Connect with us

Hukum & Kriminal

Sindikat Aborsi, Penjual Nasi Goreng Jual Obat Penggugur, Punya 10 Pelanggan Gadis

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Donny Alexander SIK Mh saat meminta keterangan kepada tersangka Tirta. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Donny Alexander SIK Mh saat meminta keterangan kepada tersangka Tirta. (gie)

Memontum Kota Malang – Ternyata sosok Tirta DS (22) warga Jl Abdilah Gang V, Kelurahan Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, si penjual obat yang memiliki efek penggugur kandungan, sama sekali tidak memiliki ilmu medis. Sebab sehari-harinya, Tirta adalah penjual nasi goreng keliling.

Dengan berbekal nekat, dan tergiur dengan keuntungan besar, dia pun kulak obat-obatan tersebut dari Indah I (32) warga Jl Ki Ageng Gribik Gang I, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Tirta mengenal Indah sebagai karyawan Apotik dikawasan sekitaran Pasar Besar.

Tirta menjual obat-obatannya melalui online yang ditawarkan sebagai obat penggugur kandungan. Selain itu dia juga memasarkannya dari mulut ke mulut hingga dia memiliki pelanggan. Bahkan dia sudah 10 kali menjual obat-obatannya kepada pelanggan yang berbeda.

Tak tanggung-tanggung per butirnya dia menjual Rp 100 ribu. Dengan demikian dia mendapat laba per butirnya Rp 50 ribu. Dengan demikian untuk 1 tablet yang berisi 12 butir, dia mendapat keuntungan Rp 600 ribu.

“Saya menjual obat sejak tahun 2018. Untuk per butirnya saya mendapat keuntungan Rp 50 ribu,” ujar Tirta kepada petugas. Meskipyn Tirta menjual obat-obatnya dentan harga mahal, namun pelanggannya tetap mau membeli karena obat-obatan tersebut tidak dijual bebas dan harus memakai resep dokter.

Seperti diberitakan sebelumnya, jaringan sindikat penjual obat penggugur kandungan di Kota Malang berhasil diberangus petugas Polres Malang Kota. Tak hanya mengamankan 3 pengedarnya, petugas juga mengamankan 2 mahasiswi yang menjadi pelanggan obat Cytotec untuk menggugurkan kandungan. Ke 5 tersangka tersebut, Senin (14/10/2019) pukul 14.00, dirilis di Polres Malang Kota.

BACA JUGA : Sindikat Aborsi, Mahasiswi asal Lawang itu, Bunuh Bayinya dengan Kejam

Ke 3 pengedar yang berhasil ditangkap yakni Tirta DS (22) warga Jl.Abdilah Gang V, Kelurahan Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Indah I (32) warga Jl Ki Ageng Gribik Gang I, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan Tri S (48) tukang listrik, warga Jl Kapi Pramuja, Kelurahan Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sedangkan 2 pelangganya yakni Aldis SF (20) mahasiswi PTS Kota Malang, warga Jl Bimasakti II, Kelurahan Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dan Bellay HN (20) mahasiswi PTS Kota Malang, warga Jl Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang atau Jl Teluk Etna, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Bahkan pada bulan Maret 2019, Aldis mengugurkan kandungannya yang sudah berusia 7 bulan bulan. Bahkan setelah anaknya lahir, lalu dibekap hingga meninggal. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Pengemudi Bentor Tewas Mendadak, Diduga Serangan Jantung

Diterbitkan

||

Jenazah korban saat akan dievakuasi. (Ist)

Memontum Kota Malang – Samin (61) pengendara Bentor (Becak motor), warga Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (15/5/2021) pukul 04.15, ditemukan tewas di depan pagar Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jenazahnya pertama kami ditemukan oleh petugas kebersihan bernama M Yusuf (40) yang saat itu sedang menyapu jalan. Saat itu Bentor dalam kondisi roboh. Korban ditemukan dalam kondisi tertimpa bentornya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Klojen hingga jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu, saat Yusuf sedang menyapu jalan di sekitar lokasi, melihat bentor korban dalam kondisi roboh. Semula dia mengira bahwa korban sedang memperbaiki bentornya. Namun tak lama kemudian muncul dua warga yang hendak Salat Subuh di Masjid Agung Jami’.

Kedua warga tersebut melihat hal itu hingga mencoba memberikan pertolongan mengangkat Bentor korban. Begitu juga dengan Yusuf, dia ikut membantu mengangkat Bentor. Saat itulah diketahui kalau koeban berada di bawah bentornya. Saat dicek kondisinya, korban dalam kondisi meninggal. Dugaan sementara karena serangan jantung.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari pemeriksaan yang dilakukan di TKP, tidak ditemukan tanda luka bekas kekerasan atau penganiayaan pada jenazah korban. Setelah itu, jenazah korban kami bawa menuju ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar ,” ujar Kompol Nadzir. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pamit Bekerja Mencari Nafkah, Seorang Tukang Becak Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Diterbitkan

||

jenazah Suroso saat dievakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Suroso (58) tukang becak, warga Jl Jalsa Agung Suprapto, Gang I, RT 01/RW 02, Kelurahqn Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (14/5/2021) pukul 16.00, ditemukan tewas di pinggir Jl Basuki Rahmad, RT 07/RS 05, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau tepatnua depan Toko Harmonis.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas bersama Tim Inafis Polresta Malang Kota segera tiba di lokasi kejadian. Jenazahnya sendiri kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Suroso bekerja sebagai tukang becak. Sebelum kejadian, Suroso berpamitan kepada anak perempuannya untuk bekerja mengayuh becak sekitar pukul 08.00. Sekitar pukul 15.45, Suroso membeli satu pak minuman suplemen bentuk sachet di toko tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun sekitar pukul 16.00, Suroso sudah ditemukan tewas di pinggir jalan. Saat itu posisinya terlentang. Disampingnya ditemuka satu botol air mineral yang sudah dicampur miniman suplemen yang baru saja dibelinya tersebut. Diduga Suroso meninggal akibat serangan jantung.

Tim medis dan petugas Polsekta Klojen tiba di lokasi kejadian. Saat itu Suroao audah dipastikan dalam kondisi meninggal dunia. ” Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meminggal diduga karena sakit. Terkait sakit apa, nantinya meninggi keterangan dari dokter,” ujar Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri . (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jengkel Karena Tidak Dipinjami Uang Rp 1 Juta, Nekat Curi 5 Ponsel, Uang dan Mobil Milik Kakak Kandung

Diterbitkan

||

Tersangka Amir saat dirikis di Polresta Malang Kota. (gie)

Memontum Kota Malang – Jengekl karena tidak dipinjami uang sebesar Rp 1 juta, Amr alias Amir (51) guide, warga Jl Tukab Banyusari, Kota Denpasar, Bali, Minggu (9/5/2021) sore, berhasil ditangkap di sebuah Villa Arjuno, Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota karena telah mencuri mobil Toyota Avanza, HP Redmi 9, HP Luminox, HP LG G6, HP LG, HP Asus dan uang tunai Rp 2 juta. Barang-barang tersebut milik Ast (53) warga Jl IR H Juanda , Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa Amir menginap di rumah Ast, kakak kandungnya, sejak 24 April 2021. Beberapa hari kemudian, Amir mengutarakan niatnya untuk meminjam uang Rp 1 juta kepada kakaknya. ” Saya berniat pinjam uang Rp 1 juta. Rencananya akan saya kirimkan ke istri dan anak di Bali,” ujar Amir saat dirilis pada Selasa (11/5/2021) pukul 12..00.

Karena saat itu Amor tidak dipinjami karena kakaknya sedang tidak ada uang. ” Saya jengkel karena tidak dipinjami uang. Saya sakit hati karena tidak dipinjami. Padahal uang itu untuk saya kirim ke istri dan anak,” ujar Amir.

Karena jengkel pada Minggu (9/5/2021) pukul 05.00, saat kakaknya dan seisi rumah sedang tidur, Amir melakukan aksi pencuriannya. Dia mencuri mobil, 5 ponsel dan uang Rp 2 juta. Usai melakukan aksi itu, Amir langsung kabur ke Villa Arjuno Batu.

Sementara itu korban pun melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui keberadaan Amir. Saat ditangkap, Amir tidak bisa mengelak karena kedapatan barang-barang hasil curiannya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos Sik MH melalui Wakasat Reskrim AKP Hendro Tri Wahyono SIK mengatatakan bahwa tersangka Amr ditangkap sebelum sempat menjual barang-barang hasil curiannya.” Tersangka kami kenakan Pasal 362 KUHP. Dia kami tangkap karena mencuri 5 ponsel, mobil dan uang milik kakaknya,” ujar AKP Hendro. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler