Connect with us

Pendidikan

Polinema Gelar Retooling Dalam Negeri, Tingkatkan Kompetensi Dosen Teknik Elektro

Diterbitkan

||

Pembukaan Pelayihan dan Uji Kompetensi Retooling Dalam Negeri oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Polinema M Yunus S.T M.T. (ist)

Memontum Kota Malang – Sebanyak 19 dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengikuti Retooling Dalam Negeri Dosen Vokasi yang dimulai pada Senin (14/10/2019) hingga Jumat (25/10/2019). Pelatihan dan uji kompetensi ini ada 2 tahap yakni Mikrotik Certified Network Associate 14 Oktober hingga 18 Oktober 2019 dan Android Certified Application Developer, 21 sampai 25 Oktober 2019.

Menurut keterangan Ketua Jurusan Teknik Elektro Polinema Muhammad Junus ST MT, bahwa Retooling Dalam Negeri ini adalah agenda rutin dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Penyerahan materi kidn Dari kiri ketua jurusan teknik elektro mohammad junus, ST., MT. - peserta Ir. Martono Dwi Atmadja, M.MT. Dan ketua program studi D III Ir. Abdul Rasyid, MT. (ist)

Penyerahan materi kit, dari kiri ketua jurusan teknik elektro Mohammad Junus, ST., MT. – peserta Ir. Martono Dwi Atmadja, MMT dan ketua program studi D III Ir. Abdul Rasyid, MT. (ist)

“Agenda dari kementrian ada Retooling Luar Negeri dan Retooling Dalam Negeri. Kalau sebelumnya Retooling Luar Negeri, jurusan Teknik Elektro mengirimkan beberapa dosen, 3 ke Korea, 1 China dan 2 ke Jerman,” ujar Junus.

Sedangkan Retooling Dalam Negeri yang diikuti para Dosen Jurusan Teknik Elektro ini mampu mempu meningkatkan kompetensi mahasiswa.

“Sertifikasi ini juga untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Diharapkan nantinya mahasiswa Jurusan Teknik elektro dalam proses kelulusannya, tidak hanya mendapat ijazah namun juga mendapat suplemen sertifikasi,” ujar Junus.

Untuk mewujudkan hal itu, maka para dosen harus terlebih dahulu mendapat sertifikasi peningkatan kompetensi.

“Pengaruhnya besar sebab dosen juga harus selalu aktif keilmuannya. Dengan adanya pelatihan ini, dosen nya juga belajar dan tidak hanya sekedar rutinitas dalam pembelajaran. Kita harapkan para dosen meng upgrade dirinya darinya darinsisi ke dosenannya,” ujar dosen senior yang kini sedang menempuh S3 ini, saat bertemu wartawan.

Nanak, KPS DIV Jaringan Telekomunikasi Digital dan Pak Azam Sebagai Peserta Pelatihan Retooling Android. (ist)

Nanak, KPS DIV Jaringan Telekomunikasi Digital dan Pak Azam Sebagai Peserta Pelatihan Retooling Android. (ist)

Pihaknya berharap juga bahwa para dosen yang sedang mengikuti pelatihan dan uji kompetnsi ini dapat mengupgrade dirinya. ” Mudah-mudahan lulus semua dalam uji kompetensi ini. Disen harus upgrade dirinya. Dosen juga harus terus belajar dikarenakan tuntutan dunia kerja semakin tinggi di era industrialisasi.4.0,” ujar Junus.

Sementara itu, DR Kristina Widjajanti,S.Si.,M.Pd ketua pelaksana Retooling Dalam Negeri, mengatakan bahwa salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas para pengajar. ” Ini untuk meningkatkan kualitas para pengajar. Menambah skill pengajar sehingga nantinya mahasiswa mempunyai ketrampilan khusus,” ujar Kristina. (gie/yan)

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Retooling Dalam Negeri, Tingkatkan Kompetensi Dosen Teknik Elektro – Jurusan Teknik Elektro Polinema

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

SLB Autisme Mulai Gelar Sekolah Tatap Muka

Diterbitkan

||

Setelah mendapatkan izin dari Dikbud Kota Malang, Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme River Kids segera gelar pembelajaran tatap muka.
Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme River Kids yang berlokasi di Kecamatan Lowokwaru.

Memontum Kota Malang – Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme River Kids, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, telah melangsungkan sekolah tatap muka. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala SLB River Kids, Sri Retno Yuliani, bahwa sekolah tatap muka sebelumnya telah dilakukan uji coba pada tanggal 18 Agustus. Kemudian, diteruskan hingga saat ini.

“Mengingat telah mendapat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, makanya kami langsungkan sekolah tatap muka,” katanya kepada Memontum.com.

Retno menambahkan, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah telah menerapkan prosedur protokol kesehatan. Bahkan, sampai sejauh ini tetap lancar dan tidak ada kendala.

“Justru murid-murid sekarang memiliki rutinitas baru. Seperti mencuci tangan hingga menjaga kebersihan,” jelasnya.

Dari total murid yang ada, ujar Retno, tidak semuanya mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Sekitar 15 persen jumlah siswa, masih melakukan kegiatan pembelajaran secara daring.

“Yang tatap muka sekitar 85 persennya. Selebihnya, kami tidak bisa memaksa para orang tua untuk melakukan tatap muka,” imbuhnya.

Terkait jam belajar mengajar, Retno mengatakan, jumlah pertemuan disesuaikan dengan kebutuhan muridnya. Ada yang seminggu satu kali, seminggu dua kali atau ada yang tiga kali. “Kalau yang daring, kami minta untuk orangtuanya mendampingi. Jadi, saat belajar daring, harus didampingi atau ditemani orang tua siswa,” papar Retno. (mg1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema Lolos Tingkat Nasional Kompetisi Robot Indonesia

Diterbitkan

||

Robot hasil karya Mahasiswa Polinema unjuk kebolehan di Kompetisi Robot Indonesia.
Robot hasil karya Mahasiswa Polinema unjuk kebolehan di Kompetisi Robot Indonesia.

Memontum Kota Malang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) akhirnya memastikan diri lolos tingkat nasional dalam kompetisi robot Indonesia (KRI), yang digelar pada 10 hingga 11 Oktober lalu, secara daring.

Polinema sendiri, dari pembagian dua wilayah KRI, tergabung dalam wilayah ll, yang bersaing dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November), UB (Universitas Brawijaya), UMM (Universitas Muhammadiyyah Malang) hingga PENS.

Dalam kompetisi tersebut, Polinema mengajukan lima tim yang tergabung dalam lima divisi berbeda. Yakni, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, Kontes, Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTI).

Dari ke lima divisi tersebut, semuanya berhasil lolos masuk ke tahap nasional. Serta, akan kembali bersaing dengan 119 tim lainnya dari divisi yang sama.

“Alhamdulillah, dari ke lima divisi yang bersaing kemarin, semuanya berhasil lolos. Tapi, ada satu tim lagi yang berasal dari divisi lain, yakni KRAI (Kontes Robot ABU Indonesia), yang langsung lolos tingkat nasional,” kata Ketua Tim KRI Polinema, Sapto Wibowo, Ph.D kepada memontum.com, Senin (26/10) tadi.

Sapto menambahkan, bahwa seleksi tahap nasional, rencananya akan diadakan pada tanggal 16 sampai 24 November 2020. Selama waktu tersebut, pihaknya terus melakukan peningkatan pada masing-masing divisi. Mengingat, sebelumnya pernah mengikuti kompetisi tersebut.

“KRSBI Humanoid Polinema kategori lomba lari kemarin, berhasil mencapai runner up Wilayah II. Di level nasional ini, akan ditingkatkan pada kategori lainnya,” imbuhnya, seraya berharap kembali tampil gemilang sehingga mampu membawa harus nama Polinema. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Prodi Sosiologi Visitasi BAN-PT Secara Daring

Diterbitkan

||

Divisitasi BAN-PT secara daring program studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB).
Divisitasi BAN-PT secara daring program studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB).

Memontum Kota Malang – Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) program studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB), melakukan kegiatan divisitasi secara daring, untuk kali pertama. Kegiatan yang mulai sejak Jumat (23/10) tadi, rencananya akan digelar selama dua hari atau hingga Sabtu (24/10) besok.

Dekan FISIP-UB, Dr. Sholih Mu’adi, SH, M. Si, mengatakan bahwa tidak hanya mahasiswa aktif dan Tenaga Pendidik (Tendik) yang memberikan pengaruh akreditasi. Namun, juga melibatkan para alumni dan pengguna alumni dalam hal penyusunan visi-misi.

“Untuk bidang Enterpreneur, mahasiswa juga diberi kesempatan membuka usaha yang dibiayai dan dibina oleh FISIP-UB. Terhitung, sudah ada 47 proposal mahasiswa yang sudah didanai,” kata Sholih, sambil menampilkan dokumentasi kegiatan Forum Group Discussion (FGD) stakeholder fakultas itu.

Wakil Dekan l FISIP-UB, Siti Kholifah M. Si, Ph. D, menjelaskan bahwa pihak fakultas telah mengadakan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi internasional dan dosen asing. “Kami melakukan penelitian bersama dengan universitas di luar negeri. Serta, juga melakukan kerjasama dengan dosen asing melalui program 3 in 1,” ujar Kholifah.

Ditambahkannya, program studi Sosiologi FISIP UB, diharapkan dapat meraih nilai A. Sehingga, dapat menyusul program studi Doktor Sosiologi yang telah lebih dulu terakreditasi A.

Sebagai informasi, pihak assesor yang melakukan visitasi adalah Dr. Azwar M. Si. dari Universitas Andalas Padang dan Dr.Dra. H. R. Nunung Nurwati, M. Si. dari Universitas Pajajaran, Bandung. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler