Connect with us

Hukum & Kriminal

Malas Kerja, Pingin Kaya, Hobi Curi Kotak Amal Masjid

Diterbitkan

||

Syafiudin alias Candra saat diamankan petugas Polsekta Klojen. (ist)
Syafiudin alias Candra saat diamankan petugas Polsekta Klojen. (ist)

Memontum, Kota Malang – Ingin cepat punya banyak uang tapi malas kerja, Syafiudin alias Candra (33) malah mencuri uang dalam kotak amal masjid. Pengangguran asal Dusun Blau, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang sehari-hari kos di Jl Sebuku, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, hingga Rabu (16/10/2019) malam, masih mendekam di balik jeruji besi Polsekta Klojen.

Sebelumnya dia tertangkap basah membobol uang kotak amal sebesar Rp 240 ribu di Masjid Al Mu’Minun, yang berada di Jalan Mahakam, Kelurahan Rampal Claket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ia disergap warga pada Senin (14/10/2019) pukul 14.00. Modus tersangka ini memakai sapu lidi yang diberi isolasi double tip. Pihak kepolisian melakukan penahanan karena tersangka sudah seringkali mencuri uang kotak amal dan juga pernah dipenjara karena kasus yang sama.

Informasi Memontum.com bahwa Syafiudin alias Candra adalah residivis kasus pencurian uang kotak amal. Dia pernah menjalani hukuman 2 tahun 8 bulan karena kasus pencurian uang kotak amal di kawasan Pujon.

Dia baru bebas beberapa bulan lalu. Namun penjara tidak membuatnya kapok. Dia kembali berulah. Kali ini, modusnya mencuri uang kotak amal dengan modus menempel sapu lidi dengan isolasi dobel tip. Bahkan dia sudah berulang kali mencuri uang kotak amal di Masjid Al Mu’Minun. Wajahnya jelas terekam CCTV , namun Syafiudin sama sekali tidak menyadarinya.

Terakhir pada Senin (14/10/2019) siang, dia kembali melakukan aksinya. Dengan memakai sapu lidi yang ujungnya dibeli dobel tip, Syafiudin berhasil mengambil uang Rp 240 ribu.

Aksinya tersebut dipergoki Sya’roni (43) Marbot Masjid. Meskipun sudah tertangkap basah, namun Syafiudin sempat tidak mengakui perbuatannya.

Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga Kapolsekta Klojen Kompol Budi Harianto SH bersama anggotanya mendatangi lokasi.

Syafiudin tidak bisa lagi mengelak saat diperlihatkan rekaman CCTV. Dia akhirnya mengaku kalau 10 kali mrncuri uang kotak amal di Madjid Al Mu’Minun dan 2 kali di kawasan Pujon. Atas perbuatannya itu, Syafiudin harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polsekta Klojen.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH melalui Kapolsekta Klojen Kompol Budi Harianto SH, saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya penangkapan itu.

“Tersangka kami kenakan Pasal 362 KUHP. Tersangka seorang residivis kasus yang sama dan sudah seringkali melakukan aksi pencurian yang serupa,” ujar Kompol Budi Harianto. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Diduga Meninggal Akibat Penganiayaan, Polisi Segera Otopsi Bongkar Makam

Diterbitkan

||

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu. (Dokumen/gie)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu. (Dokumen/gie)

Memontum, Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota berencana melakukan bongkar makam di TPU Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (13/8/2020) pagi.

Bongkar makam tersebut dilakukan untuk otopsi jenazah korban dugaan pengeroyokan yang sudah dimakamkan pada akhir Juni 2020. Yakni makam seorang anak berusia 16 tahun yang awalnya diduga akibat kecelakaan Lalu Lintas di kawasan Gang Matahari, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Informasi Memontum.com bahwa semula korban meninggal diduga akibat kecelakaan lalu lintas. Namun setelah proses pemakaman pihak keluarga merasa curiga ada tindak kekerasan hingga melapor ke Polresta Malang Kota.

Karena korban masih anak dibawah umur, kasus ini dalam penanganan petugas Perempuan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Malang Kota.

Dalam tahap lidik, untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi berencana bongkar mayat untuk otopsi. Tentunya menghadirkan dokter forensik dari RSSA Malang.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan rencana bongkar makam tersebut.

“Iya benar. Kami masih melakukan pendalaman karena ada indikasi penganiayaan,” ujar AKP Azi singkat. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Rumah Kos Disatroni Maling

Diterbitkan

||

Rumah Kos Disatroni Maling

Curi Laptop, iPhone dan Uang Milik Bu Dokter

Memontum, Kota Malang – Sebuah rumah kos putri di kawasan Wijaya Kusuma Residenca Jl Wijaya Kusuma , RT 05/RW 09, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, disatroni maling. Aksi ini terekam CCTV dan sempat viral di media sosial pada Selasa (11/8/2020) sore. Aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu (1/8/2020) sekitar pukul 03.20 saat penghuni kos banyak yang libur lebaran Idul Adha.

Dalam aksinya itu, pelaku berhasil mencuri ponsel iPhone, Laptop dan sejumlah uang milik Wiga (28) dokter muda, penghuni kos di kamar No 11. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota dan masih dalam penyelidikan petugas untuk menangkap pelakunya.

Sosok pelaku terekam CCTV. (ist)

Sosok pelaku terekam CCTV. (ist)

Informasi Memontum.com bahwa pelaku diperkirakan berjumlah dua orang. Pelaku menyatroni rumah kos mewah khusus putri ini sekitar pukul 03.00. Saat itu rumah kos milik Iwan ini terlihat tertutup namun ternyata pintu pagarnya tidak terkunci.

” Saat kejadian di rumah kos tersebut hanya ada pemilik dan pegawai. Namun saat itu mereka sedang istirahat tidur,” ujar Roni Susanto (53) sekretaris RT yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari rekaman CCTV tampak ada seseorang yang mengedip-ngedipkan senter. Sepertinya memberikan isyarat bahwa kondisi sekitar aman. Tak lama kemudian muncul pelaku mengendarai motor Yamaha Mio J warna hitam melaju dari arah timur. Selanjutnya motor tersebut berputar balik hingga berhenti tak jauh dari kos.

Dengan santainya, pelaku yang terlihat memakai jaket Hoodie bercelana loreng dan bersepatu boots membuka pintu pagar dan masuk ke dalam kos ” Satu persatu kamar diperiksa hingga pelaku mendapati kamar no 11 yang tidak terkunci,” ujar Roni.

Saat itu Wiga sedang tidak ada di kos hingga pelaku dengan mudah melakukan aksinya. Pelaku mencuri Laptop, ponsel iPhone dan sejumlah uang. Barang-barang hasil curian itu dimasukan ke dalam jaket hoodie nya.

Tampak setelah itu pelaku keluar dengan santainya meninggalkan rumah kos.

” Kejadian ini diketahui keesokan harinya dan informasinya sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Saat itu kos memang sedang sepi karena penghuninya banyak yang pulang libur Idul Adha,” ujar Roni.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. ” Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Azi Pratas Guspitu. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gudang Kayu Permata Jingga Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang melakukan pemadaman. (ist Damkar Kota Malang)
Petugas PMK Kota Malang melakukan pemadaman. (ist Damkar Kota Malang)

Memontum, Kota Malang – Sebuah gudang kayu bekas milik Imam (28) warga Jl Kenanga, Perum Permata Jingga, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (10/8/2020) pukul 20.20, terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran, namun akibat dari kejadian ini gudang tersebut hangus.

Informasi Memontum.com bahwa sebuah gudang berisi kayu milik Imam, sekitar pukul 20.20 terlihat terbakar. Saat itu kobaran api terlihat membesar hingga warga dan pihak keamanan mencoba melakukan pemadaman dengan air seadanya.

Karena api berkobar semakin besar kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Damkar Kota Malang. Gudang berisi kayu bekas bongkaran sehingga api terus saja berkobar. Untuk memadamkan bangunan berukuran 3 x 3 meter itu, petugas Damkar sampai membutuhkan waktu 40 menit dan menghabiskan 8000 ribu liter air.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo, mengatakan bahwa velum diketahui secara pasti penyebab kebakaran.

“Tiga unit mobil Damkar dan personel sebanyak 12 orang dikerahkan ke lokasi kebakaran. Api baru benar-benar padam dan pendinginan sekitar pukul 21.20. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujar Teguh. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler