Connect with us

Pemerintahan

Kunjungi Petugas Damkar Luka Bakar, Walikota Malang Pastikan Korban Mendapat Perawatan Terbaik

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs H Sutiaji saat kunjungi Jamroni. (ist)
Walikota Malang Drs H Sutiaji saat kunjungi Jamroni. (ist)

Memontum Kota Malang – Ahmad Jamroni, petugas PMK Kota Malang, yang alami luka bakar saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Jl Tutut, RT 02/RW 07, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hingga Senin (14/10/2019) siang, masih jalani perawatan di ruang 16 RSSA Malang.

Walikota Malang Drs H Sutiaji bersama rombongan pada Senin sekitar pukul 10.30, secara langsung mengunjungi Jamroni di ruang 16. Tentunya kedatangan orang nomer satu di pemerintahan Kota Malang ini untuk memastikan bahwa Jamroni sudah mendapat penanganan sebaik-baiknya. Tentunya ini adalah bentuk kepedulian dan suport Sutiaji kepada ASN Kota Malang yang sedang mendapat musibah saat menjalankan tugasnya melakukan pemadaman.

” Korban adalah ASN, yang mendapat musibah saat sedang menjalankan tugas negara. Bermula proses pemadaman lahan yang terbakar. Insyallah sudah sesuai SOP. Ternyata saat proses pemadaman ada kubangan limbah yang terkana panas hingga api membara. Saat melakukan penyiraman, korban terperosok ke dalam limbah membara tersebut,” ujar Sutiaji.

Kedepannya harus ada oenambahan SOP untuk mengetahui medan lapangan. ” SOP untuk mengetahui medan. Sebaiknya tanya ke pemilik lahan, tanya ke lokasi supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Sutiaji.

Sedangkan menurut dr Yance bahwa korban alami luka bakar sebanyak 37 persen. ” Sudah dilakukan pembersihan dan dilakukan operasi pertama. Dalam waktu dekat kalau kondisi sudah membaik akan diperbolehkan pulang atau meneruskan operasi yang ke dua. Semua biayanya sudah dicover BPJS,” ujar dr Yance.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pemadam kebakaran memiliki tugas yang mulia namun memiliki resiko yang sangat besar. Bahkan nyawa taruhannya karena harus berjuang melakukan penyelamatan dan pemadaman kebakaran. Sebesar apapun kobaran api, petugas PMK akan datang melakukan pemadaman.

Seperti halnya pada Sabtu (12/10/2019) siang, Ahmad Jamroni, petugas PMK Kota Malang, mengalami luka bakar pada bagian kedua kaki dan tangan saat melakukan pemadaman lahan di kawasan Jl Tutut, RT 02/RW 07, Kelueahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Informasi Memontum.com, bahwa petugas Damkar Kota Malang mendapat informasi kalau di Jl Tutut terdapat kebakaran belas lahan tebu. Atas informasi itu, petugas PMK Kota Malang bergerak cepat mendatangi lokasi.

Sebanyak 20 petugas datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman karena api berpotensi membesar dan merambat ke lokasi lain. Para petugas bahu membahu melakukan pemadaman di lahan seluas 500 m2. Atas kerja keras petugas PMK Kota Malang, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit.

Namun saat proses pemadaman tersebut, Ahmad Jamroni, terperosok ke selokan sedalam kurang lebih 8 meter. Tubuhnya terjerembab ke dalam selokan abu bekas terbakar yang di dalamnya terdapat bara api.

BACA : Terperosok Bara Api, Petugas PMK Kota Malang Terbakar

Rekan-rekan petugas PMK Kota Malang segera melakukan pertolongan. Meskipun Jamroni dengan cepat berhasil dievakuasi, namun dia mengalami sejumlah luka bakar di tubuh, tangan dan kedua kakinya. Karena kondisinya cukup menguatirkan, Jamroni langsung dibawa ke RS terdekat hingga dirujuk ke IGD RSSA Malang.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Anton Vera saat dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan adanya musibah tersebut. ” Kondisi terakhir, sudah tertangani oleh tim dokter RSSA Malang. Saat ini.masih dalam perawatan,” ujar Anton Vera, pukul 21.30, saat dikonfirmas melalui ponselnya. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Wawali Kota Malang Serahkan Penghargaan Lomba Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Diterbitkan

||

Penyerahan penghargaan kepada juara Lomba Kampung Bersinar Malang 2020.
Penyerahan penghargaan kepada juara Lomba Kampung Bersinar Malang 2020.

Berawal dari hal kecil demi terwujudnya lingkungan yang asri

Memontum Kota Malang – Sebanyak 15 RW yang lolos tahap ke dua lomba ‘Kampung Bersinar Malang 2020’, menerima penghargaan, Jumat (4/12) tadi.

Penyerahan penghargaan sendiri, diserahkan langsung Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, di Ruang Sidang Balai Kota.

Berdasarkan penilaian tahap dua pada tanggal 16 sampai 18 November 2020, RW 2 Karangbesuki berhasil sebagai Juara I. Disusul kemudian RW 7 Bandungrejosari, sebagai Juara II dan RW 2 Kebonsari di tempat Juara III.

“Juara Harapan I berhasil diraih RW 6 Blimbing, Juara Harapan II adalah RW 19 Purwantoro dan RW 3 Karangbesuki sebagai Juara Harapan III,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Rinawati, saat membacakan pengumuman hasil penilaian.

Event yang bertujuan meningkatkan peran dan membudidayakan masyarakat ramah lingkungan ini, diikuti oleh 130 RW se-Kota Malang.

“Penilaiannya secara bertahap, pertama pada tanggal 5 Oktober 2020 sampai 6 November 2020. Dari situ, kemudian lolos 15 RW ke tahap dua,” terang Rinawati.

Penghargaan yang diberikan oleh Pemkot Malang ini, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang sudah berswadaya menata lingkungannya. Secara sadar bergotong royong untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan asri.

“Nilai tertinggi dalam kegiatan ini adalah terwujudnya kesadaran warga untuk bersama-sama mengupayakan kelestarian lingkungan. Apalagi, kegiatan ini terlaksana di kampung yang memicu pendidikan karakter,” kata Wakil Wali Kota Malang.

Lebih lanjut, Bung Edi-sapaan akrab Wawali Kota Malang, menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan lomba Kampung Bersinar ini adalah bentuk membangun peradaban.

Berawal dari hal kecil, dilakukan terus menerus dan bersama hingga menjadi budaya, akan berujung pada pembangunan peradaban bernilai positif.

“Ketika anak-anak melihat orang tuanya berkerja sama demi terwujudnya lingkungan yang asri, mereka akan mencontoh itu,” ujar Wawali Kota Malang.

Orang nomor dua di jajaran Pemkot Malang itu berharap, kedepannya RW yang belum mengikuti lomba ini bisa ikut termotivasi. Sehingga, memiliki kesadaran yang sama berkaitan dengan lingkungan. Karena itu juga untuk kebaikan diri sendiri dan orang sekitar. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Istri Wali Kota Malang dan Anak Perempuan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Widayati Sutiaji saat mengahadiri acara yang digelar oleh DLH Kota Malang beberapa waktu lalu.
Widayati Sutiaji saat mengahadiri acara yang digelar oleh DLH Kota Malang beberapa waktu lalu.

Memontum Malang Kota – Setelah Wali Kota Malang memberikan pernyataan bahwa dirinya positif covid-19, kini istri dan putrinya, juga diinformasikan terpapar Covid-19.

Terpaparnya Ketua TP PKK Kota Malang berikut anaknya, dibenarkan oleh Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, pada Rabu (2/12) tadi.

“Inggih, Ibu (Widayati) dan puteri beliau positif Covid-19,” jawabnya saat dikonfirmasi wartawan Memontum.com.

Meski terkonfirmasi positif Covid-19, tambahnya, saat ini untuk kondisi kesehatannya dalam keadaan baik-baik saja. Pak Wali Kota beserta istri dan anaknya, menjalani isolasi mandiri.

Sebagaimana diberitakan, Wali Kota Malang, Sutiaji, sebelumnya mengumumkan melalui akun Instagram pribadi miliknya, terkait dirinya positif Covid-19. Pengumuman berupa video itu berdurasi sepanjang 4 menit 41 detik, diunggah pada Selasa (1/12) kemarin. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Rangsang Pertumbuhan Ekonomi, Pengadaan Barang dan Jasa Kota Malang 2021 Dipercepat

Diterbitkan

||

Wawali Kota Malang saat menjadi pembicara di kegiatan percepatan pengadaan barang dan jasa Kota Malang tahun 2021.
Wawali Kota Malang saat menjadi pembicara di kegiatan percepatan pengadaan barang dan jasa Kota Malang tahun 2021.

Memontum Malang Kota – Pemerintah Kota Malang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) mengadakan ‘Persiapan Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2021’, pada Rabu (2/12) tadi.

Kegiatan yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi itu, diharapkan adanya percepatan proses lelang pengadaan barang dan jasa.

Wakil Wali Kota Malang, H Sofyan Edi Jarwoko, yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan percepatan tersebut, mengatakan bahwa saat ini terjadi re-focusing karena adanya pandemi Covid-19.

“Konsen mengarah ke pembangunan SDM, penyelesaian masalah pendidikan, kesehatan serta kesejahteran sosial juga ekonomi,” katanya.

Bung Edi-sapaan Wawali Kota Malang menambahkan, agar membantu pemulihan ekonomi pada masa pandemi, proses lelang pengadaan barang dan jasa harus ada percepatan.

“Jika ada pengadaan barang, usahakan produk dalam negeri, apalagi produk UMKM. Dengan begitu, akan semakin menghangatkan perekonomian,” imbuhnya.

Di sisi lain, ujarnya, penanganan Covid-19 masih menjadi prioritas dalam program Pemerintah Kota Malang di tahun 2021.

Senada dengan yang disampaikan Wawali Kota Malang, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang atau Jasa Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa 40 persen anggaran penyediaan barang dan jasa itu akan disalurkan kepada penyedia barang dan jasa dari sektor UMKM. “Nilainya sekitar Rp 2,5 miliar,” ujarnya.

Ditambahkan, rencana umum pengadaan (RUP) untuk 2020, tender terencana sekitar 128. Sementara realisasi, sekitar 99. “Itu sudah bagus. Apalagi, di tengah kondisi saat ini (Covid-19),” kata Widjaja. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler