Connect with us

Hukum & Kriminal

Motivator Gampar 10 Murid SMK Muhammadiyah 2 Sambil Teriak Goblok, Ngaku Khilaf

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP AKBP Dony Alexander SIK MH saat merilis tersangka Agus Piranhamas. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP AKBP Dony Alexander SIK MH saat merilis tersangka Agus Piranhamas. (gie)

Memontum Kota Malang – Sang motivator, Agus Setiawan alias Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas, Gang V, Kelurahan Tanjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (19/10/2019) pukul 13.00, dirilis di Mapolres Malang Kota. Saat bertemu para wartawan, Agus mengaku khilaf.

“Saya benar-benar khilaf. Selesai acara saya langsung meminta maaf. Dalam hidup ini, saya tidak pernah melakukan ini. Saya terima anak magang SMK sejak 2008, saya juga pernah lama.mengajar di SMK. Tidak pernah terjadi seperti ini,” ujar Agus.

Sebelum terjadinya kekerasan itu, dia mengaku sempat mengatakan kalau para siswa tidak boleh menertawakan kesalahan orang lain.

“Sebelumnya ada anak yang tertidur, saya suruh kedepan duduk di panggung. Saya juga menegaskan kepada siswa supaya kalau ada yang salah, jangan ditertawakan. Ternyata saat operator dari pihak sekolah ada kesalahan menulis dan ditertawakan,” ujar Agus. Dari sinilah Agus mengaku khilaf hingga terjadilah penamparan terhadap 10 siswa SMKM 2 Kota Malang sambil meneriakinya goblok.

Agus ditangkap pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00 saat berada di Bandara Juanda. Sebab sebelumnya, Agus hendak mengisi seminar di Makasar. Namun setibanya di Makasar, dia ditelp oleh petugas kepolisian hinggga langsung kembali lagi ke Bandara Juanda Surabaya.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka dikenakan UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. ” Tersangka kami kenakan UU perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony Alexander.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammaditah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group. Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberpa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook.

Informasi Memontum.com bahwa pada.Kamis (17/10/2019) pukul.08.00, dilaksanakan Seminar Motivasi Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang di Jl Baiduri Sepah, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pihak sekolah mendatangkan motivator dari pihak luar yakni berinisal AP, warga Jl Piranha Atas, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pria yang sehari-harinya sebagai pakar internet marketing konsultan dan juga praktisi bisnis online ini dipercaya diundang sebagao motivator dalam seminar tersebut.

Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00. Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga puk.15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 orang sudah melapor. Ada 1 hang belum melapor larena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony. (gie/yan)

Hukum & Kriminal

Kerja Bakti Persiapan Agustusan, Barongan Jl Bunga Vinolia Terbakar

Diterbitkan

||

Lokasi kejadian pasca kebakaran. (ist)
Lokasi kejadian pasca kebakaran. (ist)

Memontum Kota Malang – Warga sekitar Jl Vinolia, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (5/7/2020) pagi, dikejutkan dengan kobaran api membesar membakar lahan bambu (barongan) yang berada di pinggir jalan. Tentunya warga ketakutan, takut api merantak semakin besar hingga membuat pohon bambu bertumbangan di jalan dan merambat ke rumah warga.

Dugaan sementara api berasal dari tumpukan sampah yang dibakar usai kerja bakti persiapan Agustusan. Api berhasil dipadamkan setelah petugas PMK Kota Malang melakukan penyemprotan di beberapa titik api di lokasi kejadian.

Informasi Memontum.com bahwa Minggu pagi, warga kerja bakti, tumpukan sampah kemudian dibakar. Warga tidak mengira kalau borongan disekitar lokasi bakar terbakar. Sebab saat ditinggal, api yang berada di tumpukan sampah sudah terlihat padam.

” Tadi ada kerja bakti persiapan Agustusan. Tadi sampahnya sempat dibakar, namun tadi sudah mati. Warga kemudian meminggalkannya untuk ngecor di bawah. Ya kemungkinan karena anginnya besar hingga ada api yang naik ke atas. Tadi diketahui oleh anak-anak kecil kalau barongannya terbakar,” ujar Suhadi, Ketua RT 06/RW 05, Kelurahan Jatimulyo.

Api terlihat cepat membesar dikarenakan kondosi dedaunan kering. Suara bambu terbakar tampak terdengar keras hingga hingga warga memilih untuk melapor ke petugas PMK Kota Malang. Ada beberapa pohon tumbang. Cukup menguatirkan jika sampai mengenai kabel listrik. Beruntung saat itu petugas PMK Kota Malang segera tiba di lokasi kejadian berhasil melakukan pemadaman.

Soleh, Danru Regu Empat PMK Kota Malang, menjelaskan bahwa kebakaran ini cukup menguatirkan karena lokasinya berada di pinggir jalan.

” Kami datang 2 unit pemadam. Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit. Tadi cukup dikuatirkan karen lokasinya dipinggir jalan. Pohon bambu banyak yang terbakar bagian bawahya berpotensi tumbang mengenai kabel listrik,” ujar Soleh. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Padamkan Kebakaran di Jl Keben, Petugas PMK Kota Malang Gugur

Diterbitkan

||

Foto Sunardi semasa hidup. (ist)
Foto Sunardi semasa hidup. (ist)

Memontum Kota Malang – Suasana duka masih menyelimuti kekuarga besar unit PMK Kota Malang. Pasalnya salah satu anggotanya telah gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran di Jl Keben II Timur, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (4/7/2020) pukul 13.30.

Petugas PMK Kota Malang, Sunardi (47), warga Jalan Kalianyar, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, tiba-tiba saja roboh saat melakukan penyiraman api yang membakar gudang rosokan tersebut.

Sunardi saat akan dibawa ke RSI. (ist)

Sunardi saat akan dibawa ke RSI. (ist)

Meskipun sempat dilarikan ke RSI Aisyiyah Kota Malang, namun Sunardi akhirnya meninggal dunia diperkirakan saat dalam perjalanan.

Informasi Memontum.com bahwa Sunardi bersama istri dan kedua anaknya sehari-harinya tinggal di Jl Bengkil, Kecamatan Sukun, Kota/ Komplek Pemadam Kota Malang. Sabtu siang, setelah mendapatkan laporan terjadi kebakaran di Jl Keben II, para petugas PMK segera meluncur ke lokasi melakukan pemadaman.

Sebuah gudanh rosokan terbakar hingga petugas PMK Kota Malang berjibaku untuk melakukan.oemadaman supaya api segera padam dan tidak menjalar ke rumah warga yang berdekatan dengan lokasi.

Petugas mencari titik-titi api hingga api terlihat mengecil. Namun saat pemadaman kurang dari 15 persen, Sunardi tiba-tiba saja roboh.

Lokasi kebakaran. (ist)

Lokasi kebakaran. (ist)

” Sempat dipegangi rekan-rekannya. Kejadian itu saat pemadaman sekitar kurang dari 15 persen. Kita panggil ambulan hingga Pak Sunardi dibawa ke RSI Aisyiyah,” Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Teguh Budi Wibowo, saat dikonfirmasi Memontum.com, Minggu (5/7/2020) siang.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Pak Sunardi, apakah karena akibat asap atau faktor kelelahan.

” Belum bisa dipastikan, kemungkinan karena kelelahan karena kemarin juga sangat terik. Selama 10 tahun di PMK Kota Malang, Pak Sunardi dikenal sangat baik. Bersungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam bertugas,” ujar Teguh. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gondol Mobil, Beraksi di Surabaya, Ditangkap di Kota Malang

Diterbitkan

||

Suwarno dan temannya saat diserahkan ke anggota Polsek Wonokromo. (ist)
Suwarno dan temannya saat diserahkan ke anggota Polsek Wonokromo. (ist)

Memontum Kota Malang – Mobil Innova Reborn warna hitam tahun 2018 Nopol L 1451 HW yang digelapkan oleh Suwarno (37) warga Cerme, Gresik sejak 9 Juni 2020, akhirnya berhasil ditemukan oleh Satlantas Polresta Malang Kota pada Jumat (3/7/2020) pukul 06.30 di Jl Tumenggung Suryo, Kota Malang. Saat itu Suwarno bersama seorang temannya berada di dalam mobil yang langsung ditangkap oleh petugas Satlantas Polresta Malang Kota.

Kini Suwarno dan Barang Bukti (BB) mobil sudah dilimpahkan ke Polsek Wonokromo Surabaya. Informasi Memontum.com bahwa pada 9 Juni 2020, Suwarno menyewa mobil tersebut kepada Johan. Harusnya mobil itu dikembalikan pada pertengahan Juni 2020, namun ternyata mobil tersebut tidak dikembalikan.

Johan memutuskan untuk melapor ke Polsek Wonokromo jarena Suwarno sudah tidak tidak bisa lagi dihubungi. Setelah hampir sebulan lamanya, salah satu pendengar radio SS menginformasikan kalau melihat mobil tersebut berada di kawasan depan Araya Kota Malang.

“Kami mendengar informasi itu dari Radio SS. Kami melakukan pencarian hingga tadi pagi berhasil menemukan si penyewa beserta mobilnya di kawasan Jl Raden Tumenggung Suryo, Kota Malang. Kami berhasil menghentikan mobil tersebut dan kami bawa ke Mapolresta Malang Kota. Karen LP nya di Polsek Wonokromo, mereka kami limpahkan ke Polsek Wonokromo,” ujar Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution SIK. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler