Connect with us

Berita

IKA Polinema Gelar Direktur Polinema Cup V

Diterbitkan

||

IKA Polinema Gelar Direktur Polinema Cup V

Memontum Kota Malang – Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang (IKA Polinema) menggelar acara rutin tahunan turnamen golf yang bertajuk Direktur Polinema Cup V pada Minggu (20/10/2019). Digelar di Sentul Highland Golf Club, kegiatan tersebut diikuti oleh 161 peserta yang terdiri dari alumni Polinema dan dari peserta umum.

“Direktur cup ke lima kali ini diikuti oleh 161 peserta yang dari taget awal sekitar 140 peserta, karena didukung dari banyaknya sponsor yang membantu. Peserta terdiri dari alumni polinema dan darinpeserta umum,” ujar ketua panita Direktur Polinema Cup V, Nurjaman Maruapey.

Kegiatan Turnamen Golf ke lima kali ini dibuka oleh Pembantu Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan Polinema Anggit Murdani yang berharap momen pertemuan para Alumni Polinema tersebut bisa membawa manfaat kepada para alumni, kampus dan juga mahasiswa Polinema.

Selain memperebutkan piala dari Direktur Polinema, juga masih ada beberapa hadiah bagi para pemenang.

Ia juga mengatakan, selain sebagai agenda rutin yang digelar setiap tahun, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah dan tempat berkumpulnya para alumni Polinema untuk dapat bersilaturahmi.

“Bisa bersilaturahmi, berbagi pengalaman, sharing serta informasi bisnis dari temen-temen alumni. Jadi selain kegiatan utama yaitu turnamen golf, ada juga kegiatan yang melibatkan alumni Polinema yaitu forum bisnis,” ujarnya kepada media.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, di tempat yang sama juga dilaksanakan Gathering IKA Polinema sekaligus Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten san Lampung (J2BL) dan Polinema Expo.

Bersamaan dengan pelaksanaan Turnamen Golf, di tempat yang sama juga diadakan Gathering IKA Polinema sekaligus Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung (J2BL) dan Polinema Expo.

Untuk diketahui, Direktur Polinema Cup V tersebut dibagi menjadi 4 kategori yang masing-masing pemenangnya ialah.

* Peraih Best Gross Overall : Ryan
* Peraih Best Nett Overall : Arso Anggoro

* Juara I Kategori Flight A (Alumni) : Al Ghazali
* Juara II Kategori Flight A (Alumni) : Fransis Al.

* Juara I Kategori Flight B : Toto Sutiarso
* Juara II Kategori Flight B : Djoko Santoso

* Juara I Kategori Flight C : Safri
* Juara II Kategori Flight C : Anang Wahyu

* Juara I Kategori Guest Flight : Raditya Surya
* Juara II Kategori Guest Flight : Rochan
* Juara III Kategori Guest Flight : Putra Adiguna.

Peraih Longest Drive : Jonathan T. (277 m)
Peraih Nearest To The Pin : Dirham (1,70 m)
Peraih Nearrst To The Line : Didik

(iki/yan)

 

Berita

Gus Wahid, Guru Sekaligus Sahabat d’Kross

Diterbitkan

||

Ade Herawanto dan kru d'Kross saat bersama Gus Wahid dalam sebuah kesempatan. (ist)
Ade Herawanto dan kru d'Kross saat bersama Gus Wahid dalam sebuah kesempatan. (ist)

Memontum Kota Malang – KH Abdul Wahid Ghozali SAg yang biasa dipanggil Gus Wahid atau Kyai Arema, wafat Sabtu 4 Juli 2020. Sosok kyai yang kharismatik ini, bagi masyarakat Malang Raya mempunyai arti tersendiri. Termasuk Ade Herawanto. Front man d’Kross ini, mempunyai kenangan dan kesan yang penuh arti.

Pasalnya, sosok Gus Wahid yang juga mantan petinju ini, sudah dianggap sebagai guru sekaligus teman bagi Kepala Bapenda Kota Malang ini. Hubungan Ade Herawanto bukan hanya di forum resmi, namun tak jarang dia silaturahmi untuk ngangsu kaweruh. Terutama ajaran Gus Wahid tentang pluralisme, sangat tertanam dalam diri Ade Herawanto.

Bagaimana menjadikan musik sebagai media dakwah, Gus Wahid begitu memahami. Karena Gus Wahid ketika kuliah, juga seorang gitaris rock. Inilah salah satu motivasi yang menjadikan perjalanan spiritual d’Kross menjadikan musik sebagai media dakwah.

“Beliau dulu juga salah satu gitaris rock saat jaman kuliah, yang kami ingat membawakan lagu-lagu Scorpion,” kenang Ade Herawanto, Sabtu (4/7/2020) pada Memontum.com.

“Bahkan suatu saat, d’Kross pernah jam session sepanggung bersama beliau. Saat itu, kami membawakan aransemen Sholawat Ashygil dan Shalawat Bani Hasyim. Dikemas dalam genre hard rock,” imbuh Ade Herawanto.

Tak heran, kru d’Kross menganggap Gus Wahid sebagai salah satu guru dan sahabat. “Atas nama d’Kross, saya menyampaikan turut berbela sungkawa. Semoga amal ibadah Gus Wahid menjadikan beliau husnul khotimah,” punglas Ade Herawanto. (yan)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Terdampak Covid-19, Kena PHK, Pindah Haluan Jual Jeruk

Diterbitkan

||

Pedagang jeruk, Tofa saat melayani konsumen.(mg2)
Pedagang jeruk, Tofa saat melayani konsumen.(mg2)

Memontum Malang – Terkena imbas covid-19, Tofa (35) karyawan perusahaan jasa angkutan, beralih menjual jeruk. Ini demi memenuhi kebutuhan, sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Namun, saat ini perkembangan penjualan buah jeruk di kawasan kabupaten Malang tidak stabil.

Bahkan mengalami penurunan, karena kondisi perekonomian belum normal. Pemerintah dan masyarakat masih menerapkan masa transisi menuju new normal. Maka saat ini, belum memberikan perubahan yang signifikan di bidang perekonomian.

“Sekarang ini, penjualan sedang menurun mas. Biasanya sehari itu bisa jual 1 kuintal lebih. Sekarang belum ada sama sekali,” ungkap tofa penjual buah jeruk di kawasan Jl Raya Karang Pandan, Sabtu (4/7/2020).

Tofa mengungkapkan, sudah berjualan buah selama kurang lebih 2 bulan. Untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, selama masa pandemi covid-19. Sebelum di PHK, Tofa berpenghasilan rata-rata Rp 2.700.000 per bulan. Saat ini, hanya mampu mendapatkan kisaran Rp 2.300.000 per bulan dari berjualan jeruk.

“Selama saya kerja di perusahaan dulu saya bisa dapet uang per bulan kisaran Rp 2.700.000 tiap bulan. Sekarang jadi berdagang jeruk menurun jadi kisaran Rp 2.300.000 per bulan. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari, menipis. Apalagi saya punya tanggungan yang harus dibayar per bulan sebesar Rp 1.750.000 di bank,” tutupnya. (mg2/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana Demo, Tuntut Keringanan SPP 50 Persen

Diterbitkan

||

Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana Demo, Tuntut Keringanan SPP 50 Persen

Memontum Kota Malang Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana yang merasa keberatan dengan biaya kuliah, Rabu (1/7/2020) melanjutkan aksi demo di depan gedung pusat Universitas Wisnuwardhana. Mereka menuntut potongan SPP sebesar 50%. Sedangkan dari pihak kampus, sudah memberikan potongan sebesar 30% dengan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

“Dari kami sudah memberikan kebijakan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan bisa mengajukan pemotongan uang spp sebesar 30%. Kalau masalah persyaratan kan memang semua kebijakan dan bantuan harus ada syaratnya gak mungkin kalau sembarang. Kami dari pihak kampus kan ingin benar-benar membantu kepada yang membutuhkan jadi ya harus ada persyaratannya untuk di penuhi,” ujar WR II Suharto.

“Di masa pandemi ini dengan metode pembelajaran daring atau online, kita sebagai mahasiswa mengalami kesulitan, karena terjadi krisis ekonomi. Kami bersama-sama meminta kepada pihak kampus untuk pemotongan biaya SPP sebesar 50%. Setelah pihak kampus memberikan kejelasan dengan potongan SPP 30% dengan syarat-syarat yang menurut kami tidak mampu memenuhinya,” ujar Ronald salah satu mahasiswa.

Persyaratan yang harus di penuhi yaitu seperti meminta surat dari desa atau wilayah masing-masing mahasiswa, lalu juga pekerjaan orang tua masing-masing mahasiswa dan juga harus mencantumkan laporan pembayaran listrik per bulan dari masing masing mahasiswa.

“Ya kan memang seharusnya begitu, persyaratan itu harus detail agar kami bisa tahu siapa yang harus benar-benar kami bantu dan juga siapa yang tidak memerlukannya. Karena semua bantuan memang harus ada persyaratannya,” ujar WR II Suharto.

Dari beberapa mahasiswa merasa masih keberatan dengan persyaratan yang harus di penuhi. Sedangkan kesulitan ekonomi di masa pandemi ini terus berjalan.

“Kami masih merasa kesulitan dengan persyaratan itu. Target kami kan potongan spp 50%, tapi sudah diputuskan potongan spp sebesar 30%. Menurut kami, persyaratan yang diberikan tidak masuk akal sehingga kami akan terus mendesak pihak kampus untuk menyetujui tuntutan kami para mahasiswa,” tutup Ronald salah satu mahasiswa. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler