Connect with us

Komunikasi Sosial

Sambangi Lapas Klas I Malang, D’Kross Sampaikan Salam Perdamaian

Diterbitkan

||

Sambangi Lapas Klas I Malang, D'Kross Sampaikan Salam Perdamaian

Memontum Kota Malang – Menyampaikan pesan perdamaian, seperti itulah misi yang diusung oleh D’Kross saat berkunjung ke Lapas Klas I Malang, Jawa Timur pada Jumat (15/11/2019). Dalam lawatannya tersebut, D’Kros yang hadir dengan dpimpin langsung oleh Ade Herawanto selaku frontman disambut oleh Kalapas Klas I Malang, Anak Agung Gde Krisna serta jajaran stafnya.

Kedatangan tamu undangan juga langsung disambut oleh penampilan grup band MakaryoMan, band binaan Lapas Klas I Malang yang personelnya juga merupakan warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, D’Kross juga memberikan tali asih kepada Lapas Klas I Malang berupa beberapa perlengkapan musik, baju dan beberapa album D’Kross. Frontman D’Kross, Ade Herawanto mengatakan, tali asih dan bantuan berupa perlengkapan musik yang diberikan tersebur, merupakan satu bentuk dukungan bagi warga binaan agar terpicu untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

“Disini ada MakaryoMan, grup band binaan Lapas Klas I Malang. Ini menjadi bukti, bahwa kawan-kawan disini yang sedang menjalani masa tahanan sebenarnya memiliki bakat dan potensi pada dirinya masing-masing untuk bisa dikembangkan,” ujar pria yang akrab disapa Sam Ade ini.

Untuk itu, dengan bantuan yang diberikan ia bermaksud untuk memberi dukungan kepada seluruh warga binaan agar mau untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dan tetap berkarya.

“Saya rasa sepertinya tidak hanya MakaryoMan, saya yakin warga binaan di Lapas Klas I Malang ini pasti juga memiliki potensinya masing-masing. Untuk itu saya harap semua (warga binaan) bisa tetap bersemangat untuk menggali potensi yang dimiliki,” ujar Sam Ade dalam arahannya.

Sementara itu, Kalapas Klas I Malang, Anak Agung Gde Krisna menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak dalam hal pembinaan.

“Terima kasih atas kunjungannya kepada D’Kross, dan ini menjadi bukti bahwa warga malang juga turut andil dalam pembinaan. Saya tetap berharap adanya dukungan dari berbagai pihak dalam hal ini, terlebih bagi warga Malang. Harapannya, agar tercipta suasana yang nyaman, dan untuk warga binaan bisa lebih cepat menyeleasaikan masa tahanan. Dengan demikian, harapannya, saat kembali di tengah masyarakat, bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” jelas Agung.

Agung juga mengatakan, saat ini dirinya beserta seluruh jajaran dan staf Lapas Klas I Malang terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan di dalam Lapas maupun di luar Lapas. Selain itu, dirinya juga ingin melakukan semacam publikasi tentang hal-hal positif yang ada di dalam Lapas.

“Salah satunya melalui MakaryoMan, yang sudah melakukan show di luar. Dan itu akan terus kami lakukan, kami juga ingin memberitahukan kepada masyarakat luas, bahwa warga binaan ini telah berubah menjadi lebih baik. Dan semoga masyarakat bisa menerima rekan-rekan setelah selesai menjalani masa tahanan. Mudah-mudahan, dengan kerjasama dari segala pihak, bisa menjadi dukungan untuk bersama membangun Lapas Klas I Malang menjadi lebih baik,” pungkas dia.

Bersama crew D’Kros yang lainnya, Ade Herawanto pun juga menyempatkan diri untuk berkolaborasi dengan MakaryoMan membawakan beberapa buah lagu untuk semakin memeriahkan kesempatan pada sore hari itu. (iki/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

d’Kross Tuntaskan Tur Konser Silaturahmi Bali & Lombok

Diterbitkan

||

d'Kross Tuntaskan Tur Konser Silaturahmi Bali & Lombok

Memontum Kota Malang – Band kebanggaan arek-arek Malang, d’Kross baru saja menuntaskan rangkaian konser tur silaturahmi ke Indonesia Tengah akhir pekan kemarin. Tak tanggung-tanggung, dua wilayah sekaligus disambangi d’Kross yang dikomandani langsung oleh sang frontman, Sam Ade.

Silaturahmi keluarga besar Arema di luar Malang sudah jadi tradisi Sam Ade, sapaan akrab Ir H Ade Herawanto MT kemanapun melanglang buana. Termasuk ketika berkesempatan menyapa nawak-nawak dan dulur Arema Dewata di Bali.

Ketika berkumpul di Mall Park Denpasar akhir pekan kemarin, kehadiran Sam Ade dan rombongan d’Kross sukses mencairkan suasana. Tak ada sekat. Nuansa kebersamaan dan seduluran sangat terasa.

Pria yang kesehariannya menjabat Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang itu bahkan tampil menghibur dengan bernyanyi bersama sahabatnya, Richard D’Gilis, penyanyi reggae terkemuka yang juga dari komunitas reggae Bali.

Richard D’Gilis yang terkenal dengan sederet lagu reggae, di antaranya ‘Good Day’ itu tak sekadar nyanyi tapi juga merasakan atmosfer persaudaraan. Tak hanya itu, perwakilan pejabat Pemkab Badung, Ir Anak Agung Gede Agung Dalem MT juga hadir bersama istri dan anaknya. Salah satu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Badung itu merupakan sahabat Sam Ade sewaktu kuliah di UGM, Jogjakarta.

“Bertemu dengan Aremania di manapun sudah sering saya lakukan. Sewaktu ada kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun keluarga saat Sabtu dan Minggu, saya sempatkan silaturahmi dengan siapa saja, terutama kantong Arema di Indonesia bahkan dunia,” ujar Sam Ade d’Kross yang dikenal sebagai tokoh Aremania.

Pejabat yang juga musisi itu memang punya prinsip menjaga seduluran. Menurut dia, setiap silaturahmi rasanya menyehatkan.

“Silaturahmi itu bahagia, awet muda. Tentu silaturahmi secara langsung, bukan di dunia maya maupun gadget,” seru penghobby olahraga ekstrem ini.

Saat memberikan sambutan di depan Arema Dewata, Sam Ade titip pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ini penting bagi kita. Kita selalu santun di rantau, jaga seduluran,” pesannya.

“Kami sangat senang karena bisa berkomunikasi dengan sesama Arek Malang,” sambut Ketua Umum Arema Dewata, Harry Dawir.

Apalagi jumlah anggota Arema Dewata terbilang banyak. Anggota yang memiliki kartu tanda anggota (KTA) saja mencapai 1.051 orang.

“Kalau jumlah secara keseluruhan, Arema yang ada di Bali mencapai lebih dari 5.000 orang,” katanya sembari mengatakan Arema Dewata tersebar di 13 korwil. Selain Dawir, ada juga sang wakil ketua Sam Anto, sekretarisnya Sam Dodik dan Sam Irul yang menyambut d’Kross di Bali.

Arema Dewata lanjut Dawir, beraktivitas sesuai visi. Yakni sosial, olahraga dan keagamaan. Untuk kegiatan sesuai visi sosial, lanjut pria asal Jodipan ini, di antaranya membantu anggota yang sakit hingga membantu mengurus anggota yang meninggal dunia.

“Kami juga punya ambulans. Gratis untuk anggota yang membutuhkan,” kata pria 59 tahun ini. Sedangkan untuk kegiatan agama di antaranya menggelar istighotsah bersama.

Sayang, kebersamaan itu tak cukup lama. Karena d’Kross sudah ditunggu rekan-rekan lainnya di Gili Trawangan keesokan harinya. Hari berganti, rombongan d’Kross bergeser menyeberang ke Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Arek Malang dan sejumlah tokoh terkemuka NTB sudah menanti.

Benar saja, kehadiran d’Kross disambut antusias Arema Lombok, anggota komunitas Gili Feature, sejumlah tokoh hingga turis mancanegara. Apalagi Sam Ade d’Kross datang bersama sahabatnya, Richard D’Gilis yang ikut serta.

Tokoh-tokoh yang ikut menyambut Sam Ade d‘Kross di antaranya tokoh masyarakat Gili Trawangan, Haji Malik, Baso yang akrab disapa Pak Bro, Haji Saro dan tokoh-tokoh pemuda setempat dari Komunitas Gili Feature. Di antaranya Weis, Rudi, Tole dan lainnya.

Rombongan juga disambut pembina d’Kross yang juga menjabat Kabinda NTB, Wahyudi. Sam Yudi, sapaan akrab Wahyudi bersama jajarannya lebih dulu menyeberang dari Mataram ke Pulau Gili Trawangan. Ia sekaligus mewakili Arema Lombok.

“Tujuan kami ke sini sama dengan silaturahmi di Bali. Menjalin persaudaraan. Kami senang karena disambut dengan sangat baik,” kata Sam Ade d’Kross.

Alumni SMAN 3 Malang ini mengapresiasi penyambutan mereka yang dikemas penuh kehangatan. Apalagi hadir juga tokoh masyarakat setempat, Haji Malik yang punya ribuan tanaman trembesi.

Sekretaris Komunitas Gili Feature, Bramanti Fauzal Nasution mengatakan, komunitas yang dibentuk itu diketuai Rangga Hessa. Mereka konsentrasi pada lingkungan hidup, pendidikan dan kebudayaan.

“Anggota komunitas tidak hanya seniman, tapi juga pengusaha, guru dan profesi lain yang tinggal disini,” terangnya. Untuk gerakan lingkungan di antaranya melakukan bersih – bersih pantai, upaya perlindungan penyu hingga tanam pohon kelapa.

Kehadiran d’Kross di Gili Trawangan mengundang perhatian wisatwan asing. Mereka terkagum-kagum. Salah satunya disampaikan Roxanne, vlogger asal Australia.

“d’Kross adalah band yang hebat. Mereka semua adalah musisi yang baik dengan sikap positif. Saya sangat menikmati jamming bersama mereka di Gili Trawangan,” kata Roxanne.

Dia sangat terkesan dengan penampilan d’Kross di Gili Trawangan, bahkan senang bisa ngejam bareng.

“Mereka telah bercerita banyak tentang kota asal mereka, Malang. sebagai seorang vlogger perjalanan, saya berharap bisa segera berkunjung ke sana,” ungkapnya antusias.

Begitulah perjalanan d’Kross di Bali dan Lombok. Hangat dan bersahabat. Berkesan dan sulit dilupakan. Namun satu yang pasti, misi menyambung silaturahmi dan melantunkan kabar perdamaian seantero negeri sukses dijabani. (*yan)

 

Lanjutkan Membaca

Komunikasi Sosial

Inkindo Bagikan 1000 Sembako

Diterbitkan

||

Inkindo bagikan 1000 peket sembako. (ist)
Inkindo bagikan 1000 peket sembako. (ist)

Memontum Kota Malang – Sebanyak 1000 paket sembako dibagikan oleh Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) kepada masyarakat kurang mampu di wilayah kelurahan Lesanpuro, Buring dan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (30/11/2019) siang.

Suasana bahagia terlihat dalam memperingati hari ulang tahun ke 37 Inkindo.

Hal ini tentunya karena dilaksanakan dengan cara berbakti sosial ke masyarakat kurang mampu. Awalnya hanya 500 paket sembako yang akan dibagikan. Namun partisipasi anggota terus berdatangan hingga terkumpul 1000 paket untuk dibagikan.

“Kita sampaikan kepada anggota yang lain ternyata sumbangan terus berdatangan sehingga terkumpul hingga 1.000 paket sembako yang akan kita bagikan pagi hari ini,” ujar Ketua DPP Inkindo Jawa Timur, Adi Prawito.

Sebelumnya, falam merayakan HUT ke 37, Inkindo sedah melakukan serangkaian kegiatan termasuk seminar, penataran kode etik dan beberapa kegiatan lain.

“Setiap peringatan HUTnya, Inkindo melaksanakan kegiatan yang berbeda-beda. Jika kali ini pembagian 1.000 paket sembako, Inkindo juga pernah melaksanakan dalam bentuk donor darah, pengobatan gratis dan kegiatan sosial lainnya yang diharapkan akan meningkatkan jiwa sosial anggota Inkindo di Jawa Timur ini,” ujar Adi.

Pembagian 1000 paket sembako ini tampak sesuai rencana. Mereka tampak kompak membagikan paket kepada masing-masing warga yang berhak menerima. Mereka terlihat sangat bersemangat meskipun di bawah terik matahari.

“Kegiatan- kegiatan sosial ini diharapkan akan terus meningkat dan menjadikan anggota semakin kompak dan solid,” ujar Adi.

Lastri, salah satu penerima paket sembako merasa sangat senang atas kepedulian Inkindo.

“Terimakasih Inkindo, semoga kebaikan ini dibalas kebaikan yang berlimpah ruah oleh Allah SWT, aamiin,” ujar Lastri.(gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Komunikasi Sosial

Komunitas Polri Pecinta Masjid, Berkeliling Bagikan Makanan Warga Kurang Mampu

Diterbitkan

||

Komunitas Polri Pecinta Masjid, Berkeliling Bagikan Makanan Warga Kurang Mampu

Memontum, Kota Malang – Anggota Polres Malang Kota yang tergabung dalam Komunitas Polri Pecinta Masjid, Jumat (22/11/2019) pagi, berkeliling jalan kaki membagikan nasi bungkus kepada sejumlah warga yang membutuhkan atau kurang mampu yang berada di jalanan sekitaran Jl Belakang RSSA, Kahuripan hingga Jl Trunojoyo serta beberapa lokasi lainnya di Kota Malang.

Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian anggota Polres Malang Kota terhadap sesama.

Komunitas Polri Pecinta Masjid saat membagikan makanan kepada warga yang kurang mampu. (ist)

Komunitas Polri Pecinta Masjid saat membagikan makanan kepada warga yang kurang mampu. (ist)

Mereka sebelumnya berjamaah di Masjid Jendral Ahmad Yani Jl Kahuripan. Usai melaksanakan Sholat berjamaah mereka kemudian berjalan kaki bersama-sama untuk membagikan nasi bungkus.

Mereka membangunkan warga yang tiduran di emperan toko untuk diberikan sarapan pagi. Para tukang becak dan warga lainnya yang dijumpai di jalanan usai Subuh.

Bentuk kegiatan kepedulian ini mendapat apresiasi dari warga yang melihatnya. Selain itu juga diharapkan bisa menuralkan kebaikan ini kepada seluruh masyarakat untuk selalu peduli terhadap sesama.

Wakapolres Malang Kota Kompol Ari Tristiwan SH SIK, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian anggota polres malang kota terhadap sesama. Karena dengan berbagi diharapkan akan dapat sedikit meringankan dan membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat kepada orang yang membutuhkan. Kagitan ini akan diupayakan bisa terus berjalan,” ujar Kompol Ari.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni mengatakan bahwa kegiatan ini akan rutin dilaksanakan.

“Mungkin nantinya bisa dilaksanakan secara rutin. Ini adalah inisiatif anggota yang ingin berbagi. Anggota yang ingin berbagi langsung diajak kumpul di lokasi untuk bersama-sama membagikan makanan,” ujar Ipda Marhaeni. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler