Connect with us

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Hukum & Kriminal

Bayi Mungil Dibuang dalam Tas Ransel, Dekat Kos-Kosan Sukun

Diterbitkan

||

Bayi Mungil Dibuang dalam Tas Ransel, Dekat Kos-Kosan Sukun
Kapolsekta Sukun AKP Suyoto saat mendatangi bayi perempuan itu saat masih dalam perawatan bidan. (ist)

Memontum, Kota Malang – Bayi perempuan ditemukan dalam kondisi hidup di samping tempat sampah rumah milik Edi Mulyo, warga Perumahan Bukit Dieng Blok M No 16A RT07/RW05 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (27/3/2020) pukul 13.30.

Diduga bayi tersebut baru dilahirkan karena masih menempel ari-arinya. Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsekta Sukun hingga petugas datangi lokasi membawa bayi tersebut ke RSSA Malang.

Bayi perempuan inilah yang ditemukan. (ist)

Bayi perempuan inilah yang ditemukan. (ist)

Informasi Memontum.com bahwa kawasan sekitar lokasi banyak terdapat rumah kos mahasiswa. Siang itu, seorang pemulung mendengar tangisan bayi. Saat dicari sumbernya ternyata berasal dari tas punggung berwarna biru yang terbungkus jumper warna merah.

Setelah dicek, ternyata bayi yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dan ari-arinya masih menempel. Kejadian ini dilaporkan kepada Drs Amriyanto, ketua RT 07 dan bersama Kwantari, pihak securiti.

Penemuan bayi perempuan ini sempat mengejutkan warga sekitar hingga banyak yang mendatangi lokasi hingga bayi tersebut dibawa ke Bidan Ati Purwatiningsih, Bhayangkari Polsek Sukun, warga Jl Bukit Dieng.

Petugas Polsekta Sukun yang juga segera datang ke lokasi melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi. Kapolsekta Sukun AKP Suyoto SH mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Bayi perempuan itu terlihat sehat. Saat ini sudah kami bawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar AKP Suyoto kepada Memontum.com. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korsleting Listrik, Rumah Warga Kedawung Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)
Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)

Memontum, Kota Malang – Rumah milik Mustofa (40) warga JL Kedawung IX/32 RT 02 Rw 06 Kel Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (26/3/2020) pukul 21.00, terbakar.

Api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah hingga bara api terlihat jelas di kejauhan. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran ini Mustofa alami kerugian puluhan juta rupiah.

Kondisi rumah korban usai kebakaran. (ist)

Kondisi rumah korban usai kebakaran. (ist)

Informasi Memontum.com bahwa sekitar pukul 21.00, saat Mustofa berada di lantai 1 rumah, memcium bau terbakar. Dia segera naik ke lantai 2 untuk melakukan pengecekan. Saat itu api sudah membesar membakar bagian atap.

Mustofa dan keluarganya meminta tolong warga sekitar hingga sempat dilakukan pemadaman dengan air seadanya. Namun api tetap saja berkobar hebat. Kejadian itu sempat membuat takut warga sekitar. Bagaimana tidak kondisi api sudah membumbung tinggi dan lokasi padat penduduk yang rumahnya berdampingan.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke PMK Kota Malang dan Polsekta Lowokwaru. Sebanyak empat armada mobil pemadam tiba di lokasi. Karena api sudah cukup besar, petugas harus bekerja keras melakukan pemadaman penyemprotan titik-titik api yang terlihat besar.

Api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00, setelah petugas melakukan penyoraman dengan 14.000 liter air. Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara kebakaran ini akibat korsleting listrik.

“Dugaan korsleting listrik di lantai 2 rumah korban,” ujar Kapolsekta Lowokwaru Kompol Rizky Tri Putra SH SIK. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Diduga Serangan Jantung, Meninggal Saat Ikut Nyemprot Disinfektan

Diterbitkan

||

Foto Selo semasa hidup saat berinteraksi dengan warganya. (ist)
Foto Selo semasa hidup saat berinteraksi dengan warganya. (ist)

Memontum Kota Malang – Diduga karena alami serangan jantung, Budi Selo Admojo (62) ketua RT 05/RW 03, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (25/3/2020) pukul 09.00, meninggal funia dalam perjalanan ke rumah sakit. Selo tiba-tiba roboh saat melaksanakan kegiatan sosial kepedulian dalam pencegahan penyebaran Covid -19, penyemprotan disinfektan di kampungnya.

Informasi Memontum.com, bahwa Selo dan warga melakukan penyemprotan disinfektan sejak pukul 07.30. Meskipun belum sarapan, Selo dengan semangat bersama warga melakukan penyemprotan. Namun sekitar 1 jam kemudian, Selo tiba-tiba pingsan. Diduga dia mengalami serangan jantung hingga segera saja filarikan ke RS terdekat. Namun dalam perjalanan, ketua RT yang mempunya jiwa sodial tinggi ini akhirnya meninggal dunia.

Yuni Hartono (61), ketua RW 03 Kelurahan Bareng, mengatakan bahwa selama kegiatan penyemprotan disinfektan berlangsung, Selo baik-baik saja dan ikut betjalan bersama rekan-rekannya.

” Penyemprotan ini dari kelurahan. Saat almarhum meminta penyemprotan dimukai dari kampungnya. Semuanya berjalan normal dan tidak terjadi masalah apapun. Bahkan almarhum sempat foto bersama. Baru setelah itu korban berjalan kemudian ambruk hingga segera dilarikan ke rumah sakit,” ujar Yuni.

Namun saat tiba di RS Hermina, Selo sudah dalam kondisi tak bernyawa. ” Diagnosa dari tumah sakit, almarhum meninggal karena sakit jantung. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka Jl Bareng Taman Bunga. Pihak keluarga juga membenarkan kalau korban memiliki riwayat sakit jantung. Tadi pagi, anaknya juga mengatakan kalau ayahnya saat berangkat penyemprotan tidak sempat sarapan dan minum obat,” ujar Yuni. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler