oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Rabu (12/8/2020) pagi.

Pesona bunga yang khusus berada di Jalan Kertanegara berjenis Krisan yang berwarna Merah dan Putih. Merah yang melambangkan semangat kami dan putih yang melambangkam ketulusan jiwa dan pengabdian kami.

“Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi UPT Pengelolaan Taman dan Bidang RTH (Ruang Terbuka Hijau),” terang Kabid Pertamanan Disperkim, Ir Kuncahyani saat dikonfirmasi, Memo X.

Selain berada di Jalan kertanegara, dekorasi bunga juga terdapat ditempat lain. Untuk Garden Vertikal berada di Jalan Kawi, didepan Rumah Dinas Wali Kota Malang. Untuk yang berada di depan PLN, basuki rahmat, perempatan kasin dan jalan bandung didekorasi serupa namun menggunakan bunga berjenis Bigu bandung dan Terang bulan putih.

“Sempat kita lakukan recordin, untuk tanaman Vertikal Garden, Bigu bandung dan Terang bulan putih sekitar 4000 bibit dan sudah terpasang semua. Untuk bunga krisan, kita datangakan sekitar 860 pot,” tambah Yani, sapaan akrabnya.

Dekorasi bunga seperti ini dilakukan setiap tahunnya dalam rangka HUT proklamasi kemerdekaan RI. Selain memperingati HUT, dekorasi bunga ini juga untuk mempecantik dan memperindah RTH yang ada di Kota Malang.

“Anggaran ini dari dinas menggunakan APBD dari penyedia, jadi mereka juga yang mencarikan bunganya dimana, kita tinggal menatanya sedemikian rupa,” tutupnya. Seperti tahun tahun sebelumnya, setiap menjelang 17 Agustus, seluruh warga Kota Malang bersolek.

Bedanya tahun ini masih dalam Pandemi Corona. Sehingga masyarakat membatasi diri menghias lingkungannya. Umbul-umbul merah putih terpasang di depan rumah, kantor pemerintah dan swasta.

Bahkan sebagian warga mengecat gapura pintu masuk kawasan perumahannya. “Perayaan 17 Agustus tahun ini memang berbeda dari biasannya. Pemerintah melarang berbagai kegiatan yang mengumpulkan massa. Yang bisa kami lakukan hanya menghias kampung,” ucap Yudi warga Kota Malang. (cw2/man)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler