Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Raih Anugerah Ki Hajar 2019 Kategori Madya

Diterbitkan

||

Kota Malang Raih Anugerah Ki Hajar 2019 Kategori Madya

Memontum Jakarta – Setelah melalui proses pemaparan secara langsung oleh Walikota Sutiaji serta uji petik lapangan, pada akhirnya kota Malang berhasil meraih Anugerah Ki Hajar Tahun 2019 untuk kategori Madya. Sebuah anugerah tertinggi untuk kinerja pengembangan pembelajaran serta pendidikan berbasiskan Teknologi Informatika dan Komputer (TIK). Gelaran penganugerahan dihelat di Balai Kartini, Jakarta (14/11/2019).

Anugerah Ki Hajar diterima Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, yang sebelumnya diawali dengan penyampaian komitmen kota Malang dalam memajukan pendidikan berbasis TIK oleh Wawali pada forum share bersama media dan para pemangku pendidikan.

Sebagaimana diinformasikan Gogot Suharwoto, Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dari 155 daerah yang masuk dalam proses seleksi penilaian Ki Hajar Award, menyusut tinggal 34 daerah, dengan rincian 7 Provinsi dan 27 kota/kabupaten. Setelah melalui screening, terpilih 16 daerah peraih Anugerah Ki Hajar, yakni Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Utara, kota Malang, kota Surabaya, kota Bandung, kota Semarang, kota Banda Aceh, Kabupaten Badung, Kota Banjarbaru, kabupaten Kutai Timur, kabupaten Gowa, kabupaten Deli Serdang, kota Yogyakarta, kabupaten Maluku Tenggara, kota Jayapura, dan kabupaten Gunung Kidul.

Didik Suhardi, Sekjen Kemendikbud, mewakili Mendikbud Nadiem Makarim, menegaskan IT dalam proses belajar tidak bisa ditawar tawar lagi. Akan sangat rugi apabila (pemerintah) tidak mempersiapkan dan mewadahinya. Kita dorong anak anak menggunakan IT dengan penuh bijak serta tanggung jawab.

Salah satu wujud komitmen pemanfaatan IT dalam proses ajar, Kemendikbud melaunching aplikasi Rumah Belajar. Aplikasi ini menjadi portal unggulan Kemendikbud, didalamnya tersaji antara lain sumber belajar, laboratorium maya, buku sekolah elektronik, pengembangan keprofesian berkelanjutan dan peta budaya. Rumah Belajar juga menampung ragam karya kreatif komunitas.

“Atas nama Bapak Sutiaji, Walikota Malang, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas keberhasilan kota Malang dalam meraih Anugerah Ki Hajar. Ini bagian dari aktualisasi kami dalam mewujudkan misi pemajuan bidang pendidikan kota Malang, baik dalam koridor pelayanan, penguatan infrastruktur hingga membangun ekosistem pendidikan yang mengikuti era digital maupun 4.0, “ujar Sofyan Edy disela sela inagurasi anugerah Ki Hajar.

Ditambahkan pria ramah ini, gagasan Anugerah Ki Hajar makin menegaskan pentingnya daerah untuk menangkap sekaligus mengeksplorasi potensi sumber daya insani di bidang TIK maupun industri kreatif. Itu sejalan dengan apa yang ditekankan Presiden Jokowi pada Rakornas Kabinet Indonesia Maju kemarin (rabu, 13/11 ’19), bahwa perlu terus didorong langkah transformasi dari pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam menuju pengembangan ekonomi berbasis jasa dan kreatifitas. Imbuh Wawali Sofyan Edy.

Penghargaan membanggakan juga diterima siswa SMK Telkom Malang, atas nama Hafiz Naufal Rahman yang berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019 Kategori Pelajar. Lomba ini merupakan lomba aplikasi mobile edukasi yaitu aplikasi yang mengandung unsur pendidikan dan bisa dijalankan melalui smartphone.

Hafiz berusaha menciptakan aplikasi yang membuat generasi milenial melek budaya, terutama dengan bahasa jawa. Peserta Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019 kategori pelajar ini memilih tema sosial budaya dalam menjajal kemampuannya untuk memprogram aplikasi media belajar yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tak salah, Hafiz yang memilih masuk SMK dengan jurusan rekayasa perangkat membuktikan kemampuannya.

Hafiz mencetuskan nama aplikasi yaitu Sibowo (Sinau Bahasa Jowo), yang memiliki berbagai macam fitur bahasa jawa. Mulai dari kosakata jawa, pribahasa, penerjemah, penggunaan Bahasa jawa serta kuis yang sudah satu paket dalam aplikasi. Pembuatan aplikasi pun terbilang singkat yang hanya berdurasi 1 bulan, lalu ia ikut sertakan dalam lomba. Untuk target pasar Sibowo yaitu pelajar SD hingga pelajar SMA yang akan menjadi sasaran dalam penggunaan aplikasi.(*yan)

 

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Imbang antara Pemahaman dan Amaliyah

Diterbitkan

||

Walikota Sutiaji Imbang antara Pemahaman dan Amaliyah

Memontum Kota Malang – Walikota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan pentingnya keberimbangan hidup dalam acara pelantikan dan Deklarasi Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama (ADN).

“Kita ingat bahwa Nahdlatul Ulama didirikan adalah ingin bagaimana berberlakuan pemahaman dan amaliyah baik vertikal maupun horisontal adalah imbang. Merah dan putih garisnya, kapan kita merah, kapan kita putih,” ujarnya Minggu (5/7/2020).

Drs H Nur Salam M.Pd resmi dikukuhkan ketua umum ADN Divisi III Jawa Timur masa khidmat 2020-2025 di ruang sidang Balaikota Malang dan dengan video conference dari berbagai tempat. Hadir pada kegiatan ini Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (Han) Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf. Tommy Anderson, Pengurus PCNU dan ADN Divisi III Jawa Timur yang dilantik.

ADN ini merupakan suatu aliansi yang mengusung semangat kebangkitan dari para dosen guna memerangi radikalisme di lingkungan perkuliahan, hal ini penting karena mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai agen-agen perubahan nantinya tidak terpengaruh maupun terpapar paham radikalisme

“Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama mudah-mudahan menjadi rajutan kekuatan-kekuatan yang luar biasa dan bagaimanan bisa menyambung semua potensi ini menjadi satu kekuatan yang luar biasa mempertahankan NKRI,” ujar Walikota Malang.

“Ini yang harus bersama-sama saling kita kuatkan. Bahwa sesungguhnya PR kita luar biasa susahnya. Bagaimana menjaga NKRI, bagaimana merah putih yang sudah berkibar sekian lama mampu bertahan bukan hanya simbol,” ujar Pak Aji.

Selanjutnya Pangdivif 2 Kostrad sambutannya menyampaikan dukungannya, “Divisi Infanteri 2 Kostrad senantiasa akan memberikan dukungan guna tercapainya tujuan Aliansi Dosen Nahada, untuk bersama-sama mengawal dan menjaga generasi muda penerus bangsa yang memiliki kesetiaan terhadap Ideologi Pancasila dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Tri Yuniarto. (*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Tinjau Lokasi Pelaksanaan UTBK di Kota Malang

Diterbitkan

||

Walikota Sutiaji Tinjau Lokasi Pelaksanaan UTBK di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Hari pertama pelaksanaan UTBK di Kota Malang di mulai hari ini. Walikota Malang, H. Sutiaji meninjau langsung kesiapan Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Malang hari Minggu (5/7/2020).

“Kunjungan saya kali ini, untuk memastikan apakah protokol kesehatan Covid-19 telah diterapkan dengan baik, sesuai dengan surat permohonan yang diajukan beberapa waktu lalu,” ujar Walikota Sutiaji.

Walikota Sutiaji tak ingin UTBK menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Sehingga ia menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan UTBK. Bayangan saya sebelumnya, lanjut Sutiaji ada penumpukan peserta ketika menaiki lift, ternyata sudah difilter dengan baik. Secara keseluruhan sudah bisa diatur dengan bagus.

Walikota Sutiaji meninjau mulai tahapan peserta datang, cuci tangan, di thermo gun, meletakkan tas, menggunakan sarung tangan dan masker medis bukan kain, masuk ruang transit, antrian masuk lift/ruangan, hingga duduk di depan komputer.

“Di FK tadi sudah bagus dan bisa diseragamkan untuk semua gedung. Contohnya di Filkom, ketika transit seharusnya tas sudah tidak dibawa, tinggal masuk ruangan saja. Dan tas tidak boleh ditumpuk, agar tidak terjadi transmisi antar tas,” imbuhnya.

Sutiaji juga menambahkan bahwa penggunaan komputer antara sesi pertama dan sesi kedua dapat bergantian. Artinya komputer yang digunakan pada sesi pertama dan sesi kedua itu berbeda sehingga dapat menghindari transmisi virus melalui komputer, penyemprotan desinfektan pun akan lebih maksimal.

Jumlah pendaftar UTBK di UB adalah 19.859 orang, dengan menggunakan 56 ruang lab komputer dan 2.180 komputer yang terbagi ke dalam 17 lokasi di dalam Kampus UB. Dimana penggunaan komputer harus separuh ruangan, seperti 20 komputer hanya dipakai 10 komputer per sesi berdasarkan jarak. Dengan waktu sesi pertama pada pukul 09.00-11.15, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 WIB.

Sama halnya dengan pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Malang. Satu ruangan maksimal hanya di isi oleh 15 peserta, dengan tujuan untuk menjaga physical distancing pada masing-masing peserta. Didampingi oleh Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol. (Inf) Tommy Anderson, Walikota Sutiaji mengunjungi UM dan berdialog dengan Rektor UM sesaat sebelum sesi kedua pukul. 14.00 WIB di mulai. (*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kota Malang Zona Merah, Ciduk 3 Warga Reaktif, Jukir Masuk Isolasi, Warung Ditutup

Diterbitkan

||

Kota Malang Zona Merah, Ciduk 3 Warga Reaktif, Jukir Masuk Isolasi, Warung Ditutup

Memontum Kota Malang – Waspada bagi warga kota Malang, karena kota Malang kembali masuk zona merah. Artinya, angka kasus terus merangkak naik. Dalam 2 (dua) hari saja bertambah 31 kasus (3 dan 4 juli 2020).

“Ini tidak boleh dilihat sebagai hal biasa, atau sesuatu yang normal. Kalau itu yang muncul dibenak warga kota, maka tinggal tunggu waktu satu persatu akan bertumbangan,” ungkap prihatin Walikota Malang Sutiaji merespon peningkatan kasus di kota Malang.

Up date data covid 19 kota Malang per 4 Juli, bertambah 14 kasus sehingga total kasus covid 19 kota Malang sebanyak 248 kasus dengan rincian 21 meninggal, 65 sembuh dan 162 dirawat.

Penambahan 14 angka kasus tersebar pada 5 wilayah kecamatan, yakni 2 warga Klojen (L/31 tahun dan P/36 tahun), 4 warga Sukun (P/57 tahun, P/56 tahun/meninggal, P/57 tahun, P/76 tahun/meninggal), 3 warga Blimbing (P/50 tahun, P/51 tahun, P/38 tahun), 1 warga Lowokwaru (P/34 tahun), dan 4 warga Kedungkandang (P/35 tahun, L/66 tahun, L/72 tahun/meninggal, 1 warga Sawojajar).

Sementara itu, operasi gabungan hari kedua digelar, pasca ditetapkannya kota Malang kembali zona merah oleh Pemprov Jatim. Target operasi tempat tongkrongan. Hasilnya, tim kembali “mengangkut” warga yang kedapatan reaktif test rapid. Menyasar warung kopi di kawasan jalan Terusan Candi Mendut, Sabtu (4/7/2020) dari 91 yang dirapid kedapatan 2 reaktif yang meliputi 1 pengunjung (L/26 tahun) dan 1 jukir (L/27 tahun).

“Keduanya kita bawa dan kita amankan di rumah isolasi. Untuk berapa lama, tentu sampai keluar hasil swab. Dan sampai hari ini sudah 3 orang yang kita masukkan,” info Sekkota Malang Wasto yang hadir bersama Kapolresta Kota Malang Kombes Leo Simarwata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol (Inf) Tommy Anderson.

Ditambahkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Kota Malang tersebut, jukir bagian yang tidak terlepas dari manajemen usaha. Maka begitu ada salah satu yang reaktif, maka tempat usaha ditutup selama 5 lima hari dan dilakukan sterilisasi.(*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler