Connect with us

Hukum & Kriminal

Ditinggal Basket di Rampal, Sepeda Pacific Amblas

Diterbitkan

||

Ditinggal Basket di Rampal, Sepeda Pacific Amblas

Memontum, Kota Malang – Tak pernah dibayangkan oleh Fahmi (42) karyawan BUMN, asal Makasar yang sehari-harinya kontrak di Jl Ciliwung Gang I , Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, bakal kehilangan sepeda angin merk Pacific dan HP Samsung Galaxi A7 miliknya di Lapangan Rampal Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Minggu (17/11/2019) pukul.10.00, padahal sepeda angin tersebut diparkir tak jauh dari lapangan basket, tempat dia sedang bermain basket. Sedangkan HP miliknya ikut hilang kerena berada di kantong tas sepeda angin tersebut.

Kejadian ini sekitar pukul 14.00, sudah dilaporkan ke Polres Malang Kota dan masih dalam penyelidikan petugas untuk menangkap pelakunya.

Informasi Memontum.com, bahwa Fahmi memarkir sepeda angin miliknya tak jauh dari lapangan basket. Dia tidak mengira kalau sepeda yang dibelinya pada April 2019, akan hilang. Sebab sepeda tersebut berada tak jauh dari tempatnya bermain basket. Bahkan karena merasa aman, dia juga meninggalkan ponselnya di tas sepeda.

Diduga saat Fahmi sedang asik bermain basket, dia tidak menyadari kalau sepeda angin warna merah miliknya menjadi incaran pelaku.

Disaat sepeda tersebut tidak dalam pengawasan, pelaku dengan cepat membawanya kanur keluar dari lapangan Rampal. Kejadian itu diketahui Fahmi selesai basket dan hendak pulang.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan adanya laporan itu.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat meletakan barang berharga. Jangan sampai dalam kondisi tak terjaga. Selalu dalam penjagaan atau pengawasan,” ujar Ipda Marhaeni. (gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Jambret Makan Korban di Jl Ijen, Sikat Gadis Belia saat Gowes

Diterbitkan

||

Korban dan 2 temannya. (ist/facebook)
Korban dan 2 temannya. (ist/facebook)

Memontum Kota Malang – Seorang gadis bawah umur menjadi korban jambret saat bersepeda melintas di Jl Simpang Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (12/7/2020) pukul 08.30. Meskipun sempat terjatuh dari sepeda pancalnya, korban berhasil mempertahankan tas miliknya yang berisikan HP dan dompet.

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu korban dan 2 temannnya yang berusia kisaran 13 sampai 15 tahun bersepeda pancal melintas di Jl Simpang Ijen. Mendadak muncul pelaku dari arah belakang mengendarai motor Yamaha Vega. Pelaku kemudian memepet dari sisi kanan menarik paksa tas slempang milik korban.

lokasi kejadian Jl Simpang Ijen. (ist)

lokasi kejadian Jl Simpang Ijen. (ist)

“Pelaku menarik tas itu. Korban sempat mempertahankan tas miliknya,” ujar Syarifuddin (32), saksi mata di lokasi kejadian.

Diduga karena tarikan pelaku cukup keras, korban pun terjatuh dari sepeda pancalnya. “Kedua teman korban berteriak jambret-jambret hingga pelaku ketakutan langsung tancap gas,” ujar Syarifuddin.

Pelaku sempat dikejar beberapa warga sekitar karena saat itu kondisi cukup ramai.

“Pelaku putar balik melawan arus. Pelaku membuang tas korban dan kabur ke arah Jl Ijen. Saat itu pelaki juga nyaris menabrak mobil. Namun sayangnya dia berhasil kabur. Ciri-cirinya tidak memakai masker, tidak memakai helm dan berjaket hoodie,” ujar Syarifuddin.

Saat itu warga fokus melakukan pengajaran hingga tidak sempat melihat nopol motor pelaku.

“Saya tidak tahu nama korbannya. Tapi tadi katanya warga Kendalsari, Lowokwaru. Tidak sampai luka-luka, namun terlihat sangat shock. Tasnya juga selamat. Tadi pagi karena mereka tampak shock, akhirnya dijemput oleh pihak keluarganya,” ujar Syariduddin lagi. Kejadian ini diposting di media sosial Facebook. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Residivis Curanmor Sawojajar Tertangkap Lagi

Diterbitkan

||

Tersangka MFJ alias Fajar saat dirilis oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH..(gie)
Tersangka MFJ alias Fajar saat dirilis oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH..(gie)

Memontum Kota Malang – Seorang pelaku Curanmor, MFJ alias Fajar (24) warga Jl Sawojajar Gang XV, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (9/7/2020) siang, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Dia adalah residivis kasus Curanmor yang sudah pernah dibui Tahun 2018.

Kali ini dia kembali ditangkap karena mencuri Motor Honda Beat Nopol N 6658 AB milik Jumianto (50) warga Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Aksi itu dilakukan pada 27 April 2020 pukul 18.30.

Informasi Memontum.com bahwa setelah keluar dari penjara pada 2018, Fajar tidak merasa kapok. Terbukti dia sudah 5 kali mencuri motor bersama RE, sahabatnya yang kini sudah ditahan di Polsek Sumbermanjing Polres Malang.

Salah satunya yakni mencuri motor Honda Beat di Perum Villa Bukit Tidar. Saat pencurian itu, Fajar dan RE berboncengan mengendarai motor Mio Soul. Saat melintas di Perum Villa Bukit Tidar, mereka melihat motor Beat milik korban terparkir depan teras rumah. Saat itu kunci masih menempel di rumah kontak.

Mereka kemudian berhenti dan RE turun untuk mencuri motor tersebut. Karena kuncinya menempel, RE dengan mudah melakukan aksinya. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

Sementara itu Fajar dan RE kabur menjual motor tersebut di Purwosari, Pasuruan seharga Rp 2,1 juta. Berjalannya waktu, RE berhasil ditangkap Polsek Sumbermanjing, srdangkan Fajar beberapa hari lalu berhasil ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota.

Kini kepolsian masih terus melakukan pengembangan untuk mencari 5 BB motor yang sudah dijual oleh Fajar ke penadah di beberapa lokasindi kawasan Pasuruan. Adapun BB Nopol N 6658 ABA diamankan dari rumah Fajar. Jika dilihat dari BB tersebut maka motor Honda Beat milik korban saat dijual sudah diganti nopolnya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka adalah residivis kasus Curanmor.

” Tersangka sudah pernah dipenjara karena kasus Curanmor. Usai keluar dari penjara, dia mengaku sudah 5 kali melakukan aksi Curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Arek Muharto Terjungkal Ditembak Polisi

Diterbitkan

||

Arek Muharto Terjungkal Ditembak Polisi

Memontum Kota Malang – Gara-gara ingin punya motor baru, AS alias Agus (22) arek asal Jl Muharto Gang VII, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terpaksa merasakan tindakan tegas petugas Resmob Polresta Malang Kota. Pasalnya dia dalam mewujudkan keinginannya untuk memiliki motor baru ditempuh dengan cara mencuri.

Saat dirilis di Mapolresta Malang Kota, pada Kamis (9/7/2020) pukul 10.30, tampak kaki kanannya masih diperban. Luka tersebut akibat ditembak polisi karena mencoba kabur saat hendak ditangkap. Adapun Barang Bukti (BB) berupa motor Vario 150 Tahun 2018 Nopol N 6491 ABJ hasil curian dan kunci T sera motor merk Garuda tanpa nopol.

Tersangka AS alias Agus. (Ist)

Tersangka AS alias Agus. (Ist)

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa pada 30 Juni 2020 pukul 20.30, Agusb bersama 2 temannya BG dan SJ (DPO) mengendarai motor boncengan tiga. Seaampainya di kawasan Jl Kaliurang Barat Gang I, Kota Malang, mereka melihat motor Vario Nopol N 6491 ABJ milik Salim Rizal (30) warga sekitar, terparkir depan rumah.

Agus kemudian turun dari motor melakukan aksinya merusak rumah kontak motor dengan menggunakan kunci T. Aksi itu berjalan mulus, Agus kemudian membawa motor tersebut pulang ke rumahnya di Jl Muharto. Nopol motor diganti menjadi S 5921 RI dengan menghilangkan jejak.

Sementara itu, Salim karena telah kehilangan motor, dia segera saja melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mendapati nama Agus.

Akhir pekan lalu, petugas melakukan penangkapan terhadap Agus. Namun saat itu Agus tidak langsung menyerah. Melainkan malah mencoba kabur dari kepungan polisi. Karena kuatir Agus berhasil kabur, terpaksa petugas melakukan tindakan tegas melakukan penembakan. Agus akhirnya tersungkur setelah satu peluru petugas mengenai kaki kanannya.

Kepada petugas, Agus mengaku baru sekali ini melakukan aksi Curanmor. Rencananya motor tersebut akan digunakan sendiri. Atas perbuatannya itu, selain masih merasakan sakit pada kaki kanannya, Agus juga harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangkadikanakan Pasal 363 KUHP.

“Tersangka kami amankan karena kasus curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler