Connect with us

Pemerintahan

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bung Edi Bacakan Sebuah Puisi

Diterbitkan

||

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bung Edi Bacakan Sebuah Puisi

Memontum Kota Malang – Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, membacakan sebuah puisi dalam acara Malam Umbar Kata di Kawasan Pasar Dinoyo pada Senin (28/10/2019) malam. Acara yang diinisiasi oleh organisasi lintas kelompok serta salah satu media online, ini digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Bung Edi, sapaan akrab Wakil Wali Kota Malang dengan penuh semangat membacakan puisi dengan tema mengokohkan semangat para pemuda untuk membangun bangsa.

Puisi yang dipilih untuk dibacakan Bung Edi adalah karya KH. A Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus. Puisi berjudul Bagaimana itu pun berhasil dibawakan Bung Edi dengan sukses dan membuat riuh tepuk tangan para tamu yang hadir.

“Bagaimana kau hendak menulis puisi dengan apa?
Huruf-huruf dan kata-kata telah aus
Digunakan terus menerus
Oleh tikus-tikus yang rakus
Meruapkan bau kakus,” kutipan Puisi Wakil Wali Kota Malang

Bung Edi mengapresiasi, acara yang memantik semangat anak muda tersebut. Menurutnya acara tersebut sangat positif agar rasa cinta akan NKRI dan nasionalisme selalu berkobar.

“Anak muda sangat berperan dalam pembangunan dari masa ke masa. Kami harap para Pemuda di Kota Malang bisa mengilhami semangat dari Gelaran Sumpah Pemuda pada tahun ini,” kata Bung Edi.

Selain Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, beberapa tokoh juga hadir dalam acara tersebut, diantaranya Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, Dandim 0833 Malang, Letkol Inf. Tommy Anderson, Wakapolres Malang Kota Kompol Ari Restiawan, Wakil DPRD Kota Malang Asmualik, Anggota DPRD Kota Malang Fuad Rahmad, Anggota DPRD Kota Malang Rachmad.

Sebagai informasi, kegiatan Malam Umbar Kata ini diselenggarakan oleh MalangTimes dan didukung Penuh oleh Coffee Times, Satukanal.com, PMII, IMABSII, HMJ PBSI Unisma, Pelangi Sastra Malang, Sastra Titik Koma, Laskar Pujangga, Lamongan on Rock, dan Sampar Mbojo. Ikrar Sumpah Pemuda kembali bergema di Pasar Terpadu Dinoyo. (*yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Kota Malang Kembali Ukir Rekor MURI, Membaca dengan Gawai 2929 Peserta

Diterbitkan

||

Kota Malang Kembali Ukir Rekor MURI, Membaca dengan Gawai 2929 Peserta

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang kembali mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui membaca dengan gawai diikuti sebanyak 2929 peserta di halaman depan Balaikota Malang, Kamis (12/12/2019) pagi. Prestasi spektakuler ini menambah cacatatan Rekor MURI Pemerintah Kota Malang.

Prestasi mematahkan rekor sebelumnya yang didapat oleh Bandung dalam edukasi literasi melalui gawai yang hanya diikuti 1140 peserta.

Membaca denga gawai ini mendapat rekor MURI dengan peserta terbanyak. Lebih penting juga bahwa Rekor MURI ini diharapkan dapat mendorong dan memberikan semangat kepada masyarakat agar gemar membaca sejak dini.

Dalam sambutannya, Walikota Malang Drs H Sutiaji mengatakan bahwa rekor ini sebagai penyemangat masyarakat Kota Malang untuk gemar dalam budaya membaca.

“Penyemangat kita semua. Budaya membaca harus terus ditingkatkan. Dengan membaca kita akan perkaya ilmu pengetahuan. Hanya yang memiliki ilmu pengetahuan nantinya memiliki semua kemenangan,” ujar Sutiaji di depan para peserta yang terdiri dari 27 sekolah SMP dan 3 sekolah SMA di Kota Malang dan 250 budayawan serta penari.

Diharapkan Launching Perpustakaan digital ” Malang Cillin Digital Acces” bisa semakin memperkuat Kota Malang sebagai Kota Smart City. Masyarakat bisa mengunduh aplikaai Cillin Digital Access di Google Playstore pada Smartphone yang menggunakan sistem operasi android guna meminjam serta membaca koleksi buku di Perpustakaan Umum Kota Malang.

Walikota Malang Drs H Sutiaji saat mendapat penghargaan rekor MURI. (gie)

Walikota Malang Drs H Sutiaji saat mendapat penghargaan rekor MURI. (gie)

“Konsep tersebut dirasa akan lebih meningkatkan minat baca bagi siswa. Apalagi, saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 dan hampir semua sistem pelayanan berbasis digital. Harapannya orang mudah membaca dan itu sudah ada di playstore, walaupun masih untuk android saja. Nanti ke depan ada penyempurnaan agar di Apple juga bisa. Jadi, mereka tidak hanya baca Whatsapp, tapi melalui gawai ini meningkatkan daya baca masyarkat Kota Malang lebih luas,” ujar Sutiaji.

Dalam Perpustakaan digital ini terdapat 2132 buku konten lokal budaya Kota Malangyang bisa dilihat disana. “Semua orang bisa akses. Geratis . Kita akan terua update dengan buku yang baru. Kita kuatkan dengan gawai ini untuk meningkatkan daya baca masyarakat Kota Malang,” ujar Sutiaji.

Suwarjana SE MM, Kepala Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kota Malang, menabahkan bahwa dengan adanya perpustakaan digital ini budaya Kota Malang juga akan semakin di kenal.

“Konten lokal Kota Malang kita angkat agar dapat dikenal di dunia. Budayanya, pariwisatanya, bahasa walikannya bahkan kuliner nya juga ada di perpustakaanya. Saat ini masih 2132 buku yang ada diperpustakaan digital. Kalau Perpuastaaan Umum Kota Malang sendiri ada lebih dari 14 ribu buku,” ujar Suwarjana.

Pemacahan rekor MURI ini dikemas cukup menarik. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip melaunching Perpustakaan Digital “Malang Ancen Mbois”dimana para siswa siswi sekolah membaca gawai bersama-sana di depan Balaikota Malang. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Menpora Resmi Buka Muktamar XI KAMMI di Kota Malang

Diterbitkan

||

Menpora Resmi Buka Muktamar XI KAMMI di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Muktamar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ke XI resmi dibuka pada Rabu (11/12/2019) malam. Adapun Muktamar ke XI yang digelar di Kota Malang tersebut secara langsung dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang saat itu didampingi oleh Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko serta beberapa staf dan jajaran.

Dalam arahannya, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang hadir mewakili Walikota Malang Sutiaji yang berhalangan hadir mengatakan, kader KAMMI diharapkan bisa berperan dalam membangun muda-mudi di Indonesia untuk dapat berinovasi mengisi kemerdekaan negeri. Terlebih saat ini, ia menjelaskan, jumlah muda-mudi di Kota Malang lebih banyak.

“Sudah jelas kita memiliki tantangan. Salah satunya di Kota Malang, yang menjadi tantangan adalah jumlah pengangguran terbuka di Kota Malang tertinggi di Jatim. Ini adalah tantangan pemerintah untuk dapat menekan jumlah pengangguran tersebut. Selain itu, Kota Malang juga sedang fokus menuju Kota Pariwisata dan Kota Industri, dimana Industri yang diharapkan berkembang adalah dari segi ekonomi kreatif. Oleh karena itu, kami berharap bisa ada dikontribusikan kepada masyarakar, khususnya masyarakat di Kota Malang,” jelas dia.

Sementara itu, dalam arahannya, Menteri Zainudin Amali berharap agar seluruh kader KAMMI yang tersebar di seluruh Indonesia bisa menghadapi perkembangan zaman dan terus menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. Terlebih menurutnya, kader KAMMI bisa menjadi contoh untuk dapat berkontrubusi dan berperan aktif dalam penbangunan bangsa.

“Yang kami harapkan tentunya bagi seluruh kader KAMMI maupun seluruh pemuda di Indonesia, tidak hanya sekedar berkumpul dalam sebuah organisasi kepemudaan. Melainkan juga harus bisa memberi ide dan gagasan untuk bersama membangun Indonesia dalam menuju perubahan yang lebih baik,” ujar dia.

Menurut Menteri Zainudin Amali, hal itu juga sesuai dengan program prioritas Pemerintah. Yakni sesuai yang disampaikan oleh Presiden, bahwa salah satu programnya adalah pengembangan manusia dan transformasi ekonomi.

“Nah disitu apa yang dilakukan KAMMI hari ini, dengan tema Cipta Karya dan Kolaborasi Sambut Kejayaan Negeri, dimana, Cipta Karya itu sebenarnya lebih kepada cipta lapangan kerja. Dan Presiden sudah memberi arahan dan saat ini kami fokus dalam berbagai program yang tersebar di berbagai kementerian. Yang output dan outcomenya tidak bisa terukur. Dan sekarang bisa direkonsolidasikan agar ada parameter-parameter yang bisa diukur keberhasilannya,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa dalam kehadiran KAMMI selama 21 tahun ink dimaksudkan untuk membangun spirit dan semangat menuju perubahan Indonesia lebih baik.

“Indonesia harus bisa mencapai puncak kejayaannya. Dan mahasiswa diharapkan bisa berperan aktif dan mempunyai peran penting dalam upaya menuju kemajuan Indonesia dan diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam kemajuan bangsa ini. Terlebih untuk kader KAMMI, harus bisa memberi sumbangsih ide-ide dan gagasan untuk membangun kemajuan bangsa,” pungkas dia. (iki/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Drainase Buntu jadi Biang Banjir di Kawasan Blimbing Kota Malang

Diterbitkan

||

Drainase Buntu jadi Biang Banjir di Kawasan Blimbing Kota Malang

Memontum Kota Malang – Hujan siang Rabu (11/12/2019) sangat lebat disertai angin kencang mengguyur sebagian besar wilayah Kota Malang. Ini menyebabkan beberapa saluran air meluap, karena tidak mampu menampung limpasan air hujan. Beberapa saluran air meluap karena tersumbat oleh sampah atau penyebab lainnya.

Tak pelak di kawasan Jl Raden Intan serta Jl Panji Suroso yang selama ini sering terjadi genangan saat hujan turun, juga lagi lagi banjir. Hari itu juga, Camat Blimbing Drs Muarib M,Si bersama beberapa staf kecamatan keliling memantau kondisi wilayah saat turun hujan lebat.

“Beberapa titik pada saluran drainase Jl Raden Intan dan Jl Panji Suroso tersumbat oleh sampah yang menyebabkan air meluap ke jalan raya,” ungkap Muarib

“Luapan air drainase di kawasan ini diakibatkan sumbatan sampah serta sedimentasi. Selain itu, dikarenakan kontur jalan maupun saluran yang berada di Jl Raden Intan. Tepatnya depan Kantor Perhutani lebih rendah dari pada di Jl Panji Suroso,” ungkap Suseno Lurah Polowijen yang juga mendampingi Camat Blimbing meninjau kawasan seputar pertigaan Raden Intan.

Saat pemantauan, didapati bangunan warung di samping Kantor Departemen Agama yang dibangun diatas saluran drainase. Sehingga menyebabkan aliran air tidak normal karena banyak sampah yang terjebak dibawah bangunan warung.

“Kami peringatkan pengelola warung selaku penyewa, untuk segera menyampaikan pada pemilik bangunan agar membongkar bangunan yang berada di atas drainase,” tambah Muarib.

Muarib, mengajak semua pihak agar bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menumbuhkan budaya gotong royong serta kerja bakti bersama untuk membersihkan lingkungan sekitar. (*yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler