Connect with us

Pemerintahan

Sunset Policy IV Kota Malang Selamatkan Rp 5 Miliar Lebih

Diterbitkan

||

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT beserta jajaran saat launching program Sunset Policy, 17 Agustus 2019 di Stadion Gajayana
Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT beserta jajaran saat launching program Sunset Policy, 17 Agustus 2019 di Stadion Gajayana

Memontum Kota Malang – Setelah tiga bulan bergulir, program Sunset Policy IV akhirnya resmi berakhir. Nyatanya, program pemutihan denda Pajak Bumi & Bangunan (PBB) Perkotaan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh warga Bhumi Arema. Dari data yang dihimpun Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D), tercatat total 5.791 Wajib Pajak (WP) memanfaatkan program ini dengan nilai realisasi mencapai Rp 4.414.163.950,-.

“Terima kasih atas apresiasi yang demikian tinggi dari warga Kota Malang terhadap program Sunset Policy. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan juga demi pembangunan Kota Malang,” ujar Walikota Malang, Drs H Sutiaji.

Sunset Policy IV berlangsung tiga bulan, mulai 17 Agustus 2019 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI dan berakhir pada 17 November 2019 dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan.

Dengan memanfaatkan program Sunset Policy, para WP PBB Perkotaan mendapat keringanan berupa penghapusan sanksi administrasi atau denda atas keterlambatan pelunasan PBB yang belum terbayar sejak tahun 1990’an hingga kurun waktu 2018.

Rencana ke depan, Pemkot Malang akan menerapkan kebijakan serupa tidak hanya untuk PBB saja.

“Kami telah mengkaji dan berupaya mematangkan Perda supaya Sunset Policy ke depan juga berlaku untuk pajak daerah lainnya tidak hanya PBB,” sambung Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT.

Untuk diketahui, selain menambah pemasukan pajak daerah secara riil, Sunset Policy terbukti meningkatkan potensi pendapatan PBB di masa yang akan datang, karena kebijakan ini menstimulir para pemilik aset untuk memanfaatkan masa keringanan pajak.

Implikasinya, aset yang selama ini seperti tak bertuan menjadi diketahui pemiliknya. Ke depan, mereka juga akan membayar kewajiban perpajakannya dengan lebih tertib karena tidak terbebani tunggakan.

“Dengan begitu, jika selama ini masih banyak WP yang tidak terpantau alamat dan objek pajaknya, maka sekarang dapat terlacak sehingga di tahun-tahun berikutnya mereka akan menjadi WP yang aktif dan taat pajak,” tandas Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.(*yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Controlled Landfill TPA Talangagung Masuk 15 Besar KIPP

Diterbitkan

||

Controlled Landfill TPA Talangagung Masuk 15 Besar KIPP

Memontum Kabupaten Malang – Salah satu inovasi dengan Penggunaan sistem Controlled Landfill TPA Talangagung berhasil Masuk 15 besar, di Kompetisi inovasi Pelayanan Publik (KIPP) (11/7/2020).

TPA Talangagung mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) yang di gelar oleh Kementrian Pendayaguna Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan berhasil masuk dalam deretan 15 besar finalis dalam kompetisi tersebut.

Saat berada dalam kegiatan presentasi dan wawancara kompetisi inovasi secara online yang di lakukan oleh Bupati Kabupaten Malang Sanusi (10/7) kepada tim juri, Sanusi memberikan Paparan berupa inovasi-inovasi yang ada di TPA Talangagung.

Menurut Bupati Sanusi Salah satu inovasi yang dianggap sangat berpengaruh untuk membuat TPA Talangagung berada di posisi 15 besar ini adalah penggunaan sistem Controlled Landfill. Karena pada umumnya pengoprasian sampah di Indonesia masih banyak menggunakan sistem Open Dumping sehingga membuat pencemaran lingkungan dan konflik sosial.

Oleh karena itu dari TPA Talangagung yang menggunakan sistem Controlled Landfill ini bisa digunakan sebagai Contoh untuk seluruh TPA di Kabupaten Malang kedepannya.

“Semoga TPA Talangagung menjadi rule model untuk Indonesia. Karena TPA ini menggunakan inovasi sistem Controlled Landfill. kami berharap apa yang sudah dikembangkan di TPA Talangagung ini bisa direplikasi oleh kabupaten lainnya.”ujar Bupati Sanusi. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PSBL Mergosono, Warga Luar Kampung Harap Putar Balik

Diterbitkan

||

PSBL Mergosono, Warga Luar Kampung Harap Putar Balik

Memontum Kota Malang – Mulai hari Jumat (10/7/2020) Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) dengan ketat yang dijaga oleh kepolisian dan TNI yang dibantu oleh beberapa warga setempat. Inisiatif dari warga setempat atas kegelisahan dengan terjadinya pandemi Covid 19.

Warga sepakat melakukan pembatasan bagi warganya sendiri dan warga dari luar untuk memasuki wilayah Mergosono. Ini menyusul telah terjadi kasus di 2 RW ini, yang membuat warga sekitar mulai memperketat wilayahnya untuk menangani penyebaran lebih lanjut.

Untuk PSBL yang dilaksanakan akan memperketat apalagi dari warga luar, itu akan diproses mulai dari KTP hingga ditanyakan untuk kepentingannya seperti apa dan mendesak atau tidak.

“Kami akan melakukan PSBL ini untuk tahap pertama 14 hari. Kemudian 7 hari pertama akan dilakukan evaluasi dan 7 hari berikutnya juga akan dilakukan evaluasi. Untuk warga luar jika tidak ada kepentingan mending putar balik aja. Kita akan perketat mulai dari KTP hingga urusannya untuk masuk di wilayah mergosono seperti apa,” ujar Lurah Mergosono Karliono.

Wali Kota Malang yang terjun langsung ke lokasi akan meninjau seberapa efektif dan ketertiban masyarakat terhadap PSBL ini. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, psychal distancing yang di terapkan dan juga penanganannya seperti apa akan langsung di tinjau oleh beliau.

“Dari hasil swab yang telah keluar 4 orang akan langsung kami larikan ke save house untuk mendapatkan perawatan yang intensif, tidak ada yang namanya isolasi mandiri semua yang reaktif dan positif akan kami bawa ke save hous langsung yang berada di Jl. Kawi,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Dari awal penerapan pagi tadi hingga siang telah diperiksa sekitar 4 orang yang suhu tubuhnya di atas rata-rata dan itu langsung dilakukan penanganan secara cepat oleh warga dan pihak puskesmas. Pos penjagaan yang juga masih belum sempurna akan dilakukan evaluasi dan juga pemberian pos jaga yang lebih layak dan efektif agar semua bisa terkendali dan lancar.

“Untuk post kami akan koordinasi dengan RW setempat untuk penyempurnaannya. Kami juga akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan rapid test kepada warga yang di temukan suhunya tinggi, agar penanganannya lebih cepat dan efektif,” ujar Lurah Mergosono Karliono.

Dari permasalahan pandemi ini yang perlu ditekan kan adalah kesadaran dari masyarakat untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan agar dapat menghentikan penyebaran Covid 19. Wali Kota Malang selalu mengingatkan dan menghimbau bahwa psychal distancing, pemakaian masker dan kebersihan benar-benar harus diterapkan.

“Tadi saja bisa kita lihat masih banyak orang yang tidak memakai masker, itu akan kita beri masker dan langsung kita himbau. Sebenarnya kesadaran masyarakat ini sangat penting kita akan terus melakukan himbauan secara masif, intinya disiplin adalah solusinya. Kalo warganya gak disiplin ya gimana kita harus tetap memberi peringatan dan hukuman agar jera,” tutup Wali Kota Malang Sutiaji. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Urban Farming Lesanpuro Wakili Kota Malang Lomba Bejo Jahe Merah

Diterbitkan

||

Urban Farming Lesanpuro Wakili Kota Malang Lomba Bejo Jahe Merah

Memontum Kota Malang – Di masa pandemi ini, masyarakat Kota Malang mulai menunjukan inovasi-inovasinya untuk menangkal virus Covid 19. Tidak hanya dengan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, menggunakan masker dan handsinitizer. Salah satu inovasi yaitu budi daya herbal seperti jahe.

Pada hari jumat (10/7/2020) di kawasan Urban Farming Jl Danau Kerinci 7 RT 4 RW 7 Lesanpuro digelar pembinaan terkait lomba Bejo Jahe Merah.

RW 7 mewakili Kota Malang, bersaing dengan beberapa kota lain. Sebelumnya bersaing dengan kecamatan lain di Kota Malang.

“Bejo ini ada 7 kota. Malang dibagi 5 wilayah. Per kecamatan dibagi 3, yang masuk kecamatan Kedungkandang 2, sama Sukun Mulyorejo untuk mewakili Kota Malang,” ujar Lurah Lesanpuro Ahmad Zhuri.

Selain digelar lomba, sosialisasi juga sangat penting. Walikota Malang yang datang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Sebelum terjadinya pandemi Covid 19 ini Malang Herbal jauh-jauh hari sudah direncanakan untuk menguatkan imune masyarakat dari segala virus.

“Kami secara masif per kelurahan akan melakukan gerakan penanaman herbal. Kami juga bekerjasama dengan Bintang 7 dan nanti kita tambah juga dengan penanaman sirih,” ujar Walikota Malang Sutiaji.

Kesadaran masyarakat yang sangat penting juga akan diimbaukan, ini sangat bermanfaat dan seharusnya seluruh masyarakat Kota Malang dapat berinovasi lebih lagi agar dapat bermanfaat bagi semuanya.

“Ketika masyarakat sudah sadar akan peran tumbuhan ini walaupun Covid 19 sudah selesai. Apapun jenis penyakit yang berkaitan dengan virus, bisa tertahan dengan herbal ini. Namun tetap saja kebersihan lingkungan juga penting,” ujarnya.

Walikota Malang juga mengimbau untuk meningkatkan Urban Farming ini lebih luas lagi. Bukan hanya tanaman herbal tetapi juga ada tanaman sayuran dan rempah sehingga juga dapat bermanfaat lebih lagi bagi masyarakat.

“Namanya juga Urban Farming ya nanti bisa di tanam di sekitar rumah di teras. Di lahan-lahan kosong di sekitar rumah. Kita akan membiasakan masyarakat untuk penanaman rempah lalu di konsumsi,” tegasnya.

Ekonomi sekarang yang sedang merosot, membuat pemerintah semakin tertantang untuk dapat memaksimalkan potensi-potensi dari masyarakat. Pemerintah Kota Malang juga akan berencana, memberikan bantuan kepada masyarakat yang kreatif seperti ini agar dapat lebih meningkat dan baik.

“Bantuan dari pemerintah untuk relokasi pendanaan dari kelurahan nanti kita akan buatkan. Ada sekitar 57 kelurahan kita akan proses nanti, semoga ini akan meningkatkan kreatifitas masyarakat dan kita akan memaksimalkan,” tutupnya. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler