Connect with us

Hukum & Kriminal

2 Bocah Curanmor Tabrak Gapura Tanjung, Pernah Curi FU Ngaglik

Diterbitkan

||

Tersangka RAS dan TS saat dirilis Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta. (ist)
Tersangka RAS dan TS saat dirilis Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta. (ist)

Memontum, Kota Malang – Dua anak bawah umur berinisial RAS (17) warga Jl Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan TS (14) pelajar kelas 1 SMP swasta di Kota Malang, warga Jl Ngaglik, Kecamatan Sukun, Kota Malang, kompak jadi Curanmor.

Keduanya ditangkap petugas Polsekta Sukun pada Selasa (29/10/2019) malam karena telah mencuri motor Happy milik Yosephus (22) wahasiswa yang kos di Jl Simpang Kepuh Utara, Kecamatan Sukun.

Informasi Memontum, bahwa sebelum kejadian, Korban memarkir motornya di samping rumah kos dalam kondisi tidak terkunci stang karena kuncinya rusak, pada Senin (28/10/2019) pukul 23.00.

Ternyata setelah ditinggal dalam kondisi tidak terjaga, muncul pelaku melakukan aksinya pada Selasa (29/10/2019) pukul 02.00.

Karena tidak terkunci stang stir, pelaku dengan mudah melakukan aksi pencurian. Kejadian ini baru diketahui korban pukul 08.30, saat hendak pergi ke kampus.

Cari keberadaan motor, korban selanjutnya melakukan pencarian di Facebook jual beli motor area Malang. Korban pun kaget dikarenakan motornya telah ditawarkan seharga Rp 1 juta.

Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta mengatakan bahwa setelah korban mengetahui motornya hilang segera melapor ke Polsekta Sukun.

“Dilakukan transaksi hingga disepakati harga Rp 1 juta. Korban kemudian mengajak janjian si tersangka untuk transaksi di sekitaran SPBU Sukun,” ujar Kompol Anang.

Korban bersama petugas Polsekta Sukun melakukan penyanggonggan hingga mengetahui kalau motor miliknya sedang dikendarai RAS sedang membonceng seorang anak perempuan.

Korban bersama pihak kepolisian nelakukan pengejaran. Diduga karena panik, RAS menabrak gapura Jl Tanjung Gang XIV, Kecamatan Sukun.

Meskipun demikian, RAS masih berhasil kabur dengan cara berlari. Sedangkan si perempuan berinisial Kv (17) , berhasil diamankan petugas. Kepada petugas Kv mengaku kalau dirinya tidak tahu menahu terkait aksi pencurian itu. Kv juga mengaku kalau dirinya hanya diajak jalan-jalan RAS.

“Petugas melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap RAS. Ternyata RAS mengaku kalau aksi pencuriannya dilakukan bersama TS, sahabatnya. Atas pengakuan itu TS berhasil dibekuk petugas di rumahnya sekitar pukul 23.30,” ujar Kompol Anang.

Ternyata meskipun masih berusia belia, namun komplotan ini sudah berapa kali melakukan aksi pencurian.

“Tersangka mengaku pernah mencuri Suzuki FU di kawasan Ngaglik. Motor tersebut juga dijual melalui online. Pelaku juga pernah mencuri TV LEF 21 inc di Jl Jalak, Kecamatan Sukun. Untuk BB Motor FU dan TV masih dalam pencarian petugas. Kedua tersangka kami kenakan Pasal 363 KUHP. Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan,” ujar Kompol Anang. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dakwaan Warga Temas Gunakan Surat Palsu Untuk Kuasai Tanah, Bakal Berbuntut Panjang

Diterbitkan

||

Tampak Terdakwa Nafian dan Sunarko serta para saksi dari ahli waris Darip. (gie)
Tampak Terdakwa Nafian dan Sunarko serta para saksi dari ahli waris Darip. (gie)

Memontum Kota Malang – Sidang kasus Pasal 263 Ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP dan atau Pasal 406 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dengan terdakwa Nafian (49) warga Jl Wukir, Gang V, RT 03/RW 02, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Sunarko (48) warga Dusun Santrean, RT 03/RW 03, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu , Kota Batu, Senin (6/7/2020) siang, kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Kali ini dengan agenda pemeriksaan saksi dari ahli waris alm Darip P. Sunarsih, ayah dari Nafian. Mereka adalah Rianto, Sulastri, Wahyuningsih, ketiganya adalah saudara Nafian. Sedangkan Munif Efendi adalah keponakan Nafian. Dari empat saksi ini mengatakan bahwa tidak pernah menguasai tanah di kawasan Perum New Dewi Sartika milik Liem Linawati, warga Perum Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kota Batu.

MS Alhaidary SH MH kuasa hukum Liem Linawati. (gie)

MS Alhaidary SH MH kuasa hukum Liem Linawati. (gie)

Dengan demikian, surat keterangan riwayat tanah yang dikeluarkan pihak Kelurahan Temas, terbantahkan. Sebab dalam surat keterangan riwayat tanah itu disebut bahwa Rianto Cs termasuk juga Nafian telah menguasai tanah tersebut sejak Tahun 2000. Keterangan saksi dengan surat riwayat tanah tidak sesuai. Semakin kuat dugaan bahwa surat keterangan yang dikeluarkan kelurahan Temas adalah berisikan keterangan yang tidak benar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maharani Indrianingtyas SH, usai persidangan mengatakan bahwa semua saksi dari ahli waris Darip, tidak pernah menguasai tanah yang dipermasalahkan tersebut.

” Dari keterangan saksiN bahwa Pak Darip meninggal Tahun 2000. Sejak Tahun 2000, mereka tidak pernah menguasai tanah tersebut. Mereka juga mengatakan tidak tau bahwa tanah itu sudah dijual oleh Pak Darip. Kenyataanya mereka tidak pernah mengusai tanah itu,” ujar Maharani.

MS Alhaidary SH MH, kuasa hukum Liem Linawati mengatakan bahwa saat ini kliennya masih mempertimbangkan untuk proses lebih lanjut.

” Klien saya sedang mempertimbangkan untuk melaporkan Pak Lurah Temas yang telah membuat surat keterangan riwayat tanah yang diduga isinya tidak sesuai dengan keterangan yang ada,” ujar Alhaidary.

Dalam surat riwayat tanah disebutkan bahwa Darip menguasai tanah sejak Tahun 1960 hingga Tahun 2000. Sedangkan Tahun 2000 hingga sekarang dikuasai Rianto Cs.

” Lurah Temas Tantra Soma Pandega, membuat surat ini berdasarkan permohonan Rianto Cs pada 13 Mei 2019. Dalam surat keterangan yang dikeluarkan disebut sejak Tahun 2000 hingga sekarang dikuasai Rianto Cs.,” ujar Alhaidary.

Seperti diberitakan sebelumnya Terdakwa Nafian (49) warga Jl Wukir, Gang V, RT 03/RW 02, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Sunarko (48) warga Dusun Santrean, RT 03/RW 03, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu , Kota Batu, didakwa Pasal 263 Ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP dan atau Pasal 406 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebab selain melakukan pemalsuan surat untuk menguasai tanah milik Liem Linawati, warga Perum Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kota Batu, mereka juga terlibat dalam pembongkaran tembok pembatas Perum New Dewi Sartika dengan lebar 350 cm, tinggi 210 cm, ketebalan 60 cm dengan jumlah volume 4,41 meter kubik milik Liem Linawati.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maharani Indrianingtyas SH mengatakan bahwa korban atas nama Liem Linawati memiliki SHGB No 144, letak tanahnya di Jl Dewi Sartika.

” Bu Liem membangun pager pembatas. Namun letter C masih atas nama Darip P Sunarsih, ayah Nafian. Karena itu Nafian merasa sebagai ahli waris meminta Sunarko untuk mengurus surat-surat tanah tersebut,”ujar Maharani.

Dari sinilah terbit surat yang diduga palsu buatan oknum. “Terbit surat seperti yang diinginkan Nafian. Yakni setelah Sunarko meminta tolong oknum kepolisian. Kemudian dibikinlah surat-surat tentang sporadik. Dalam surat itu dijelaskan bahwa tanah itu sejak Tahun 2000 dikuasai oleh Nafian. Kenyataanya tidak pernah mengusai. Memang ada tanda tangan Lurah Temas. Saat itu Pak Lurah percaya pada oknum hingga menandatangani surat tersebut. Surat itu kemudian digunakan untuk membuat SPPT PBB. Jadi tanah itu ada 2 SPPT PBB atas nama bu Liem dan satunya atas nama Darip. Sehingga terjadilah pembongkaran tembok tersebut pada 15 Juli 2019,” ujar Maharani.

Baca : Gunakan Surat Palsu Kuasai Tanah, Nekat Jebol Tembok Milik Warga Perumahan Dewi Sartika

Diketahui pada warkah tercatat secara jelas bahwa pada Tahun 1983 , tanah dijual oleh pemiliknya, Darip P. Sunarsih kepada Marlikah. Selanjutnya oleh Bu Marlikah dijual kepada BUN (Bank Umum Nasional).

” Saat tanah dijual ke Marlikah suratnya sudah menjadi SHM. Karena dibeli oleh PT BUN, SHM dijadikan SHGB. Kemudian pada Tahun 1993 tanah tersebut oleh PT BUN dijual ke Bu Liem,” ujar Maharani. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Usai Kirim Motor, Sopir Truk Tewas Mendadak

Diterbitkan

||

Usai Kirim Motor, Sopir Truk Tewas Mendadak

Memontum Kota Malang – Sarki (41) sopir truk, warga Cikampung, Kecamatan Sesong, Kabupaten Cirebon, Senin (6/7/2020) pukul 07.20, ditemukan tewas di dalam truknya yang sedang di parkir di Jl Tenaga Baru I, Kelurahan Blimbing, Kota Malang.

Informasi Memontum.com bahwa Sarki berangkat dari Jakarta mengirim motor di gudang MPM Malang. Bongkar muat sudah dilakukan pada Sabtu (4/7/2020) malam. Nampaknya Sarki tidak langsung kembali ke Jakarta melainkan memilih untuk istirahat di Kota Malang.

Jenazah Sarki saat akan dievakuasi. (ist)

Jenazah Sarki saat akan dievakuasi. (ist)

Pada Minggu (5/7/2020) pukul 17.00, dia memarkir truknya di Jl Tenaga dia kemudian membeli makan di warung milik Yusak (53) yang berada tak jauh dari lokasi parkir. Saat itu, Sarki sempat bercerita kalau kurang enak badan.

Usai mengeluhkan sakit, Sarki kemudian menuju ke truknya untuk istirahat tidur. Pada Senin (6/7/2020) pukul 06.30, Yusak melihat bahwa truk yang disopiri Sarki masih berada di lokasi. Saat Yusak melihat ke dalam truk, terlihat Sarki masih seperti tertidur.

Yusak pun kemudian membangunkan Sarki hingga diketahui sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing hingga petugas datangi lokasi kejadian. Jenazah Sarki kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang. Karena saat ini musim pandemi, sempat dilakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi.

” Kami masih melakukan penyelidikan. Dugaan awal karena kelelahan setelah perjalanan jauh,” ujar Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo SH. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kerja Bakti Persiapan Agustusan, Barongan Jl Bunga Vinolia Terbakar

Diterbitkan

||

Lokasi kejadian pasca kebakaran. (ist)
Lokasi kejadian pasca kebakaran. (ist)

Memontum Kota Malang – Warga sekitar Jl Vinolia, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (5/7/2020) pagi, dikejutkan dengan kobaran api membesar membakar lahan bambu (barongan) yang berada di pinggir jalan. Tentunya warga ketakutan, takut api merantak semakin besar hingga membuat pohon bambu bertumbangan di jalan dan merambat ke rumah warga.

Dugaan sementara api berasal dari tumpukan sampah yang dibakar usai kerja bakti persiapan Agustusan. Api berhasil dipadamkan setelah petugas PMK Kota Malang melakukan penyemprotan di beberapa titik api di lokasi kejadian.

Informasi Memontum.com bahwa Minggu pagi, warga kerja bakti, tumpukan sampah kemudian dibakar. Warga tidak mengira kalau borongan disekitar lokasi bakar terbakar. Sebab saat ditinggal, api yang berada di tumpukan sampah sudah terlihat padam.

” Tadi ada kerja bakti persiapan Agustusan. Tadi sampahnya sempat dibakar, namun tadi sudah mati. Warga kemudian meminggalkannya untuk ngecor di bawah. Ya kemungkinan karena anginnya besar hingga ada api yang naik ke atas. Tadi diketahui oleh anak-anak kecil kalau barongannya terbakar,” ujar Suhadi, Ketua RT 06/RW 05, Kelurahan Jatimulyo.

Api terlihat cepat membesar dikarenakan kondosi dedaunan kering. Suara bambu terbakar tampak terdengar keras hingga hingga warga memilih untuk melapor ke petugas PMK Kota Malang. Ada beberapa pohon tumbang. Cukup menguatirkan jika sampai mengenai kabel listrik. Beruntung saat itu petugas PMK Kota Malang segera tiba di lokasi kejadian berhasil melakukan pemadaman.

Soleh, Danru Regu Empat PMK Kota Malang, menjelaskan bahwa kebakaran ini cukup menguatirkan karena lokasinya berada di pinggir jalan.

” Kami datang 2 unit pemadam. Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit. Tadi cukup dikuatirkan karen lokasinya dipinggir jalan. Pohon bambu banyak yang terbakar bagian bawahya berpotensi tumbang mengenai kabel listrik,” ujar Soleh. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler