Connect with us

Berita

Masyarakat Malang Diimbau Tertib Berlalu Lintas, 80 % Pelanggar Bakal Kena Tilang

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH usai gelar pasukan Operasi Zebra Semeru 2019 di Mapolres Malang Kota. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH usai gelar pasukan Operasi Zebra Semeru 2019 di Mapolres Malang Kota. (gie)

Memontum, Kota Malang – Dalam 2 Minggu ke depan, petugas Lantas Polres Malang Kota bakal banyak melakukan razia di sejumlah lokasi di Kota Malang. Dalam Operasi Zebra Semeru 2019, yang dimulai 23 Oktober 2019 hingga 5 November 2019 ini, petugas akan menindak tegas setiap pelanggaran betkendara. Yakni 80 % bakal dilakukan penindakan.

Usai gelar pasukan Operasi Zebra Semeru 2019, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bahw Opetasi Zebra Semeru 2019, untuk menekan jumlah laka lantas dan juga meningkatkan kedisplinan masyarakat pengguna kendaraan bermotor agar selalu tertib berlalu lintas.

“Dalam kegiatan Operasi Zebra Semeru 2019, juga didukung unsur TNI dan Pemerintah Kota Malang. Pelangaran yang akan kami tindak diantaranya tidak memakai helm standar, melawan arus dan beberapa point lainnya diantaranya berkendara dengan kondisi pengaruh alkohol dan juga surat-surat kelengkapan berkendara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya juga berharap dukungan dari masyarakat karena tujuan dari Operasi Zebra Semeru 2019, untuk keselematan bersama dalam berkendara.

“Tujuannya memberikan kedisiplinan masyarakat berlalu lintas. Tentunya demi keselamatan berlalu lintas dan menekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas. Disini harus ada kepedukian masyarakat demi keselamatan bersama,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya berharap masyarakat selalu mematuhi peraturan berlalu lintas dan selalu membawa surat-surat kelangkapan berlalu lintas.

“Kami berharap lengkapi surat-surat berkendara, gunakan helm standart dan taati pelaturan berlalu lintas. Jumlah personil yang kami libatkan sebanyak 100 anggota, juga beberapa elemen TNI dan Pemerintah Kota Malang,” ujar AKBP Dony.

Kasat Lantas Polres Malang Kota AKP Ari Galang Saputra SH SIK, bahwa pihaknya akan terjs menekan jumlah laka lantas dengan harapan Kota Malang Zero Accident.

“Harapannya masyarakat semakin tertib berlalu lintas. Kita akan tekan jumlah laka lantas di Kota Malang. Terbanyak kecelakaan akibat pengendara kendaraan bermotor melawan arus. Semoga masyarajat akan semakin sadar akan pentingnya mematuhi peraturan berlalu lintas hingga angka laka lantas bisa semakin turun,” ujar AKP Galang. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pasca Tewasnya Kakak Adik Tertabrak Malioboro Ekspres, Perlintasan KA Gang Dahlia Ditutup

Diterbitkan

||

Penutupan perlintasan KA liar di Gang Dahlia. (ist)
Penutupan perlintasan KA liar di Gang Dahlia. (ist)

Memontum, Kota Malang – Perlintasan Kereta Api (KA) di Km 52 + 3/4 Gang Dahlia, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (28/2/2020) pagi akhirnya ditutup oleh PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.

Perlintasan KA tanpa plang pintu tersebut dianggap sangat membahayakan. Seperti halnya peristiwa pada Rabu (26/2/2020) pukul 08.35. Kakak beradik Eko Wahyudi Santoso (27) dan Puji Dwi Laksono (21) keduanya warga Jl Gadang Gang XIB, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, tewas seketika tertabrak KA Malioboro Ekspres No. 171 No Loko 2039816.

Seperti halnya dijelaskan oleh Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto bahwa penutupan perlintasan liar ini karena sangat membahayakan masyarakat pengguna perlintasan.

“Seperti pada Rabu kemarin, ada 2 pengendara motor yang meninggal usai terserempet kereta api saat melintas di perlintasan ini. Kita tutup secara permanen sehingga tidak bisa digunakan lagi. Kita bongkar jalan semenya, lalu kita pasang patok di pinggir rel dan di berikan portal pantek mati sehingga tidak bisa lagi dilalui. Rencananya kita akan menutup semua perlintasan KA liar, ” ujar Suprapto.

BACA : Ditabrak Malioboro Ekspres, Kakak Beradik Warga Gadang Tewas di Lokasi

Seperti diberitakan sebelumnya, Kakak beradik Eko Wahyudi Santoso (27) dan Puji Dwi Laksono (21) keduanya warga Jl Gadang Gang XIB, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (26/2/2020) pukul.08.35, tewas seketika tertabrak KA Malioboro Ekspres No. 171 No Loko 2039816.

Keduanya tertabrak saat mengendarai motor Honda Vario warna merah Nopol N 2519 ABR menyebrang di perlintasan Kereta Api (KA) di KM 52/4 Gang Dahlia, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.. Jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Suwito SH Berharap Sang Ketua PERADI Nanti, Jadi Pengayom Luar Biasa

Diterbitkan

||

Suwito SH, Ketua Bidang Humas Ikadin Malang. (ist)
Suwito SH, Ketua Bidang Humas Ikadin Malang. (ist)

Memontum, Kota Malang – Bersatunya 3 kubu Peradi versi Fauzi Yusuf Hasibuan, Juniver Girsang (Suara Advokat Indonesia di singkat SAI) dan Luhut Pangaribuan (Rumah Bersama Advokat disingkat RBA) dengan cepat berimbas ke daerah yaitu di Malang.

Hal itu disampaikan oleh Suwito SH, Ketua Bidang Humas Ikadin Malang, pada Kamis (27/2/2020) siang.

“Dengan cepat bersatunya para Ketua Umum Peradi dan membentuk panitia munaslub di pusat sangat dirasakan di daerah. Kami mendukung bersatunya 3 Peradi,” ujar Suwito.

Saat ini ada 3 ketua DPC Peradi yakni Iwan Kuswardi SH MH (Ketua DPC Peradi Malang Raya), Dian Aminuddin SH (Ketua DPC Peradi Malang) dan Ahmad Siswantoro SH (Ketua DPC Peradi Rumah Bersama Advokat) Malang.

Dengan bersatunya Peradi, siapakah nantinya yang bakal menjadi ketua DPC Peradi selanjutnya?

Menurut Suwito, sosok siapa ketua DPC Peradi yang di Malang sudah ramai menjadi perbincangan di kalangan advokat.

“Di Malang, sudah hangat menjadi perbincangan ramai di kalangan advokat tentang sosok orang yang layak dipilih menjadi Ketua DPC Peradi Malang. Iwan Kuswardi, menjadi perbincangan sebagai sosok advokat senior yang digadang-gadang layak menjadi ketua DPC organisasi advokat single bar ini,” ujar Alumni Sekolah Jurnalistik Indonesia ( SJI) ini saat bertemu Memontum.com.

Dia mengatakan eksistensi Iwan Kuswardi di Malang sebagai seorang advokat senior tidak diragukan lagi.

“Selain bertanggung jawab, sosok Iwan adalah seorang Advokat yang jika nanti terpilih sebagai Ketua DPC di Malang dipandang mampu mengayomi anggotanya dengan baik. Pasalnya, Iwan Kuswardi yang asli Malang ini mempunyai hubungan baik secara komunikasi maupun secara emosional dengan Advokat di Malang, ” ujarnya.

Selain Iwan Kuswardi yang saat ini sebagai Ketua DPC Peradi Malang Raya dengan LBH Peradi Malang Raya yang sekarang meroket, ketua Peradi yang lain yakni Peradi versi Fauzi Yusuf Hasibuan yaitu Dian Aminuddin dan ketua Peradi RBA Siswantoro disebut pula sosok yang bakal bersaing dalam bursa calon Ketua DPC Organisasi Advokat di Malang. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Adakan RAC Khusus, DPC Peradi Malang Tentukan Utusan Menuju Munas III Surabaya

Diterbitkan

||

RAC DPC Peradi Malang Tahun 2020. (gie)
RAC DPC Peradi Malang Tahun 2020. (gie)

Memontum Malang – Untuk memilih 32 utusan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Surabaya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Malang menggelar Rapat Anggota Cabang (RAC) Khusus di Hotel Grand Cakra Kota Malang, Selasa (25/2/2020) pukul 15.00.

Munas ke 3 Peradi ini akan diadakan di Surabaya pada 30 Maret dan 31 Maret 2020. Ke 32 utusan ini mewakili 350 anggota DPC Peradi Malang untuk memberikan suara dalam Munas. Menurut ketua DPC Peradi Malang Dian Aminuddin SH bahwa setiap 15 anggota diwakili 1 utusan.

“Satu utusan mewakili 15 anggota. Jadi ada 23 utusan yang nantinya mewakili DPC Peradi Malang dalam Munas ke -3 di Surabaya. RAC Khusus ini untuk menentukan siapa utusan dari DPC Peradi Malang. Tentunya yang menjadi utusan, bisa memperjuangkan calon yang didukung DPC Peradi Malang. Siapa calon yang akan diusung, tergantung hasil dalam RAC Khusus ini,” ujar Dian.

Selain melaksanakan RAC Khusus, DPC Peradi Malang juga melaksanakan RAC Tahunan 2020.

“Ada dua RAC yang kini kita laksanakan. Yakni RAC Tahunan Tahun 2020 dan RAC Khusus. RAC Tahunan membahas kegiatan DPC Peradi Malang, termasuk juga masalah keuangan,” ujar Dian.

Ketua Panitia RAC DPC Peradi Malang Husain Tarang SH, belum menyebut siapa nama yang bakal diusung DPC Peradi Malang dalam Munas ke-3 Surabaya. Namun dia memberikan sedikit bocoran bahwa sosok yang bakal dipilih adalah sosok yang sudah berpengalaman yang bisa membawa DPN Peradi secara nasional.

“Seperti yang dijelaskan oleh ketua DPC Peradi Malang tadi bahwa ada dua RAC yakni RAC Tahunan dan RAC Khusus. RAC Tahunan membahas program kerja Tahun 2020 maupun evaluasi kerja sebelumnya. Sedangkan RAC Khusus membahas utusan yang akan mewakili DPC Peradi Malang. Nantinya utusan ini memiliki suara dalam Munas, ” urai Husain kepada Memontum.com.

“Utusan ini akan membawa nama satu calon yang sudah disepakati. Kita lihat siapa nanti calonnya. Kreteria khusus, yang sudah berpengalaman, bisa membawa DPN Peradi secara nasional dan siapa tahu juga bisa mempersatukan Peradi,” ujar Husain Tarang. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler