Connect with us

Hukum & Kriminal

Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Diterbitkan

||

Memontum, Kota Malang – Sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberpa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook.

Informasi Memontum.com bahwa pada, Kamis (17/10/2019) pukul 08.00, dilaksanakan Seminar Motivasi Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang di Jl Baiduri Sepah, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pihak sekolah mendatangkan motivator dari pihak luar yakni berinisal AP, warga Jl Piranha Atas, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pria yang sehari-harinya sebagai pakar internet marketing konsultan dan juga praktisi bisnis online ini dipercaya diundang sebagai motivator dalam seminar tersebut.

Puluhan siswa mengikuti seminar tersebut dari kelas 10, 11 dan 12 Prodi Multimedia. Sekitar pukul 10.00, beberapa siswa tertawa karena operator ada kekeliruan saat menulis Go Blog di layar slide. Motivator berinisial AP yang saat itu sedang menerangkan materi langsung tersinggung.

Tak lama, kemudian beberapa siswa diminta berjejer sambil berdiri di depan. AP kemudian menampar beberapa siswa tersebut satu persatu sambil berteriak goblok. Jika dilihat dari rekaman itu, tempelengan terdengar keras.

Terkait kasus kekerasan terhadap anak ini, petugas Polres Malang Kota segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat dikonfirmasi Memontum.com, bahwa pihaknya sudah bergerak melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. “Masih proses penyelidikan,” ujar AKBP Dony. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Bayi Mungil Dibuang dalam Tas Ransel, Dekat Kos-Kosan Sukun

Diterbitkan

||

Bayi Mungil Dibuang dalam Tas Ransel, Dekat Kos-Kosan Sukun
Kapolsekta Sukun AKP Suyoto saat mendatangi bayi perempuan itu saat masih dalam perawatan bidan. (ist)

Memontum, Kota Malang – Bayi perempuan ditemukan dalam kondisi hidup di samping tempat sampah rumah milik Edi Mulyo, warga Perumahan Bukit Dieng Blok M No 16A RT07/RW05 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (27/3/2020) pukul 13.30.

Diduga bayi tersebut baru dilahirkan karena masih menempel ari-arinya. Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsekta Sukun hingga petugas datangi lokasi membawa bayi tersebut ke RSSA Malang.

Bayi perempuan inilah yang ditemukan. (ist)

Bayi perempuan inilah yang ditemukan. (ist)

Informasi Memontum.com bahwa kawasan sekitar lokasi banyak terdapat rumah kos mahasiswa. Siang itu, seorang pemulung mendengar tangisan bayi. Saat dicari sumbernya ternyata berasal dari tas punggung berwarna biru yang terbungkus jumper warna merah.

Setelah dicek, ternyata bayi yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dan ari-arinya masih menempel. Kejadian ini dilaporkan kepada Drs Amriyanto, ketua RT 07 dan bersama Kwantari, pihak securiti.

Penemuan bayi perempuan ini sempat mengejutkan warga sekitar hingga banyak yang mendatangi lokasi hingga bayi tersebut dibawa ke Bidan Ati Purwatiningsih, Bhayangkari Polsek Sukun, warga Jl Bukit Dieng.

Petugas Polsekta Sukun yang juga segera datang ke lokasi melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi. Kapolsekta Sukun AKP Suyoto SH mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Bayi perempuan itu terlihat sehat. Saat ini sudah kami bawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar AKP Suyoto kepada Memontum.com. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korsleting Listrik, Rumah Warga Kedawung Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)
Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)

Memontum, Kota Malang – Rumah milik Mustofa (40) warga JL Kedawung IX/32 RT 02 Rw 06 Kel Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (26/3/2020) pukul 21.00, terbakar.

Api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah hingga bara api terlihat jelas di kejauhan. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran ini Mustofa alami kerugian puluhan juta rupiah.

Kondisi rumah korban usai kebakaran. (ist)

Kondisi rumah korban usai kebakaran. (ist)

Informasi Memontum.com bahwa sekitar pukul 21.00, saat Mustofa berada di lantai 1 rumah, memcium bau terbakar. Dia segera naik ke lantai 2 untuk melakukan pengecekan. Saat itu api sudah membesar membakar bagian atap.

Mustofa dan keluarganya meminta tolong warga sekitar hingga sempat dilakukan pemadaman dengan air seadanya. Namun api tetap saja berkobar hebat. Kejadian itu sempat membuat takut warga sekitar. Bagaimana tidak kondisi api sudah membumbung tinggi dan lokasi padat penduduk yang rumahnya berdampingan.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke PMK Kota Malang dan Polsekta Lowokwaru. Sebanyak empat armada mobil pemadam tiba di lokasi. Karena api sudah cukup besar, petugas harus bekerja keras melakukan pemadaman penyemprotan titik-titik api yang terlihat besar.

Api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00, setelah petugas melakukan penyoraman dengan 14.000 liter air. Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara kebakaran ini akibat korsleting listrik.

“Dugaan korsleting listrik di lantai 2 rumah korban,” ujar Kapolsekta Lowokwaru Kompol Rizky Tri Putra SH SIK. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Diduga Serangan Jantung, Meninggal Saat Ikut Nyemprot Disinfektan

Diterbitkan

||

Foto Selo semasa hidup saat berinteraksi dengan warganya. (ist)
Foto Selo semasa hidup saat berinteraksi dengan warganya. (ist)

Memontum Kota Malang – Diduga karena alami serangan jantung, Budi Selo Admojo (62) ketua RT 05/RW 03, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (25/3/2020) pukul 09.00, meninggal funia dalam perjalanan ke rumah sakit. Selo tiba-tiba roboh saat melaksanakan kegiatan sosial kepedulian dalam pencegahan penyebaran Covid -19, penyemprotan disinfektan di kampungnya.

Informasi Memontum.com, bahwa Selo dan warga melakukan penyemprotan disinfektan sejak pukul 07.30. Meskipun belum sarapan, Selo dengan semangat bersama warga melakukan penyemprotan. Namun sekitar 1 jam kemudian, Selo tiba-tiba pingsan. Diduga dia mengalami serangan jantung hingga segera saja filarikan ke RS terdekat. Namun dalam perjalanan, ketua RT yang mempunya jiwa sodial tinggi ini akhirnya meninggal dunia.

Yuni Hartono (61), ketua RW 03 Kelurahan Bareng, mengatakan bahwa selama kegiatan penyemprotan disinfektan berlangsung, Selo baik-baik saja dan ikut betjalan bersama rekan-rekannya.

” Penyemprotan ini dari kelurahan. Saat almarhum meminta penyemprotan dimukai dari kampungnya. Semuanya berjalan normal dan tidak terjadi masalah apapun. Bahkan almarhum sempat foto bersama. Baru setelah itu korban berjalan kemudian ambruk hingga segera dilarikan ke rumah sakit,” ujar Yuni.

Namun saat tiba di RS Hermina, Selo sudah dalam kondisi tak bernyawa. ” Diagnosa dari tumah sakit, almarhum meninggal karena sakit jantung. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka Jl Bareng Taman Bunga. Pihak keluarga juga membenarkan kalau korban memiliki riwayat sakit jantung. Tadi pagi, anaknya juga mengatakan kalau ayahnya saat berangkat penyemprotan tidak sempat sarapan dan minum obat,” ujar Yuni. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler