Connect with us

Pemerintahan

Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Inovasi Brexit di Kota Malang

Diterbitkan

||

Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Inovasi Brexit di Kota Malang

Memontum Jakarta – Sejalan visi Indonesia maju, inovasi menjadi kekuatan penting guna menghadirkan pelayanan pemerintah yang semakin diinginkan publik. Sejak 2013, melalui gerakan one agency, one innovation, pelayanan publik pada setiap instansi semakin bergairah, paradigma melayani menjadi nilai dan budaya baru yang mendorong reformasi birokrasi baik di pusat hingga daerah. Inilah yang menjadi ruh dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, menyerahkan secara langsung penghargaan kepada 45 inovasi terbaik di Istana Wakil Presiden. Walikota Malang Drs. H. Sutiaji menerima langsung penghargaan atas inovasi Brexit (Braille E-Ticket And Extraordinary Access For Visual Disabilities) atau etiket obat braille dan akses bagi peyandang disabilitas netra, Selasa (15/10/2019).

Walikota Malang Sutiaji menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan berharap akan muncul terus inovasi-inovasi di Kota Malang.

“Inovasi ini adalah simbol kuatnya upaya pemerintah untuk menghadirkan kualitas pelayanan publik yang menjawab harapan masyarakat,” jelasnya.

Menteri PANRB Syafruddin menyampaikan bahwa juara bukanlah menjadi tujuan akhir dari inovasi itu sendiri. “Bahwa mempertahankan inovasi, melanggengkan inovasi, serta kebermanfaatan inovasi agar berguna bagi kemaslahatan masyarakat, serta adaptif menjawab dinamika permasalahan bangsa, itulah tujuan utama inovasi” ujarnya.

Setelah menyerahkan penghargaan, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta inovasi dalam bidang teknologi ditingkatkan untuk melayani masyarakat.

BACA : Walikota Malang Berkunjung ke Kemenkominfo, Menteri Rudiantara: Brexit adalah Real Smart City

“Pentingnya inovasi yang memberikan nilai tambah lebih tinggi dan lebih cepat. Kalau kita menghasilkan nilai tambah dengan teknologi, maka itu bisa berkembang lebih baik dan lebih tinggi. Jadi yang akan menyelesaikan negeri ini ialah produktivitas.” ujar JK sebutan akrab Wakil Presiden RI.

Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi. Semua ini tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB No. 18/2019 tentang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019. Instansi yang berpartisipasi pada KIPP 2019 juga berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia yaitu The United Nations Public Service Awards (UNPSA) yang diselenggarakan PBB. (hms/gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Propam Mabes Polri Kunjungi Kampung Tangguh, Berharap GWS Jadi Percontohan

Diterbitkan

||

Pemeriksa Utama Div. Propam Mabes Polri Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma SIK MH saat kunjungi kampung tangguh GWS. (ist)
Pemeriksa Utama Div. Propam Mabes Polri Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma SIK MH saat kunjungi kampung tangguh GWS. (ist)

Memontum Kota Malang – Kampung tangguh mandiri Glintung Water Street (GWS), RW 05, Jl S Parman, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang, nampaknya cukup menarik perhatin. Kali ini, kampung yang sukses menyulap selokan menjadi budi daya ikan lele, nila bahkan ikan koi ini serta sayur mayur hidroponik ini menarik perhatian Mabes Polri.

Pemeriksa Utama Div. Propam Mabes Polri Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma SIK MH bersama rombongan secara langsung meninjau kampung tangguh mandiri GWS, Jumat (29/5/2020) pukul 10.00.

Kombes Pol R Romdhon meninjau kesiapan Kampung GWS dalam menghadapi pendemi Covid -19. Mulai dari mendatangi lokasi pemulasaran jenazah, budidaya ikan, nudidaha tanaman serta Mlijo geratis di Balai RW 05 Purwantoro. Mereka juga meninjau lumbung pangan kampung tangguh mandiri GWS.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Rektor UIN Maliki Prof Dr Abdul Haris MAg, jajaran para perwira Polresta Malang Kota, Muspika dan juga ketua kampung tangguh mandiri RW 05 Ageng Wijakusuma.

” Kampung tangguh ini adalah taguh dalam setiap aspek kehidupan, yang sangat dibutuhkan oleh Masyarakat. Diharapkan kampung ini bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya, selalu bergotong royong dalam segala hal, ” ujar Kombes Pol Raden Romdhon.

Pihaknya juga mengapresiasi kenerja Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simatmata Permata S Sos SIK MH dan jajarannya yang telah menciptakan sitauasi aman dan nyaman serta mampu bekerjasama dengan baik bersama masyarakat hingga bermunculan kampung-kampung tangguh di Kota Malang dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan ini pihak nya juga berpesan jelang New Normal Life. Dalam penjagaan di pusat-pusat keramaian, Polri tetap harus humanis.

“Sesuai dengan perintah Kapolri, TNI/Polri, didukung pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mewujudkan kehidupan New Normal. Masyarakat nantinya akan tetap melakukan protokol kesehatan. Wajib pakai, masker, physical distancing tetap lakukan hidup bersih dan sehat,” ujar Kombes Pol Raden Romdhon usai kunjungan di Kampung GWS.

Dalam memantau kedisipllinan masyarakat di pusat pusat keramaian seperti Mall, Pasar dan lokasi lainnya petugas kepolisian diminta tetap humanis saat memberikan teguran. ” Misalkan ada yang tidak memakai masker, berikanlah teguran yang humanis. Jangan sampai arogan dan melakukan kekerasan,” ujar Kombes Pol Raden Romdhon. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Masa Adaptif, Protokol Covid-19 Lebih Ketat di Kota Malang

Diterbitkan

||

Masa Adaptif, Protokol Covid-19 Lebih Ketat di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Walikota Malang Sutiaji memimpin langsung rapat koordinasi bersama klaster dunia usaha Kota Malang di Balai Kota Malang, Jumat (29/5/2020). Rakor ini membahas seputar pedoman penerapan masyarakat produktif dan aman covid-19 yang akan dijadikan peraturan walikota (perwal).

Perwal ini akan menjadi panduan tahapan transisi setelah PSBB Malang Raya. Masa transisi akan dimulai dari tanggal 31 Mei-6 juni 2020. Dalam tahapan transisi perlu disiapkan sarpras, penyesuaian tempat, SOP internal dan Gugus Tugas manajemen pelaksanaan. Jika belum memenuhi persyaratan, maka tidak diperkenankan buka hingga persyaratan terpenuhi.

Selanjutnya Masyarakat di harapkan sudah bisa berperilaku adapatif (new normal) secara bertahap secara ekonomi, sosial dan pendidikan. “Bahasa kami tidak pake new normal, bahasanya kami adalah berkehidupan yang adaptif. Berkehidupan yang bisa beradaptasi dengan lingkungan,” ujar Walikota Malang saat memimpin rakor.

Saya kira, masyarakat tidak perlu kita “cekoki” dengan pemikiran atau ungkapan yang pesimis. Kita harus bangun optimisme selalu. Jadi aneh kalau ada ungkapan menyerah lawan covid 19 atau “lempar handuk”.

Demikian dinyatakan Walikota Malang Sutiaji usai menyaksikan acara penandatangan Pakta Integritas Wilayah Bebas Korupsi di lingkungan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang (29/5/2020).

Justru kita semua, Pemerintah dari Pusat hingga Daerah, ingin bangkit. Satu berjuang secara terus menerus untuk mampu menghambat laju covid 19, dan yang kedua kita juga harus berfikir dan bergerak secara progresive agar perekonomian kita tidak semakin terpuruk.

Lebih lebih, hampir semua pakar tidak dapat secara tepat memproyeksi covid 19 ini akan berakhir. Yang menyatakan bahwa mengakhiri PSBB di Malang Raya bentuk menyerah lawan covid, saya yakin juga tidak bisa memastikan kapan covid 19 berakhir.

Karenanya, untuk kami, saya bersama saudara Wakil Walikota dan segenap jajaran Pemkot Malang, lebih menekankan new normal itu adalah “Perilaku Adaptif”. Jadi terminologinya tentang Penerapan Perilaku Hidup Adaptif di tengah tengah Covid 19, yang itu jadi roh dari Perwal yang sedang kita susun, tegas Sutiaji.

Jadi sekali lagi perlu dimengerti dan difahami istilah new normal itu bukan berarti normal dan kita sudah bebas dari virus corona. Ini lebih pada kita memasuki dan membangun satu era, satu masa, satu tata kehidupan dan aktifitas yang baru dalam menyikapi pandemi covid 19.

Justru dengan ini, kita dituntut lebih ketat dan disiplin melaksanakan protokol covid 19. Kemampuan membangun disiplin adalah kunci. Bila tak bisa, tak mampu dan juga tak mau beradaptasi, ya sudah tak akan lagi kita bertemu dengan asa dari sebuah new era.

Pasti dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, kita akan disajikan data penambahan kasus dan tentu juga ada data sembuh dari covid 19. Karena itu lah siklus dari virus dan penyakit, datang dan pergi menjadi pola alami. Karena tidak bisa tidak kita harus mulai membangun satu ekosistem yang adaptif.

Bagaimana industri dapat terus berjalan, dengan kendali covid tetap terjaga. Bagaimana dunia usaha dan perdagangan tetap bergerak, sementara protokol covid dapat di jalankan dengan baik. Pun demikian dengan aktifitas beribadah dan bersosial maupun di bidang pendidikan, semua nanti akan ada proses adaptatif.

Berikut ada 9 point pengaturan ranperwal pedoman penerapan masyarakat produktif dan aman Covid-19 untuk klaster dunia usaha.

(1) sektor ekonomi diperkenankan buka dengan memenuhi syarat protokol kesehatan;

(2) prasana wajib harus ada tempat cuci tangan, thermogun, hand sanitazer;

(3) aktifitas wajib meliputi pengecekan suhu tubuh maksimal 37,3 derajat C, penyemprotan desinfektan berkala, memiliki gugus tugas manajemen dan pengawasan protokol kesehatan;

(4) kapasitas yang diperkenankan 50% dari total kapasitas;

(5) tempat usaha wajib mengumumkan kapasitas tempat usaha secara terbuka, dan protokol kesehatan tertulis disetiap tempat dan mudah terlihat (termasuk mall dan tenant di dalam mall);

(6) mengatur jarak antrian;

(7) pegawai dan pengunjung wajib memakai masker;

(8) tempat usaha yang belum memenuhi persyaratan belum diperkenankan buka, sebelum memenuhi persyaratan;

(9) pemkot dapat melakukan evaluasi dan melakukan penutupan jika diketahui terjadi pelanggaran protokol dan terjadi tranmisi penularan.

Sementara itu, Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono mendukung New Normal. “Lebih baik New Normal yang disiplin tinggi, daripada PSBB yang longgar dan pengawasan kurang,” ujarnya. (*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Masa Transisi dan New Normal, 1.345 Personil Gabungan TNI-Polri Dikerahkan di Kota Malang

Diterbitkan

||

Kapolresta Malang Kombes Pol Dr Leonardus dan Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson. (ist)
Kapolresta Malang Kombes Pol Dr Leonardus dan Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson. (ist)

Memontum Kota Malang – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah disepakati hanya satu kali. Dengan demikian maka PSBB Makang Raya akan berakhir pada 30 Mei 2020. Selanjutnya akan disi dengan masa transisi selama 7 hari kemudian dilanjutkan dengan kehidupan new normal. Tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid -19.

Tentunya di masa new normal masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker dan juga tetap menjaga physical distancing. Agar dimasa new normal tetap bisa menekan atau memutus rantai penyebaran covid-19.Terkait tatahan hidup baru ini sebanyak 1.345 personil gabungan TNI Polri akan disiagakan di pusat-pusat keramaian diantaranya di stasiun, Terminal, Pasar dan Mall.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa akan disipkan personel gabungan dalam new normal life.

“Personel gabungan ini akan ditempatkan di ruang publik dan tempat keramaian seperti pasar dan mall. Petugas akan mengatur masyarakat, menginggatkan agar tetap memakai masker, jaga physical distancing, dan juga lakukan pengecekan suhu tubuh,” ujar Kombes Pol Leonardus

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu euforia di massa new normal.

“Di masa new normal ini masyarakat tetap melakukan prosedur dan jalankan protokol kesehatan,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler