Connect with us

Berita

Permasalahan Hukum Tanah Desa Bangelan, Sebanyak 65 % Belum SHM Perorangan

Diterbitkan

||

LBH Prodeo Ismaya-Indonesia saat sosialisasi di desa Bangelan. (gie)
LBH Prodeo Ismaya-Indonesia saat sosialisasi di desa Bangelan. (gie)

Memontum, Kota Malang – Belum fahamnya administrasi pertahanan membuat permasalahan baru di desa-desa terpencil yang rawan akan konflik dikemudian hari. Seperti halnya di Desa Bangelan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Malang.

Sebanyak 65 % warga belum melakukan pemecahan Sertifikat Hak Milik ( SHM). Banyaknya jual beli tanah yang belum sesuai prosedur atau dengan kata lain di bawah tangan. Hal ini sangat rawan terjadi konflik dikemudian hari antara si pembeli tanah dengan ahli waris si penjual tanah.

Oleh karena itu LBH Prodeo Ismaya Indonesia, terpanggil untuk melakukan sosialisasi permasalahan hukum terkait administrasi pertanahan di Desa Bangelan, Sabtu (30/11/2019) pukul 14.30.

Puluhan warga berdatangan dan sangat antusias sekali mendengarkan sosialisasi dari LBH Prodeo Ismaya Indonesia. Satu persatu permasalahan bermunculan yang disampaikan warga.

Mulai pemecahan sertifikat, hibah bahkan problem sulitnya mengganti nama SHM jika si penjual utama sudah meninggal, begitu juga anak-anaknya yang sudah meninggal serta cucu-cucu si penjual juga diantaranya sudah tidak lagi tinggal di Desa Bangelan serta berbagai permasalahan lainnya tetkait kasus tanah.

Kepala Desa Bangelan, Budiono mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat penting untuk warga Desa Bangelan.

“Dengan adanya sosialisasi ini kami berharap warga Desa Bangelan bisa memahami dan mengetahui penjelasan dari LBH Prodeo Ismaya Indonesia. Agar masyarakat sadar dengan hukum pertanahan di desa ini. Kalau permasalahan di sini adalah sengketa tanah karena notabennya SHM masih nama nenek moyang kita. Belum ada perbaruan atau peningkatan ke split-split perorangan,” ujar Budiono.

Bahkan sebanyak 65 % permasalahan tanah karena SHM belum di split.

“Di sini proses peralihan hak menjadi suatu masalah. Jumlahnya sebanyak 65 % yang belum SHM perorangan. SHM warga disini juga banyak yang masih atas nama desa lama, kecamatan lama karena dulu memang ada pemekaran desa. Harapan kami bisa menjembatani masyarakat desa dengan diberi kesadaran hukum pertanahan dan pengajuan ke BPN untuk proses peralihan hak,” ujar Budiono.

Hal senada juga disampaikan ketua BPD Desa Bangelan Kamsani bahwa sosialisasi-sosialisasi seperti ini sangat penting untuk dilakukan di desa-desa terkait permasalahan tanah.

“Apa yang disampaikan LBH Ismaya Indonesia ini sangat bermanfaat. Harapan kami juga nantinya ada PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) kembali. Karena PTSL atau Prona disini ada pada Tahun 1986 . Sudah lama sekali sekitar 33 tahun. Dimana saat ini permaslaahan misalkan tanah 1 bidang dijual ke 5 orang, namun SHM masih nama semula belum dipecah sehingga membuat ketakutan di kemudian hari,” ujar Kamsani.

Dewan Pembina LBH Prodeo Ismaya Indonesia Yayan Riyanto SH MH, bahwa pihaknya melakukan sosialisasi di Desa Bangelan atas informasi dari pihak Kecamatan yang mengatakan banyaknya jual beli tanah di bawah tangah hingga sampai saat ini banyak yang belum dirubah sertifikatnya.

“Banyak warga jual beli tanah tidak sesuai prosedur atau di bawah tangan. Misalkan jual beli tanah si penjual hanya menyerahkan sertifikat dan kuitansi sedangkan si pembeli hanya menyerahkan uang. Ini sangat berbahaya sekali dikemudian hari untuk anak-anaknya. Disini kita mengantisipasi dan mencegah agar tidak ada persoalan yang nantinya sampai di pengadilan terkait masalah tanah ini, ” ujar Yayan.

Pihaknya menjelaskan bahwa sosialisasi dan pembagaian beras kepada warga adalah kegiatan sukarela dan mandiri.

“Kantor kita di Jl Kawi Kota Malang. Inilah kenapa kami memilih langkah awal sosialisasi di kawasan Gunung Kawi. Kedepannya kami berharap seluruh desa di Indonesia bisa kami datangi. Daerah pedesaan yang membutuhkan bantuan tentang hukum. Harapan kita bisa sebulan sekali datangi desa-desa terpencil untuk memberikan sosialisasi wawasan hukum tentang permasalah apa saja yang ada di desa itu,” ujar Yayan.

Ketua LBH Prodeo Ismaya Indonesia Bales Pribadi Suharsono SH mengatakan bahwa pihaknya akan datang ke desa-desa untuk sosialisasi apa saja permasalahan yang ada dideaa ayang akan didatangi.

“Bisa saja aelain persoalan tanah, nantinya terkait perkawinan yang sah demi anak cucunya kelak. Selain sosialisasi kami juga lakukan bakti sosial, sumbangan ke yatim piatu janda-janda tua dan kegiatan lainnya. Seperti simbul Ismaya. Dimana Batara Ismaya adalah dewa yang mengabdi untuk kepentingan warga yang jujur dan tulus namun tidak mampu secara ekonomi,” ujar Bales. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bersama DMl, Pemuda Difabel Usaha Laundry Sepatu dan Tas

Diterbitkan

||

Fuad saat ditemui  memontum di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.
Fuad saat ditemui memontum.com di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.

Memontum Kota Malang – Memiliki keterbatasan fisik bukan berarti menjadi penghalang untuk tidak berkreasi. Lebih-lebih, menggantungkan hidup kepada orang lain. Motivasi itulah, yang ingin ditunjukkan Fuad, pelajar yang saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 12. Melalui usaha yang diberinya nama ‘U&Me Shoes Care’, remaja ini mampu berusaha dan berkembangan dengan membuka usaha laundry sepatu, tas dan helm.

Kepada wartawan Memontum.com, Fuad bercerita, kalau awal mula idenya muncul saat melihat banyak dari mahasiswa dan pelajar, yang enggan mengurus sendiri perlengkapan sekolah atau pendidikan, seperti sepatu. Akibatnya, sepatu atau tas yang seharusnya terlihat bagus atau tahan lama, menjadi cepat rusak atau lusuh. “Dari situlah, kemudian terpikir untuk membuka usaha ini,” katanya pada Rabu (30/9).

Fuad yang saat ditemui juga mengisi stan dalam acara Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) di Taman Krida Budaya Jawa Timur, mengatakan bahwa ia tidak sendirian dalam mewujudkan usahanya. Dirinya, dibantu oleh komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Kota Malang. “Laundry ini berada naungan DMI Kota Malang. Khusus di Kota Malang, anggotanya ada tiga orang,” ujarnya saat menjaga stand bersama Mukrim.

Ditambahkan, bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk laundry, disupplay dari Surabaya. Usaha laundry milik Fuad sendiri, memiliki tarif relatif murah. Untuk laundry sepatu, dikenakan tarif sekitar Rp 35 ribu, untuk tas Rp 20 ribu. Kesemuanya, tergantung dari jenis sepatu dan bahannya.

Disela pembicaraan, Fuad pun berharap, kalau usahanya dapat berkembang lebih luas. Sehingga, mampu menginspirasi bagi anak-anak penyandang difabel lainnya untuk tetap semangat menjalani hidup dan berkarya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Berita

BPJS Beri Potongan Iuran Hingga 99 Persen

Diterbitkan

||

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.
Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.

Memontum Kota Malang – Pemerintah kembali memberikan keringanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam membayar iuran. Iuran yang diberikan, yakni khusus untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal itu, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020.

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso mengatakan, bahwa kebijakan keringanan itu mulai berlaku sejak Agustus 2020 sampai Januari 2021. Selama periode itu, perusahaan atau peserta Penerima Upah (PU) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), mendapatkan potongan iuran sebesar 99 persen atau peserta hanya membayar 1 persen dari iuran sebenarnya.

“Kebijakan ini diberikan atas dasar ingin membantu perusahaan yang merasa kesulitan keuangan. Apalagi, di tengah pandemi seperti ini. Jadi, kami mengusulkan ke pemerintah untuk membantu berupa relaksasi iuran,” kata Imam, di ruangan kerjanya di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang.

Ditambahkan, melihat perkembangan pandemi Covid 19, ada kemungkinan program ini akan diperpanjang. Hanya saja, tinggal melihat kepastiannya atau pengumuman resminya dari pemerintah.

Selain keringanan iuran JKM dan JKK, Imam juga mengatakan, adanya penundaan pembayaran bagi peserta program Jaminan Pensiun (JP). Yakni, peserta hanya perlu membayarkan 1 persen iuran. Sedangkan sisanya, atau 99 persen dibayarkan pada pembayaran tahun depan.

“Ini sifatnya tunda. Jadi, peserta tetap harus membayar yang nilainya 1 persen. Untuk ssisanya, dibayar akhir periode secara bertahap,” tambahnya. (mg1/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Damri Tawarkan Harga ‘Murah’ Pengunjung Bromo

Diterbitkan

||

Armada Bus Damri.
Armada Bus Damri.

Memontum Kota Malang – Akses menuju tempat wisata Gunung Bromo, dipastikan kian mudah dan murah. Itu karena, pemerintah akan mensiapkan layanan transportasi dengan menggunakan Bus Damri, guna menjangkau lokasi wisata itu.

Perencanaan ini, sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal Tahun 2019, oleh Pemerintah Pusat sebagai layanan akomodasi ke 10 destinasi di Indonesia. Khusus Kota Malang, tepatnya destinasi Gunung Bromo, mulai berjalan sejak 1 Maret 2020.

Informasi itu, disampaikan General Manager Damri Kota Malang, Zuryani, saat diwawancarai awak media di Terminal Madyopuro, menjelang akhir pekan kemarin (23/9). Dirinya menjelaskan, bahwa berdasarkan data survey, jumlah pengunjung destinasi wisata Indonesia, tiap bulan mencapai 1600 orang. Karena alasan itu, pemerintah mendorong untuk mewujudkan keinginan masyarakat, yang hendak berkunjung ke Gunung Bromo, dengan mudah dan biaya terjangkau.

“Seperti yang kita tahu, Bromo merupakan salah satu tujuan objek wisata di Indonesia dan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi dari 10 destinasi Indonesia yang terpilih untuk dilayani angkutan KSPN atau Kawasan Strategis Pusat atau Nasional,” kata wanita kelahiran Kota Mataram itu.

Ditambahkan, karena saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan jumlah pengunjung dibatasi, maka membuat jumlah penumpang tidak terlalu banyak. Dari data sementara, berada di kisaran 100 sampai 150 pengunjung. “Kita tetap optimis untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjut Zuryani.

Disinggung mengenai jalur penjemputan, dirinya mengurai, saat ini ada beberapa titik penjemputan. Diantaranya, Kota Malang, Abdur Rahman Saleh, Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Juanda dan perbatasan Probolinggo.

“Kedepan, kita juga akan buka penjemputan dari Batu. Khusus yang Batu, tinggal menunggu waktu. Karena, alasan titik penjemputan di sana dibuat, untuk melayani permintaan dari masyarakat di sana (Batu),” tuturnya.

Masih menurut Zuryani, untuk biaya penjemputan, seperti dari Juanda-Surabaya, dikenakan biaya Rp 46 ribu. Sedangkan dari Pasar Turi, dikenakan biaya Rp 50 ribu. “Penumpang akan diantar sampai rest area Tosari. Dari situ, pengunjung bisa meneruskan naik kendaraan yang disiapkan masyarakat, untuk ke Gunung Bromo,” tambahnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler