Connect with us

Pemerintahan

Fraksi PKS Kota Malang Desak Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Kerusakan Jembatan Muharto

Diterbitkan

||

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono (kanan) dan Sekretaris Fraksi PKS Ahmad Fuad Rahman (kiri)
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono (kanan) dan Sekretaris Fraksi PKS Ahmad Fuad Rahman (kiri)

Memontum Kota Malang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi PKS mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk dapat memberi perhatian khusus dalam menyikapi kerusakan jembatan Muharto. Hal itu disampaikan melalui surat edaran yang diterbitkan pada tanggal 12 November 2019, dan ditandatangani oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono dan Sekretaris Fraksi PKS Ahmad Fuad Rahman.

“Berdasarkan hasil laporan masyarakat serta hasil kajan internal dan tinjauan lapang dari Fraksi PKS Kota Malang terhadap permasalahan atas kerusakan Jembatan Muharto yang cukup serius di bagian kerangka jembatan, bahkan bagian peryangga yang terbuat dari baja juga sudah mengalami kerapuhan,” ujarnya dalam Surat Edaran tersebut.

Dalam surat edaran tersebut, Fraksi PKS menyebutkan beberapa poin yang berisi sikapnya terkait kerusakan pada Jembatan Muharto.

Yang pertama adalah, menuntut Pemkot Malang untuk segera menyatakan bahwa kerusakan Jembatan Muharto sudah masuk ke tahap darurat dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu Walikota harus memberikan perhatian khusus dan serius terhadap penanganannya.

Kemudian juga menuntut Pemkot Malang untuk segera melakukan tindakan yang cepat, taktis dan efektif agar kerusakan jembatan Muharto tidak semakin meresahkan pengguna jalan. Potensi kecelakaan bisa sangat tinggi jika permasalahan ini tidak sesegera mungkin diselesaikan.

Sikap selanjutnya yaitu, meminta Pemkot Malang harus segera memasang penyanggah jembatan paling lambat awal bulan Desember untuk memperkuat struktur jembatan dan mengantisipasi volume kendaraan yang tinggi di akhir tahun.

Yang keempat yaitu, Menuntut Permerintah Kota Malang untuk segera mengusahakan solusi alternatif jangka pendek dengan menyewa atau menyediakan jembatan balley agar dapat mengarntiSipas permasalahan tersebut sesegera mungkin.

Dan poin yang kelima yaitu solusi jangka panjang dapat dilaksanakan dengan melakukan perbaikan Jembatan
Muharto secara menyeluruh dan melakukan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Pusat untuk depat sesegera mungkin melakukan perbaikan Jembatn Muharto.

Untuk diketahui, Pemkot Malang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah beberapa memasang portal untuk mencegah melintasnya kendaraan bertonase berat di Jembatan Muharto. Hal itu mengingat kondisi jembatan Muharto yang terlihat tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan bertonase berat, karena juga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan.

Namun portal yang dipasang juga telah beberapa kali rusak bahkan roboh, yang tidak diketahui apakah robohnya tersebut karena disengaja atau tidak. Sebelumnya, berdasarkan cek uji forensik yang dilakukan, diketahui kekuatan jembatan Muharto saat ini hanya tinggal 40 persen.

Kekhawatiran akan membahayakan pengguna jalan juga timbul mengingat jalan tersebut merupakan salah satu ruas jalan dengan aktifitas lalu lintas kendaraan yang padat. (iki/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Imbang antara Pemahaman dan Amaliyah

Diterbitkan

||

Walikota Sutiaji Imbang antara Pemahaman dan Amaliyah

Memontum Kota Malang – Walikota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan pentingnya keberimbangan hidup dalam acara pelantikan dan Deklarasi Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama (ADN).

“Kita ingat bahwa Nahdlatul Ulama didirikan adalah ingin bagaimana berberlakuan pemahaman dan amaliyah baik vertikal maupun horisontal adalah imbang. Merah dan putih garisnya, kapan kita merah, kapan kita putih,” ujarnya Minggu (5/7/2020).

Drs H Nur Salam M.Pd resmi dikukuhkan ketua umum ADN Divisi III Jawa Timur masa khidmat 2020-2025 di ruang sidang Balaikota Malang dan dengan video conference dari berbagai tempat. Hadir pada kegiatan ini Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (Han) Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf. Tommy Anderson, Pengurus PCNU dan ADN Divisi III Jawa Timur yang dilantik.

ADN ini merupakan suatu aliansi yang mengusung semangat kebangkitan dari para dosen guna memerangi radikalisme di lingkungan perkuliahan, hal ini penting karena mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai agen-agen perubahan nantinya tidak terpengaruh maupun terpapar paham radikalisme

“Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama mudah-mudahan menjadi rajutan kekuatan-kekuatan yang luar biasa dan bagaimanan bisa menyambung semua potensi ini menjadi satu kekuatan yang luar biasa mempertahankan NKRI,” ujar Walikota Malang.

“Ini yang harus bersama-sama saling kita kuatkan. Bahwa sesungguhnya PR kita luar biasa susahnya. Bagaimana menjaga NKRI, bagaimana merah putih yang sudah berkibar sekian lama mampu bertahan bukan hanya simbol,” ujar Pak Aji.

Selanjutnya Pangdivif 2 Kostrad sambutannya menyampaikan dukungannya, “Divisi Infanteri 2 Kostrad senantiasa akan memberikan dukungan guna tercapainya tujuan Aliansi Dosen Nahada, untuk bersama-sama mengawal dan menjaga generasi muda penerus bangsa yang memiliki kesetiaan terhadap Ideologi Pancasila dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Tri Yuniarto. (*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Tinjau Lokasi Pelaksanaan UTBK di Kota Malang

Diterbitkan

||

Walikota Sutiaji Tinjau Lokasi Pelaksanaan UTBK di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Hari pertama pelaksanaan UTBK di Kota Malang di mulai hari ini. Walikota Malang, H. Sutiaji meninjau langsung kesiapan Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Malang hari Minggu (5/7/2020).

“Kunjungan saya kali ini, untuk memastikan apakah protokol kesehatan Covid-19 telah diterapkan dengan baik, sesuai dengan surat permohonan yang diajukan beberapa waktu lalu,” ujar Walikota Sutiaji.

Walikota Sutiaji tak ingin UTBK menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Sehingga ia menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan UTBK. Bayangan saya sebelumnya, lanjut Sutiaji ada penumpukan peserta ketika menaiki lift, ternyata sudah difilter dengan baik. Secara keseluruhan sudah bisa diatur dengan bagus.

Walikota Sutiaji meninjau mulai tahapan peserta datang, cuci tangan, di thermo gun, meletakkan tas, menggunakan sarung tangan dan masker medis bukan kain, masuk ruang transit, antrian masuk lift/ruangan, hingga duduk di depan komputer.

“Di FK tadi sudah bagus dan bisa diseragamkan untuk semua gedung. Contohnya di Filkom, ketika transit seharusnya tas sudah tidak dibawa, tinggal masuk ruangan saja. Dan tas tidak boleh ditumpuk, agar tidak terjadi transmisi antar tas,” imbuhnya.

Sutiaji juga menambahkan bahwa penggunaan komputer antara sesi pertama dan sesi kedua dapat bergantian. Artinya komputer yang digunakan pada sesi pertama dan sesi kedua itu berbeda sehingga dapat menghindari transmisi virus melalui komputer, penyemprotan desinfektan pun akan lebih maksimal.

Jumlah pendaftar UTBK di UB adalah 19.859 orang, dengan menggunakan 56 ruang lab komputer dan 2.180 komputer yang terbagi ke dalam 17 lokasi di dalam Kampus UB. Dimana penggunaan komputer harus separuh ruangan, seperti 20 komputer hanya dipakai 10 komputer per sesi berdasarkan jarak. Dengan waktu sesi pertama pada pukul 09.00-11.15, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 WIB.

Sama halnya dengan pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Malang. Satu ruangan maksimal hanya di isi oleh 15 peserta, dengan tujuan untuk menjaga physical distancing pada masing-masing peserta. Didampingi oleh Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol. (Inf) Tommy Anderson, Walikota Sutiaji mengunjungi UM dan berdialog dengan Rektor UM sesaat sebelum sesi kedua pukul. 14.00 WIB di mulai. (*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kota Malang Zona Merah, Ciduk 3 Warga Reaktif, Jukir Masuk Isolasi, Warung Ditutup

Diterbitkan

||

Kota Malang Zona Merah, Ciduk 3 Warga Reaktif, Jukir Masuk Isolasi, Warung Ditutup

Memontum Kota Malang – Waspada bagi warga kota Malang, karena kota Malang kembali masuk zona merah. Artinya, angka kasus terus merangkak naik. Dalam 2 (dua) hari saja bertambah 31 kasus (3 dan 4 juli 2020).

“Ini tidak boleh dilihat sebagai hal biasa, atau sesuatu yang normal. Kalau itu yang muncul dibenak warga kota, maka tinggal tunggu waktu satu persatu akan bertumbangan,” ungkap prihatin Walikota Malang Sutiaji merespon peningkatan kasus di kota Malang.

Up date data covid 19 kota Malang per 4 Juli, bertambah 14 kasus sehingga total kasus covid 19 kota Malang sebanyak 248 kasus dengan rincian 21 meninggal, 65 sembuh dan 162 dirawat.

Penambahan 14 angka kasus tersebar pada 5 wilayah kecamatan, yakni 2 warga Klojen (L/31 tahun dan P/36 tahun), 4 warga Sukun (P/57 tahun, P/56 tahun/meninggal, P/57 tahun, P/76 tahun/meninggal), 3 warga Blimbing (P/50 tahun, P/51 tahun, P/38 tahun), 1 warga Lowokwaru (P/34 tahun), dan 4 warga Kedungkandang (P/35 tahun, L/66 tahun, L/72 tahun/meninggal, 1 warga Sawojajar).

Sementara itu, operasi gabungan hari kedua digelar, pasca ditetapkannya kota Malang kembali zona merah oleh Pemprov Jatim. Target operasi tempat tongkrongan. Hasilnya, tim kembali “mengangkut” warga yang kedapatan reaktif test rapid. Menyasar warung kopi di kawasan jalan Terusan Candi Mendut, Sabtu (4/7/2020) dari 91 yang dirapid kedapatan 2 reaktif yang meliputi 1 pengunjung (L/26 tahun) dan 1 jukir (L/27 tahun).

“Keduanya kita bawa dan kita amankan di rumah isolasi. Untuk berapa lama, tentu sampai keluar hasil swab. Dan sampai hari ini sudah 3 orang yang kita masukkan,” info Sekkota Malang Wasto yang hadir bersama Kapolresta Kota Malang Kombes Leo Simarwata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol (Inf) Tommy Anderson.

Ditambahkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Kota Malang tersebut, jukir bagian yang tidak terlepas dari manajemen usaha. Maka begitu ada salah satu yang reaktif, maka tempat usaha ditutup selama 5 lima hari dan dilakukan sterilisasi.(*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler