Connect with us

Pendidikan

1080 Lulusan Polinema Siap Berkompetisi di Dunia Kerja

Diterbitkan

||

1080 Lulusan Polinema Siap Berkompetisi di Dunia Kerja
Wisuda Polinema Tahap II Tahun 2019. (ist)

Memontum Kota Malang – Sebanyak 1080 wisudawan Politeknik Negeri Malang (Polinema) Tahun 2019 Tahap II, bakal meramaikan dunia kerja di Indonesia. Mereka adalah para lulusan yang memiliki kompetensi yang siap terjun dalam kehidupan bermasyarakat dan perindustrian.

Sebab selama perkuliahan, mereka telah dibekali ilmu teori dan praktik sehingga memiliki kedisiplinan dan keahlian handal dibidangnya masing-masing. Apalagi peran serta Ikatan Alumni (IKA) Polinema juga sangat kuat dan kompak sehingga para mahasiswa yang diwisuda pada Sabtu (2/11/2019), akan cepat mendapatkan pekerjaan. Bahkan beberapa mahasiswa yang diwisuda ini diantaranya sudah diterima kerja beberapa bulan lalu karena kompetensi keahlian yang dimiliknya.

Wisuda Polinema Tahap II Tahun 2019. (ist)

Wisuda Polinema Tahap II Tahun 2019. (ist)

Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MMT.MM berpesan agar para lulusan Polinema tidak lupa dengan almamaternya meskipun sudah berkiprahndi masyarakat dan dunia industri.” Intinya denga bekal yang telah diterima, berkiprah di masyarakat, industri dan dimanapun, jangan lupa dengan almamater. Selama ini ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang sangat kuat,” ujar Awan.

Para Alumni yang telah terjun di dunia Industri, juga bakal mengambil tenaga kerja dari adik-adik kelasnya karena selain ikatan yang kuat, juga mengetahui keunggulan dan kehebatan para lulusan Polinema.

” Alumni yang sudah terjun di dunia industri, jika membutuhkan tenaga terampil mau tidak mau yang pertama akan melihat adik-adik kelasnya. Kalau direkruynada kelemahan, mereka akan ngomong misalkan seperti Bahasa Inggris. Namun kalau kompetensi, saya pikir sudah sesuai. Tentang kekompakan, Ikatan Alumni Polinema nomer satu, ikatan alumni kita sangat kuat. Ikatan alumni kita menjadi salah satu keunggulan Polinema,” ujar Awan.

Sementara itu, Ludy Eqbal Al Muhammadin, ketua Ikatan Alumni Polinema bahwa antara kampus dengan alumni harus selalu sinergi.” Alumni bisa menjadi pusat informasi yang terjadi di masyarakat. Apa saja kebutuhan di masyarakat akan seseorang yang bisa bekerja sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Ludy.

Lulusan Teknik Sipil 1985 ini, mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah aset yang besar. Oleh karena itu pembinaan SDM harus tepat kerana akan berhadapan dengan global dan pesaing.

“Nanti kurikukum yang diajarkan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, terus dinamis. Duaniankerja juga butuh kedisiplinan tinggi. Hal itu sudah dimiliki oleh para alumni Polinema. Sejak.awal masuk kuliah sudah diajarkan kediplinan yang kuat. Kalau saya duku saat baru masuk kuliah selama 2 Minggu dilatih pendidikan dasar kemiliteran. Jadi lulusan Polinema memiliki disiplin tinggi,” ujar Ludi. (gie/yan)

 

Pendidikan

Go To Samba 2020 Episode 1, IBU Sambut Mahasiswa Baru Saat Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

Go To Samba 2020 Episode 1, IBU Sambut Mahasiswa Baru Saat Pandemi Covid-19
Rektor IBU Malang Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi. (gie)

Memontum Kota Malang – Pihak Kampus IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, siap menyambut kedatangan mahasiswa baru 2020 di tengah pandemi Covid-19. Dengan meluncurkan Go To Samba 2020 (Sambut Mahasiswa Baru) 2020 Episode 1, pihak Civitas Akademika menyambut kedatangan mahasiawa baru di Kampus C Jl Citandui, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Kamis (16/7/2020) pagi.

Untuk sementara tercatat 1700 Calon Maba dari Malang Raya dan Indonesia Timur yang telah mendaftarkan diri.

” Nantinya yang mengikuti Go to Samba 2020″ episode I ada 50 Maba. Mereka terdiri dari 25 Maba yang langsung hadir di Kampus C IBU, Jl Citandui, dan 25 Maba lainnya lewat youtube streaming,” ujar Rektor IBU Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi.

Menurutnya sebagai warga baru IBU, selayaknya para mahasiswa baru ini disambut dengan keramah tamahan layaknya ada istiadat bangsa Indonesia yang berbudaya.

“Kita sambut antusias mahasiswa baru. Mereka sudah memilih IBU dengan melakukan daftar ulang. Kami menyambut mereka dentan suka cita. Nantinya akan ada Go to Samba 2020 episode 1, episode II, episode III dan seterusnya. Mereka harus memastikan kepada mereka bahwa saat ini sudah menjadi mahasiswa,” ujar Nurcholis, Rabu (15/7/2020) di Kampus C IBU.

Dengan statua mahasiawan mereka berhak mendapat oembelajaran dari dosen di masing-masing mata kuliah. Berhak menikmati segala fasilitas kampus IBU yang memang disiapkan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon pendidik.

“Tak kalah penting, mereka juga tidak lagi tanpa kegiatan di era pandemi Covid-19 karena harus mulai menyiapkan segala sesuatu untuk proses pembelajaran,” ujar Nurcholis.

Dalam kesempatan ini, Nurcholis menyatakan permintaan maaf kepada Dikti karena mungkin dianggap mengawali perkuliahan. “Saat perguruan tinggi lain masih melakukan tes masuk, IBU sudah mendapat mahasiswa. Tentu saja konsekuensinya, IBU harus memberikan hak kepada mahasiswa baru berupa materi-materi perkuliahan,” ujar Nurcholis.

Pelaksanaan “Go to Samba 2020″ episode I, IBU tetap menerapkan protokol cegah Covid-19.

” Protokol kesehatan akan terus kita terapkan. Seperti harus melalui pemeriksaan thermo gun saat masuk kampus, menggunakan masker, cuci tangan di wastafel yang sudah disiapkan, serta sosial distancing ketika mengikuti acara. Semua sudah kami siapkan sesuai standar protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah. Termasuk Maba juga harus sudah melakukan rapid test,” tegas Nurcholis.

Nama IBU tetap menjadi kampus yang layak untuk dipilih. Bahkan diantara mahasiswa baru ini Nurcholis menyebut ada 2 nama pesepak bola tanah air.

” Mahasiswa baru nanti ada Jericho Cristantoko (Persijap Jepara), serta Iman Budi Santosa pemain Persis Solo,” ujar Nurcholis. Mereka tepat berada di Kampus IBU, sebab selain melahirkannpara pengajar handal, juga tempat para mahasiswa berprestasi. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema dan Majestic Convex Kolaborasi Wujudkan UMKM Kota Malang Lebih Maju

Diterbitkan

||

Polinema dan Majestic Convex Kolaborasi Wujudkan UMKM Kota Malang Lebih Maju

Memontum Kota Malang – Inovasi, teknologi dan kewirausahaan adalah bukti dari kemajuan dunia yang semakin pesat. Teknologi yang berkembang sangat cepat hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang makin kreatif dan inovatif menjadikan jaman makin berkembang.

Politeknik Negeri Malang menggelar acara di Gedung Graha Polinema, Rabu (15/7/2020) pagi, bekerjasama dengan Majestic Convex. Gelaran ini, bertema tentang inovasi, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, bisnis, serta komunitas.

Kegiatan ini yang bernama Innovative Collaboration Day (ICD) merupakan acara pendidikan yang bertujuan untuk menjembatani para Creative Ekonomi dari Kultur, kemajuan dan lain sebagainya.

“Kita bekerjasama dengan Polinema untuk mewujudkan UMKM di Kota Malang agar bisa semakin maju dan berkembang pesat mengikuti perkembangan jaman. Dilihat dari kasus Pandemi ini yang dimana para UMKM dan kegiatan pendidikan yang terhenti. Dari situlah kami bermaksud mewujudkan kerjasama dan meningkatkan inovatif para UMKM supaya bisa membantu meningkatkan ekonomi di Kota Malang juga,” ujar Arif, Komisaris Majestic Convex.

Kegiatan ICD 2020 awalnya dimulai dengan pembukaan acara oleh Direktur Politeknik Negeri Malang yaitu Drs Awan Setiawan MMT MM. Setelah itu dilanjutkan dengan Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko memberikan sambutan.

Dilanjutkan dengan 4 sesi yang diisi dengan berbagai praktisi, pengusaha dan akademisi. Disitu bisa mendapatkan banyak kisah inspiratif sebagai acuan dalan menjalankan UMKM yang baik dan benar. Agar bisa semakin maju dalam berbisnis yang mengikuti perkembangan jaman semakin pesat.

“Nanti kita bisa ikuti beberapa sesi. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat bagi para undangan dan pendaftar yang mengikuti acara ini dari berbagai kalangan. Acara ini yang bertujuan untuk mendorong para UMKM agar bisa lebih kreatif dan konsisten dalam mengembangkan usahanya. Bisa dilihat nanti sesi selanjutnya ada juga dari pengusaha pesenkopi yang kita tahu usahanya yang masih bertahan dan malah semakin meluas hingga ke Jawa Timur,” ungkapnya.

Tidak lupa juga Wawali Kota Malang yang memberi sambutan di acara tersebut juga memberikan apresiasi kepada Polinema dan juga Majestic Convex yang telah mengadakan acara yang baik untuk masyarakat ini. Terlebih selama pandemi ini segala macam usaha yang sempat turun harus bisa membangun kembali untuk perekonomian di Kota Malang.

“Saya sangat apresiasi terhadap acara ini. Kita bisa lihat protokol kesehatan yang di terapkan juga sangat ketat tadi ada cuci tangan yang sudah memakai sensor, pendeteksi suhu tubuh otomatis juga ada, nah ini kan sebuah kemajuan tekonologi yang juga bisa kita ciptakan dengan inovatif dan kreatif. Disisi lain perekonomian kan gak mungkin berhenti jadi kita bisa dorong para UMKM untuk membangun perekonomian di Kota Malang dari segi wisata dan juga penghasilannya,” tutup Wawali Kota Malang Sofyan Edi. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema Buka Peluang Seleksi Mandiri bagi Camaba yang Gagal di SBMPN

Diterbitkan

||

Pembantu Direktur I Supriatna Adi Suwignjo ST MT
Pembantu Direktur I Supriatna Adi Suwignjo ST MT

Memontum Kota Malang – Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) sudah rampung dan hasilnya telah diumumkan tanggal 4 Juli 2020. Meskipun seleksi menggunakan metode portofolio, persaingan masih ketat. Buktinya, jumlah pendaftar SBMPN di Polinema tahun 2020 sebanyak 20.379. Dan hanya 1.672 peserta dinyatakan lolos seleksi dan diterima.

Bagi 18.707 pendaftar yang gagal berkompetisi di jalur SBMPN, jangan terburu kecewa. Karena masih ada jalur seleksi mandiri. Pembantu Direktur I (Pudir I) Polinema, Supriatna Adi Suwignjo ST MT saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Bahwa bagi calon mahasiswa baru (camaba) untuk masuk Polinema, terdapat beberapa jalur. Ini berdasarkan regulasi dari Kementrian RI. Antara lain, jalur undangan, bidik misi, prestasi, SBMPN dan mandiri. Beberapa jalur seleksi ini, merupakan peluang yang disesuaikan dengan latar belakang selain kemampuan akademik.

Bagi camaba yang menempuh jalur mandiri, sudah bisa mendaftar. Karena pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 6 Juli – 6 Agustus 2020.

Pelaksanaan tes-nya mulai tanggal 8 – 12 Agustus 2020 yang dibagi menjadi beberapa sesi tes. Ini terkait dengan kondisi yang masih dalam masa pandemi covid. Maka panitia seleksi mandiri Polinema, menjalankan tes dengan menerapkan protokol kesehatan.

Supriatna menyebutkan kuota maba jalur seleksi mandiri direncanakan sebanyak 1.119 mahasiswa. Kuota ini masih bisa bertambah, jika maba yang lolos SBMPN tidak melakukan daftar ulang.

“Seleksi mandiri akan dilaksanakan secara online dengan menggunakan Computer Based Test (CBT.red),” ujar Supriatna.

Sementara itu, teknis pelaksanaan CBT, akan disesuaikan dengan masa transisi new normal pandemi covid. Sehingga maba yang menjalani tes tidak perlu berduyun-duyun ke kampus Polinema.

“Teknisnya masih disusun. Timnya sudah dibentuk. Prosedur ujiannya akan kita publikasi dalam waktu dekat,” ujar Humas Polinema melalui Joko Santoso. (yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler