Connect with us

Hukum & Kriminal

Gara-Gara Kanopi, Rumah Clara Gopa Duo Semangka, Viral

Diterbitkan

||

HERAN : Bu Srihartini saat berada di depan rumahnya. (gie)
HERAN : Bu Srihartini saat berada di depan rumahnya. (gie)

Memontum, Kota Malang – Rumah Clara Gopa Duo Semangka di Jl Terusan Danau Paniai VI, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sejak 3 hari ini mendadak viral di media sosial Facebook. Yakni perihal kanopi yang terpasang di depan rumahnya.

Dalam foto yang beredar, Kanopi tersebut terpasang di jalan umum digunakan untuk menutupi mobil Pajero yang diparkir depan rumah.

Clara Gopa Duo Semangka

Clara Gopa Duo Semangka

Saat Memontum.com mendatangi rumah Clara Gopa di Jl Terusan Danau Paniai VI, mobil Pajero hitam tersebut sudah tidak tampak terparkir depan rumah.

Di bawah Kanopi tersebut hanya terdapat galon berisi air mineral dengan tulisan untuk umum. Tiba di rumah tersebut, Memontum.com ditemui Srihartini (63), ibunda Clara Gopa.

Wanita berjilbab itu sangat ramah mempersilahkan wartawan untuk masuk ke rumahnya. Dia kemudian bercerita bahwa Kanopi itu dipasang oleh almarhum suaminya bertahun-tahun lalu dan selama ini tidak ada masalah. Tetangga disini semuanya baik.

“Mobil lain milik tetangga juga bisa melintas jadi selama ini tidak ada masalah,” ujar Srihatini, Senin (4/11/2019) pukul 15.00.

Dia mengetahui kanopi di rumahnya mendadak viral di Facebook pada Sabtu (2/11/2019) malam.

“Saya diberitahu anak-anak kalau rumah kita terkait kanopi jadi pembicaraan di media sosial. Saya bicarakan dengan anak-anak, Mobil Pajero milik anak pertama saya saat ini sudah tidak di parkir lagi di depan rumah,” ujar Bu Ninik, panggilan akrab Suhartini.

Kendati mobil Pajero tersebut sudah tidak lagi di parkir depan rumah, namun Suhartini mencoba mempertahankan kanopi menjorok ke jalanan umum tersebut.

“Mobil tidak lagi kami parkir di depan rumah namun kanopi itu tidak akan saya lepas. Biarlah digunakan berteduh. Kami sediakan juga minuman bagi yang haus dan ingin berteduh,” ujar Suhartini.

Suhartini membenarkan bahwa Clara adalah anak keduanya yang saat ini sedang berada di Jakarta.

“Kalau Clara itu anak saya. Dia sejak kecil memang hobby bernyanyi. Saat ini dia ada di Jakarta. Kalau pulang biasanya sering kumpul sama anak-anak yatim di sini, di rumah ini,” ujar Suhartini. (gie/oso)

 

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Serang Polisi Pakai Sikat Gigi Ujung Runcing, 3 Peluru Bersarang di Kaki Tahanan Kabur

Diterbitkan

||

SIKAT GIGI : Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardo Simarmata tunjukan senjata yang digunakan Nur Kholis. (ist)
SIKAT GIGI : Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardo Simarmata tunjukan senjata yang digunakan Nur Kholis. (ist)

Memontum, Kota Malang – Satu lagi tahanan kabur berhasil diringkus petugas Polres Malang Kota. Kali ini giliran Nur Kholis (29) warga Jl MT Haryono Gang XlV Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, yang berakhir diringkus.

Saat hendak ditangkap di lahan kosong Jl KH Malik Dalam, Kecanatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (11/12/2019) pukul 22.15, Nur Kholis mengeluarkan 2 sikat gigi yang sudah dimodifikasi menjadi senjata.

Yakni ujungnya diperuncing siap digunakan untuk menikam. Karena membahayakan petugas akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur. Ada 3 peluru bersarang di kedua kaki Nur Kholis. Oleh karena itu, tahanan kasus narkoba ini segera dilarikan ke IGD RSSA Malang.

Informasi memontum.com bahwa saat kabur dari tahanan Polresta Malang Kota pada Senin (9/12/2019) pukul 01.30, Nur Kholis berpisah dengan 3 tersangka lainnya. Dia menghentikan ojek online yang sedang berada di pinggir jalan.

Dengan alasan tidak memiliki ponsel, Kholis meminta tolong supaya diantar ke Jl KH Malik Dalam. Namun sesampainya di lokasi, dia langsung kabur tanpa membayar.

Selanjutnya dia bersembunyi di sebuah rumah kosong. JL KH Malik Dalam Gang XIX. Petugas kemudian melakukan pengepungan. Saat dikepung, Nur Kholis bersembunyi di salah satu pojok ruangan.

LUMPUH : Tersangka Nur Kholis saat pulang dari perawatan di UGD RSSA. (ist)

LUMPUH : Tersangka Nur Kholis saat pulang dari perawatan di UGD RSSA. (ist)

Dengan memanfaatkan situasi yang gelap. Dia kemudian menyerang petugas dengan 2 buah sikat gigi yabg sudah dimodifikasi menjadi senjata.

Tangan kanan dan kirinya menghunuskan senjata itu menyerang petugas sambil mencoba lari ke persawahan. Tembakan peringatan tak dihiraukan hingga terpaksa dilakukan tindakan tegas. Sebanyak 3 peluru bersarang pada kakinya.

Belum diketahui pasti kenapa Nur Kholis memilih kabur dari jeruji besi Polres Malang Kota. Hal itu dikarenakan Nur Kholis masih dalam pemeriksaan setelah menjalani perawatanndi IGD RSSA Malang.

BACA : Tahanan Kabur Ditangkap Lagi, Sebulan Dipenjara, Shokib Kangen Anak

Kapolres Malang Kota AKBP Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, imbau 1 tersangka yang masih kabur hendaknya segera menyerahkan diri.

“Kami imbau untuk segera menyerahkan diri. Untuk Nur Kholis terpaksa lakukan tindakan tegas terukur karena menyerang petugas dengan 2 sikat gigi yang sudah dimodifikasi nenjadi senjata. Ujung sikat gigi dibuat meruncing,” ujar AKBP Leonardus.

BACA JUGA : Shokip Tahanan Kabur, Ngaku Curi Gergaji dari Tukang

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sebanyak empat tersangka narkoba berhasil kabur dari tahanan Polresta Malang Kota, Senin (9/12/2019) pukul 01.30. Mereka menyambung beberapa kain yang digunakan sebagai alat untuk memanjat ke arah jeruji atap jeruji besi.

Tentunya untuk mengaitkan kain ke jeruji atas mereka harus saling megendong karena ketinggian sekitar 5 meteran. Diduga mereka mengergaji jeruji besi atap hingga akhirnya berhasil kabur. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pihak Grab Nonaktifkan Akun Riko

Diterbitkan

||

Mobil Brio inilah yang menjadi saksi bisu dugaan pencabulan. (gie)
Mobil Brio inilah yang menjadi saksi bisu dugaan pencabulan. (gie)

Bila Ada Kasus Serupa Laporlah di Help Center

Memontum, Kota Malang – Terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum sopir Grab RYA alias Riko (26) warga Jl Bandung, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang kepada penumpangnya, kasus ini langsung mendapat respon dari pihak manajemen Grab.

Pihak Grab membuat pernyataan resmi yang dikirim melalai email wartawan memontum.com, Selasa (10/12/2019) siang. Dalam pernyatan itu, Adrian Darmali, City Manager Grab Malang sangat menyesalkan kejadian itu.

“Grab menyesalkan kejadian yang menimpa salah seorang pelanggan kami di Malang pada 7 Desember 2019. Sesuai dengan kebijakan kami, Grab tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindak kekerasan dan pelecehan. Walaupun kejadian tersebut terjadi tidak dalam pemesanan melalui aplikasi Grab, kami tetap melakukan tindakan tegas kepada mitra yang terlibat. Saat ini akun yang diduga disalahgunakan pelaku telah dinonaktifkan dan Grab akan mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum yang akan dilaksanakan kepolisian,” ujar Adrian dalam rilisnya.

Pihaknya sudah melakukan investigasi internal dan juga memberi dukungan kepada korban termasuk dalam pendampingan.

“Kami juga telah menghubungi pihak pelanggan dan keluarga yang bersangkutan untuk dapat memberikan dukungan yang diperlukan, termasuk pendampingan psikososial bebas biaya dari lembaga pengada layanan yang direkomendasikan oleh Komisi Nasional Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan),” ujar Adrian.

Dalam kesempatan ini pihaknya mengimbau supaya penumpang memanfaatkan fitur keamanan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami kembali mengimbau agar penumpang hanya menaiki kendaraan Grab yang dipesan melalui aplikasi sehingga penumpang dapat memanfaatkan fitur keamanan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Di dalam fitur keamanan tersebut terdapat tombol darurat yang akan segera ditanggapi oleh tim keselamatan Grab,” ujar Adrian.

Penumpang juga diharapkan proaktif untuk melapor ke pihak Grab jika terjadi hal yang tidak menyenangkan dengan Grab.

“Jika penumpang dan masyarakat mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan dengan Grab, segera laporkan ke layanan konsumen Grab melalui fitur Help Center di aplikasi Grab dan aparat keamanan bila perlu. Keamanan dan keselamatan penumpang dan mitra pengemudi adalah prioritas kami,” ujar Adrian.

BACA : Oknum Supir Grab Diduga Cabuli Penumpang, kedua Belah Pihak Sepakat Damai

Seperti yang diberitakan sebelumnya kawasan Jl Simpang Balapan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (7/12/2019) pukul 23.00, mendadak ramai. Banyak warga yang hendak menghajar massa sopir mobil online/Grab berinisial RYA alias Riko (26) warga Jl Bandung, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Hal itu karena Riko telah diduga melakukan pencabulan terhadap penumpangnya, Bunga (20) bukan nama sebenarnya, karyawati Baber Shop, warga.kawasan Jl Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

BACA JUGA : Oknum Supir Grab Diduga Cabuli Penumpang, Modus Antar Jemput Pribadi

Beruntung Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH berada tak jauh dari lokasi kejadian berhasil mengamankan Riko dari kepungan masa. Saat itu kondisi kaca mibil Honda Brio Nopol N 1351 EV milik Riko sempat menjadi sasaran kemarahan warga hingga kaca depannya pecah. Namun saat dalam penanganan di Polresta Malang Kota, masing-masing pihak baik dari Riko maupun Bunga sudah berdamai.

“Masing-masing pihak sudah berdamai. Pihak korban tidak membuat laporan,” ujar AKP Yunar HP Sirait SIK MIK, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Oknum Supir Grab Diduga Cabuli Penumpang, kedua Belah Pihak Sepakat Damai

Diterbitkan

||

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Yunar HP Sirait SIK MIK. (gie)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Yunar HP Sirait SIK MIK. (gie)

Memontum, Kota Malang – Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum supir Grab, RYA alias Riko (26) warga Jl Bandung, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, nampaknya tidak berlanjut ke ranah hukum. Hal itu dikarenakan kedua belah pihak, baik pelaku maupun korban sepakat untuk berdamai.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Yunar HP Sirait SIK MIK, saat dikonfirmasi memontum.com pada Rabu (11/12/2019) siang, mengatakan bahwa antara kedua belah pihak sepakat damai.

“Saat di Polsek Klojen belun terbit laporan dari pihak korban. Di Polsek Klojen penanganan pertama dan dilimpahkan ke PPA Polresta Malang. Saat di Polresta Malang Kota kedua belah pihak berdamai. Mereka berdamai pada hari Minggu saat tiba di Polresta. Pihak korban juga tidak membuat laporan,” ujar AKP Yunar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya kawasan Jl Simpang Balapan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (7/12/2019) pukul 23.00, mendadak ramai. Banyak warga yang hendak menghajar massa sopir mobil online/Grab berinisial RYA alias Riko (26) warga Jl Bandung, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Hal itu karena Riko telah diduga melakukan pencabulan terhadap penumpangnya, Bunga (20) bukan nama sebenarnya, karyawati Baber Shop, warga kawasan Jl Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Beruntung Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH berada tak jauh dari lokasi kejadian berhasil mengamankan Riko dari kepungan masa. Saat itu kondisi kaca mibil Honda Brio Nopol N 1351 EV milik Riko sempat menjadi sasaran kemarahan warga hingga kaca depannya pecah.

Informasi memontum.com bahwa Sabtu sekitar pukul 18.00, Bunga baru saja selesai bekerja di kawasan Jl Sigura-Gura, Kota Malang. Dia berniat untuk latihan dance di Fakultas Ekonomi D3 UM. Karena hujan deras, dia memesan Grab Car untuk mengantarkannya ke UM.

Dia kemudian mendapati Grab Car Mobil Honda Brio yang dikemudikan Riko. Nampaknya saat perjalanan ke UM, Riko tergoda dengan kecantikan Bunga. Terbukti setelah sampai di depan UM, Riko meminta Bunga tidak turun dari mobil. Dia meminta waktu 5 menit untuk ngobrol. Saat itulah Riko meminta supaya Bunga untuk mau menjadi pacarnya.

Terang saja Bunga menolaknya dan mengatakan kalau sudah memiliki pacar. Nampaknya Riko masih ngeyel dan malah meminta Bunga untuk memutuskan pacarnya. Karena pembicaraan Riko sudah tidak masuk akal, Bunga segera berniat untuk turun dari mobil.

Saat itu, kedua tangan Bunga dipegangi oleh Riko. Dengan kondisi sudah bernafsu, Riko mencoba memeluk Bunga dan sempat berhasil mencium bibir. Bunga melakukan perlawanan dan menghindar. Saat itu HP Bunga diambil Riko untuk meminta nomer ponselnya.

Setelah berhasil mendapatkan nomer HP, Riko baru memperbolehkan Bunga turun dari mobil. Riko belum menyerah untuk mendapatkan korbannya. Dia kemudian menghubungi Bunga untuk memberitahukan akan melakukan penjemputan. Saat itu Bunga sudah melakukan penolakan, namun Riko masih tetap bersikukuh menunggu Bunga selesai latihan dance.

Setelah selesai latihan Dance, Bunga kembali bertemu Riko. Saat itu Riko meminta Bunga masuk ke dalam mobil untuk diantar ke tempat kerjanya di Jl Sigura-gura. Namun dalam perjalanan, Bunga tidak diantar ke tempat kerjanya. Dia malah diiajak keliling menuju ke arah Tidar. Korban sempat dibelikan es krim dan kembali diajak jalan-jalan.

Sesampainya di Jl Villa Puncak Tidar, Riko menghentikan mobilnya sekitar pukul 22.00. Dia kemudian berpindah ke bangku belakang dan memaksa Bunga untuk duduk di sampingnya. Saat itu Bunga sangat ketakutan apalagi kondisi jalanan cukup sepi.

Saat itulah Riko menciumi korban dan meraba-raba. Selanjutnya korban diantar ke kawasan sekitaran Jl Ijen sekitar pukul 22.30. Saat itu korban berjalan kaki dan bercerita kepada pacar dan keluarganya kalau telah dicabuli oleh sopir Grab. Bahkan akibat dari kejadian itu, Bunga terlihat trauma dan shock berat. Riko kemudian dipancing ke Jl Simpang Balapan.

Tak lama kemudian, Riko datang hingga langsung dihajar massa. Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH mengatakan bahwa saat itu dia sedang berpatroli di sekitar lokasi.

BACA : Oknum Supir Grab Diduga Cabuli Penumpang, Modus Antar Jemput Pribadi

“Sekitar 2 menit saat kejadian itu, kami tiba di lokasi kejadian. Karena massa sudah banyak, kami mencoba menenangkan massa. Saat itu pelaku segera kami amankan. Jika saya telat sedikit saja di lokasi, kemungkinan pelaku sudah babak belur,” papar Budi Harianto mantan Kapolsek Sumberpucung.

“Namun saat itu pelaku dan mobilnya kami amankan ke Polsek Klojen. Kasus ini sudah kami limpahkan ke PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Polresta Malang Kota,” ujar Kompol Budi Harianto. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler