Connect with us

Hukum & Kriminal

Bebek Gembira Malang Dibobol Mantan Karyawan

Diterbitkan

||

DUA : Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat merilis tersangka Faisal dan Dedi. (gie)
DUA : Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat merilis tersangka Faisal dan Dedi. (gie)

Memontum, Kota Malang – Pembobol warung Bebek Gembira di Ruko Istana Dinoyo Jl MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada 10 September 2019 silam, akhirnya berhasil diungkap Satuan Reskrim Polres Malang Kota.

Pelakunya adalah Faisal Ajruddin Muharam (23) warga Jl.Plaosan Barat, RT 03/RW 08, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan Dedy Maryanto (24) warga Perum Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Keduanya ditangkap pada akhir pekan lalu dan baru dirilis pada Senin (18/11/2019) pukul 13.30. Perlu diketahui bahwa Faisal adalah mantan karyawan Bebek Gembira. Dia berhasil melakukan aksinya dengan mudah karena memiliki kunci ganda pintu Rolling Door.

Dalam aksi pembobolan itu, mereka berhasil mencuri LCD Proyektor, HP Samsung A8, HP Samsung V3, Tab Samsung dan uang Rp 3 juta.

Informasi didapat Memontum.com, bahwa Faisal adalah mantan karyawan Warung Bebek Gembira. Dia pernah bekerja di Warung Bebek Gembira selama 1 tahun. Saat keluar kerja beberapa bulan lalu, Faisal masih menyimpan kunci warung Bebek Gembira yang ditemukannya sekitar bulan Juli 2019.

Setelah resign kerja, Faisal memiliki ide untuk melakukan pencurian dengan berbekal kunci warung yang dimilikinya. Pada 7 September 2019, dia mengajak Dedi, sahabatnya untuk melakukan aksi pencurian. Setelah menyusun strategi, mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi pencurian pada 10 September 2019 pukul 02.00.

Faisal mengetahui jika dilakukan pukul 02.00, sebab warung tidak terjaga dan kondisi ruko sedang sepi. Keduanya berangkat mengendarai motor GL Max secara berboncengan. Dengan berbekal kunci ganda itu, Faisal berhasil dengan mudah membuka pintu rolling door.

Sesuai rencana, mereka langsung menuju meja kasir hingga berhasil mencuri 2 HP Samsung, 1 Tab Samsung, LCD Proyektor dan uang Rp 3 juta. Setelah selesai menjarah, Faisal dan Dedi keluar ruko dengan santainya. Namun di luar perkiraan Faisal, aksi pencuriannya itu terekam CCTV.

Kejadian itu baru diketahui keesokan harinya hingga oleh Nuraini (26) pengelola warung segera melapor ke Polres Malang Kota. Petugas Resmob Polres Malang Kota segera mendatangi lokasi. Mereka.mwmeriksa rekaman CCTV hingga mengetahui kalau pelakunya adalah Faisal, mantan karyawan warung tersebut.

Petugas sudah melakukan pencarian kepada Faisal namun dia tidak ada di rumah. Petugas terus melakukan penyelidikan hingga mendapat informasi bahwa Faisal sering terlihat di depan kawasan Taspen Jl Raden Intan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Awal November 2019, petugas Resmob melakukan penyanggongan hingga pada akhir pekan lalu berhasil menangkap Faisal di Jl Raden Intan.

Dari keterangan Faisal, bahwa pelaku lainnya adalah Dedi. Petugas akhirnya berhasil menangkap Dedi, dikawasan Sidomulyo, Kecamatan Blimbing. Kepada petugas, keduanya mengaku bahwa uang Rp 3 juta hasil curian sudah habis untuk berfoya-foya. Selain itu HP Samsung juga sudah dijual.

Dari hasil kejahatan ke 2 tersangka ini, petugas berhasil mengumpulkan BB (Barang Bukti) berupa proyektor dan Tab Samsung yang belum sempat dijual. Petugas juga mengamankan Helm dan sepatu adidas hasil pembelian dari uang curian.

Selain itu petugas juga mengamankan motor GL sarana dan kunci ganda yang masih disimpan Faisal.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka berisinial F dan D dikenakan Pasal 363 KUHP.

“Tersangka F adalah mantan karyawan warung Bebek Gembira. Dia melakukan pencurian dengan menggunakan kunci ganda . Mereka kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar AKBP Dony. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Jambret Makan Korban di Jl Ijen, Sikat Gadis Belia saat Gowes

Diterbitkan

||

Korban dan 2 temannya. (ist/facebook)
Korban dan 2 temannya. (ist/facebook)

Memontum Kota Malang – Seorang gadis bawah umur menjadi korban jambret saat bersepeda melintas di Jl Simpang Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (12/7/2020) pukul 08.30. Meskipun sempat terjatuh dari sepeda pancalnya, korban berhasil mempertahankan tas miliknya yang berisikan HP dan dompet.

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu korban dan 2 temannnya yang berusia kisaran 13 sampai 15 tahun bersepeda pancal melintas di Jl Simpang Ijen. Mendadak muncul pelaku dari arah belakang mengendarai motor Yamaha Vega. Pelaku kemudian memepet dari sisi kanan menarik paksa tas slempang milik korban.

lokasi kejadian Jl Simpang Ijen. (ist)

lokasi kejadian Jl Simpang Ijen. (ist)

“Pelaku menarik tas itu. Korban sempat mempertahankan tas miliknya,” ujar Syarifuddin (32), saksi mata di lokasi kejadian.

Diduga karena tarikan pelaku cukup keras, korban pun terjatuh dari sepeda pancalnya. “Kedua teman korban berteriak jambret-jambret hingga pelaku ketakutan langsung tancap gas,” ujar Syarifuddin.

Pelaku sempat dikejar beberapa warga sekitar karena saat itu kondisi cukup ramai.

“Pelaku putar balik melawan arus. Pelaku membuang tas korban dan kabur ke arah Jl Ijen. Saat itu pelaki juga nyaris menabrak mobil. Namun sayangnya dia berhasil kabur. Ciri-cirinya tidak memakai masker, tidak memakai helm dan berjaket hoodie,” ujar Syarifuddin.

Saat itu warga fokus melakukan pengajaran hingga tidak sempat melihat nopol motor pelaku.

“Saya tidak tahu nama korbannya. Tapi tadi katanya warga Kendalsari, Lowokwaru. Tidak sampai luka-luka, namun terlihat sangat shock. Tasnya juga selamat. Tadi pagi karena mereka tampak shock, akhirnya dijemput oleh pihak keluarganya,” ujar Syariduddin lagi. Kejadian ini diposting di media sosial Facebook. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Residivis Curanmor Sawojajar Tertangkap Lagi

Diterbitkan

||

Tersangka MFJ alias Fajar saat dirilis oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH..(gie)
Tersangka MFJ alias Fajar saat dirilis oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH..(gie)

Memontum Kota Malang – Seorang pelaku Curanmor, MFJ alias Fajar (24) warga Jl Sawojajar Gang XV, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (9/7/2020) siang, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Dia adalah residivis kasus Curanmor yang sudah pernah dibui Tahun 2018.

Kali ini dia kembali ditangkap karena mencuri Motor Honda Beat Nopol N 6658 AB milik Jumianto (50) warga Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Aksi itu dilakukan pada 27 April 2020 pukul 18.30.

Informasi Memontum.com bahwa setelah keluar dari penjara pada 2018, Fajar tidak merasa kapok. Terbukti dia sudah 5 kali mencuri motor bersama RE, sahabatnya yang kini sudah ditahan di Polsek Sumbermanjing Polres Malang.

Salah satunya yakni mencuri motor Honda Beat di Perum Villa Bukit Tidar. Saat pencurian itu, Fajar dan RE berboncengan mengendarai motor Mio Soul. Saat melintas di Perum Villa Bukit Tidar, mereka melihat motor Beat milik korban terparkir depan teras rumah. Saat itu kunci masih menempel di rumah kontak.

Mereka kemudian berhenti dan RE turun untuk mencuri motor tersebut. Karena kuncinya menempel, RE dengan mudah melakukan aksinya. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

Sementara itu Fajar dan RE kabur menjual motor tersebut di Purwosari, Pasuruan seharga Rp 2,1 juta. Berjalannya waktu, RE berhasil ditangkap Polsek Sumbermanjing, srdangkan Fajar beberapa hari lalu berhasil ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota.

Kini kepolsian masih terus melakukan pengembangan untuk mencari 5 BB motor yang sudah dijual oleh Fajar ke penadah di beberapa lokasindi kawasan Pasuruan. Adapun BB Nopol N 6658 ABA diamankan dari rumah Fajar. Jika dilihat dari BB tersebut maka motor Honda Beat milik korban saat dijual sudah diganti nopolnya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka adalah residivis kasus Curanmor.

” Tersangka sudah pernah dipenjara karena kasus Curanmor. Usai keluar dari penjara, dia mengaku sudah 5 kali melakukan aksi Curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Arek Muharto Terjungkal Ditembak Polisi

Diterbitkan

||

Arek Muharto Terjungkal Ditembak Polisi

Memontum Kota Malang – Gara-gara ingin punya motor baru, AS alias Agus (22) arek asal Jl Muharto Gang VII, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terpaksa merasakan tindakan tegas petugas Resmob Polresta Malang Kota. Pasalnya dia dalam mewujudkan keinginannya untuk memiliki motor baru ditempuh dengan cara mencuri.

Saat dirilis di Mapolresta Malang Kota, pada Kamis (9/7/2020) pukul 10.30, tampak kaki kanannya masih diperban. Luka tersebut akibat ditembak polisi karena mencoba kabur saat hendak ditangkap. Adapun Barang Bukti (BB) berupa motor Vario 150 Tahun 2018 Nopol N 6491 ABJ hasil curian dan kunci T sera motor merk Garuda tanpa nopol.

Tersangka AS alias Agus. (Ist)

Tersangka AS alias Agus. (Ist)

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa pada 30 Juni 2020 pukul 20.30, Agusb bersama 2 temannya BG dan SJ (DPO) mengendarai motor boncengan tiga. Seaampainya di kawasan Jl Kaliurang Barat Gang I, Kota Malang, mereka melihat motor Vario Nopol N 6491 ABJ milik Salim Rizal (30) warga sekitar, terparkir depan rumah.

Agus kemudian turun dari motor melakukan aksinya merusak rumah kontak motor dengan menggunakan kunci T. Aksi itu berjalan mulus, Agus kemudian membawa motor tersebut pulang ke rumahnya di Jl Muharto. Nopol motor diganti menjadi S 5921 RI dengan menghilangkan jejak.

Sementara itu, Salim karena telah kehilangan motor, dia segera saja melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mendapati nama Agus.

Akhir pekan lalu, petugas melakukan penangkapan terhadap Agus. Namun saat itu Agus tidak langsung menyerah. Melainkan malah mencoba kabur dari kepungan polisi. Karena kuatir Agus berhasil kabur, terpaksa petugas melakukan tindakan tegas melakukan penembakan. Agus akhirnya tersungkur setelah satu peluru petugas mengenai kaki kanannya.

Kepada petugas, Agus mengaku baru sekali ini melakukan aksi Curanmor. Rencananya motor tersebut akan digunakan sendiri. Atas perbuatannya itu, selain masih merasakan sakit pada kaki kanannya, Agus juga harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangkadikanakan Pasal 363 KUHP.

“Tersangka kami amankan karena kasus curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler