Connect with us

Hukum & Kriminal

Kasus Dana Hibah Rp 3 Miliar Unikama Kembali Dibuka, Siapa Tersangka Selanjutnya?

Diterbitkan

||

Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa bersama Kasi Pidsus Ujang Supriadi. (Ist)
Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa bersama Kasi Pidsus Ujang Supriadi. (Ist)

Memontum Kota Malang – Kasus dugaan korupsi dana hibah Dikti Tahun 2008 senilai Rp 3 miliar Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), nampaknya bakal dibuka kembali oleh Kejaksaan Negeri Kota Malang. Kasus ini sendiri, telah menyeret oknum Dosen Unikama Drs Parjito M.P (56) warga kawasan Tidar, Kecamatan Sukun, Kota Malang, untuk menjalani hukuman selama 5 tahun penjara.

Kejaksaan Negeri Kota Malang, menduga ada tersangka-tersangka lainnya, menginggat Parjito dalam putusan MA tanggal 15 Januari 2019, hanya disebut telah menikmati uang Rp 300 juta dari jumlah dana hibah Dirjen DIKTI 2008 senilai Rp 3 miliar. Lantas siapa sajakah yang menikmati uang tersebut hingga negara mengalami kerugian Rp 2 miliar.

Rencana kasus dugaan Korupsi Unikama ini akan dibuka kembali. Hal itu seperti yang dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH , pada Senin (11/11/2019) siang. Pihaknya sudah meminta Kasi Pidum, Ujang Supriyadi SH MH untuk membuka kembali kasus ini. ” Kita cari siapa saja yang berperan, perannya seperti apa dalam kasus itu,” ujar Andi.

Tentunya, selain nama Parjito, ada nama lain yakni AMS . Sampai saat ini, AMS masih bernafas.lega belum menjalani jeruji besi. Nama AMS pernah terdaftar sebagai orang yang dicari-cari petugas. Namun karena kemanusiaan, kejaksaan sempat menghentikan pencarian terhadap AMS karena kondisinya sakit saat itu.

Informasi Memontum, bahwa terkait dana hibah Dirjen DIKTi 2008, tersebut, Parjito selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dana hibah DIKTI tersebut diajukan untuk peningkatan SDM, menejemen program dan pembangunan gedung Multicultural Unikama. Namun ternyata ada uang yang tidak digunakan untuk keperuntukannya hingga negera mengalami kerugian sebesar Rp 2.091. 428.000. Ada beberapa orang yang menjadi tersangka, salah satunya adalah Parjito yang disebut-sebut menerima uang Rp 300 juta. Kasus ini baru mencuat sekitar Tahun 2013 -2014. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum & Kriminal

Tekan Laka Lantas Kota Malang, Empat Fokus Jadi Sasaran Tilang dalam Operasi Zebra Semeru 2022

Diterbitkan

||

oleh

Tekan Laka Lantas Kota Malang, Empat Fokus Jadi Sasaran Tilang dalam Operasi Zebra Semeru 2022

Memontum Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota Bakal menggelar Operasi Zebra Semeru 2022. Operasi Zebra Semeru 2022 yang memiliki tema ‘Tertib Berlalulintas Guna Mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang Presisi’ bakal dimulai 3 hingga 16 Oktober 2022.

Sebanyak sekitar 80 personel Polresta Malang Kota, akan dilibatkan dalam operasi ini. Dalam persiapannya, Polresta Malang Kota menggelar latihan pra Operasi Zebra Semeru 2022, yang di pimpin oleh Wakapolresta Malang Kota, Kompol Yuliati dan Kabagops Polresta Malang Kota, Kompol Supian, dengan diikuti semua personel yang terlibat operasi. Pelatihan ini, diselengarakan di Ballroom Sanika Satyawada Mapolresta Malang Kota, Jumat (30/09/2022) tadi.

Kegiatan Operasi Zebra Semeru 2022, ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan menjaga ketertiban lalu lintas di Kota malang. Tindakan yang akan dilakukan adalah penilangan secara elektronik pada pelanggaran lalu lintas dengan kategori seperti tidak menggunakan helm, anak di bawah umur, knalpot bising dan melawan arus.

Baca Juga :

Kompol Supian, selaku Karendalops, menjelaskan Operasi Zebra Semeru ini akan dilaksanakan selama 14 hari. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalulintas serta fatalitas kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

“Operasi Zebra Semeru ini akan dilaksanan secara humanis, persuasif dan edukatif guna membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi, mentaati segala peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Sasaran Operasi Zebra Semeru ini adalah segala potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran lalu lintas serta fatalitas kecelakaan lalulintas,” jelasnya. Harapannya setelah dilakukan Operasi Zebra Semeru ini, masyarakat lebih peduli tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Penemuan Bayi Laki-laki di Teras Rumah Warga Wonokoyo Gegerkan Warga Malang

Diterbitkan

||

oleh

Penemuan Bayi Laki-laki di Teras Rumah Warga Wonokoyo Gegerkan Warga Malang

Memontum Kota Malang – Bayi laki-laki ditemukan dalam kardus di teras depan rumah milik Leny Puspita (35), warga Jalan Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (30/09/2022) sekitar pukul 06.30.

Kejadian itu, membuat Leny merasa kaget hingga meminta tolong para tetangganya. Kejadian ini, pun juga membuat geger warga sekitar hingga memadati lokasi sekitar. Akibat kejadian itu, selanjutnya peristiwa pun dilaporkan ke RT/RW setempat dan Polsek Kedungkandang.

Informasi Memontum.com, sebelum kejadian, Leny baru saja pulang berbelanja. Dirinya kemudian masuk ke dalam rumah dan tidak menyadari, jika di terasnya ada kardus minuman yang berada di sofa teras rumahnya.

Tidak lama berselang, dirinya kembali keluar rumah dan melihat kardus tersebut. Karena penasaran, Leny berniat untuk mengecek. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata dalam kardus berisi bayi.

Baca juga:

“Saya kemudian meminta pertolongan ibu-ibu yang sedang mengantar anak sekolah,” ujar Leny.

Leny bersama ibu-ibu setempat, pun melakukan pengecekan hingga diketahui bahwa bayi tersebut berjenis kelamin laki laki dalam keadaan hidup. Diduga, bayi tersebut baru saja dilahirkan karena masih ada ari-arinya dengan bercak darah.

Petugas Polsek Kedungkandang segera tiba di lokasi kejadian. Takut terjadi apa-apa dengan kondisi bayi, segera saja membawa bayi ke Puskesmas Kedungkandang, untuk mendapatkan penanganan. Dalam pemeriksaan, salah satunya diketahui bahwa bayi memiliki berat 2,9 kilogram .

Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. “Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa para saksi di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kompol Agus Siswo. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polresta Malang Gelar Rakor Persiapan Rekor MURI Membatik Ciprat 500 Disabilitas

Diterbitkan

||

oleh

Polresta Malang Gelar Rakor Persiapan Rekor MURI Membatik Ciprat 500 Disabilitas

Memontum Kota Malang – Polresta Malang Kota bersama Kodim 0833 dan Pemkot Malang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (28/09/2022) tadi. Rakor tersebut, untuk persiapan agenda ‘Pemecahan Rekor MURI Membatik Ciprat Sepanjang 500 Meter oleh 500 Disabalitas’ yang akan diselenggarakan mengitari Alun-alun Tugu Kota Malang, Minggu (02/10/2022) lusa.

Agenda ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional, HUT ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Sebelumnya, agenda ini diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dandim 0833, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa mengatakan persiapan kegiatan ini telah mendekati 95 persen. “Untuk kekurangan akan kami penuhi saat eksekusi di lapangan nanti. Dari hasil rapat ini semua kami nyatakan siap sampai 95 persen. Sebanyak 594 masyarakat difabel telah terdaftar sebagai peserta. Mereka terdiri dari masyarakat Malang Raya, Blitar Raya dan Pasuruan,” ujar Dandim.

Baca juga :

Para peserta terbagi menjadi empat kelompok besar yang akan berbaur dari beberapa jenis disabilitas yang disandang. Untuk disabilitas yang disandang oleh peserta juga terbagi dalam empat klasifikasi. Yakni Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Daksa dan Disabilitas Intelektual.

Untuk pelatihan sebelum acara, dirinya menjelaskan sebanyak 200 difabel berikut dengan pendamping telah mengikuti pelatihan batik ciprat di Kodim 0833/Kota Malang pada Minggu (25/09/2022). “Nantinya, mereka yang telah mengikuti pelatihan akan mengajari kepada disabilitas lainnya. Dalam pemecahan Rekor MURI ini semua peralatan telah disiapkan oleh pihak panitia,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan ke depan bisa menjadi tolok ukur adanya kesetaraan antara difabel dan masyarakat pada umumnya. “Agenda ini agar semakin banyak masyarakat yang lebih peduli dengan rekan-rekan difabel. Selain itu, agenda ini dalam mengangkat kesetaraan dan derajat sesama dalam hidup dan berkehidupan di masyarakat. Agenda ini adalah benefit oriented. Jadi bertujuan untuk memberikan manfaat. Bukan profit oriented, yang bertujuan untuk laba secara ekonomis,” terangnya. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler