Connect with us

Pendidikan

KSPM FE UM Gelar Seminar Pasar Modal, Ajak Anak Muda Menuju Financial Freedom

Diterbitkan

||

Ketua Jurusan Akutansi FE UM, Satia Nur Maharani
Ketua Jurusan Akutansi FE UM, Satia Nur Maharani

Memontum Kota Malang – Di era revolusi industri seperti saat ini, diharapkan orang berusia 20 tahun sudah berada pada kebebasan finansial. Yang artinya, di usia 20 tahun seseorang sudah mampu menghasilkan pasif income. Hal itu dikatakan oleh Ketua Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang (UM) Satia Nur Maharani dalam Seminar Nasional Pasar Modal 2019 yang digelar pada Sabtu (12/10/2019).

Dalam seminar yang digelar oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FE UM tersebut, menghadirkan dua orang pemateri yang telah lama terjun dan berkompeten dalam dunia Pasar Modal. Yakni Argha J Karo Karo selaku Head Analyst Creative Trading System dan Ryan Filbert 1st Practitioner and Inspiration Investment di Indonesia.

Paparan materi oleh Argha J Karo Karo selaku Head Analyst Creative Trading System

Paparan materi oleh Argha J Karo Karo selaku Head Analyst Creative Trading System

Menurut Satia salah satu cara untuk dapat mewujudkan hal tersebut yaitu dengan berinvestasi dalam pasar modal. Untuk itu, melalui seminar tersebut, ia berharap, para peserta yang mayoritas masih berusia sekitar 20 tahun tersebut bisa segera bebas dalam finansial dengan turut berinvestasi dalam pasar modal.

“Kalau mungkin jaman dulu kebebasan finansial baru pada orang berusia 40 tahun, tapi saat ini diharapkan, di usia 20 tahun sudah bisa berada pada kebebasan finansial. Dia sudah bisa punya penghasilan sendiri, bukan bekerja untuk mencari uang tapi istilahnya uang yang bekerja untuk kita,” ujarnya di sela kegiatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam geliat perundustrian pasar modal, saat ini memang masih lebih banyak investor asing jika dibandingkan dengan investor asal Indonesia. Namun begitu, menurutnya sudah banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan investor domestik.

“Jika dibandingkan memang masih lebih banyak investor asing daripada domestic investor meskipun sudah mulai meningkat lah. Saya tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah titik yang paling bagus untuk anak-anak muda kita, tapi perlu diketahui saat ini kita sedang berupaya dan berproses menuju ke arah situ. Salah satunya melalui seminar semacam ini,” imbuhnya.

Terlebih menurutnya, saat ini peluang untuk dapat terjun ke dalam geliat pasar modal juga lebih terbuka lebar, jika dibandingkan dengan beberapa tahun silam.

“Sangat terbuka sekali, sekarang cukup Rp 100 ribu saja mereka sudah bisa berinvestasi. Artinya pembelajaran investasi bisa dimulai dari hal yang paling kecil oleh pemula di pasar modal. Kalau dulu real aset pelan-pelan, kalau sekarang bisa belajar investasi saham langsung hanya dengan Rp 100 ribu saja,” terangnya.

Menurutnya, hal itu juga disambut baik dengan antusiasme para kalangan muda untuk mau belajar dan terjun dalam dunia pasar modal.

“Antusiasnya sangat bagus sekali, dari kami juga ada Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang juga sangat aktif. Apalagi sebentar lagi juga akan ada sosialisasi open account untuk dosen dan tentunya juga mahasiswa. Dan alhamdulillah mahasiswa kita (UM) juga sudah banyak yang menjadi investor aktif atau investor yang sesungguhnya,” jelasnya.

Menuju hal tersebut, menurutnya juga bukan berarti tanpa tantangan. Ia menyebut saat ini masih minimnya pemahaman terkait industri pasar modal di masyarakat Indonesia. Untuk itu menurutnya masih perlu dilakukan banyak sosialisasi.

“Jika dibandingkan dengan negara tetangga di Singapura atau Malaisya misalnya, ibu-ibu rumah tangga disana sudah terbiasa dengan bahasan terkait saham dan obligasi. Sedangkan kalau disini kita tidak bisa memungkiri jika anak muda kita saja masih yang keterbatasan. Selain itu juga image ‘gambler’ terkait hal ini, itu untuk orang yang taunya ‘beli pagi jual sore’. Artinya juga banyak orang yang melakukan investasi di saham tanpa analisis. Mereka tanpa ilmu, yang akhirnya jadi spekulasi. Kalau investor sejati, melakukan analisis baik fundamental maupun technical,” pungkasnya. (iki/yan)

 

Kota Malang

Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang Wujudkan Virtual Tourism Heritage Lewat Metaverse Urban Historica Area

Diterbitkan

||

oleh

Perguruan Tinggi Negeri di Kota Malang Wujudkan Virtual Tourism Heritage Lewat Metaverse Urban Historica Area

Memontum Kota Malang – Salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang, menciptakan inovasi baru. Yakni, mengenalkan tempat pariwisata heritage melalui virtual dalam bentuk digital. Hal itu, rencananya akan dikolaborasikan bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Ketua Panitia Metaverse Kayutangan, Dr Eng Ir Herry Santosa ST MT IPM, menyampaikan jika ide tersebut, yakni untuk membangun dunia kembar secara digital seperti dunia yang sesungguhnya. Dimana metaverse tersebut, suatu wahana yang bisa di komersialkan dalam dunia digital.

“Ini bisa bekerjasama dengan Pemkot Malang, untuk mengawal pengelolaan aplikasi ini. Yang mana harapannya nanti, ini memang berbayar. Karena itu adalah suatu wahana komersial baru di dalam dunia digital,” ucap Herry, saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022) tadi.

Menurutnya, metaverse tersebut juga menjadi kolaborasi pentahelix dan hexahelix bersama dengan Pemkot Malang, secara melekat dan akan terus dikawal secara kontinu. Sehingga, para kolaborator dinilai memiliki peranan yang berbeda.

“Misalkan, pihak Pemkot akan membantu mendukung dalam peraturan-peraturan terkait dengan pengembangan metaverse ini. Dalam kepentingannya untuk e-commerce dalam dunia usaha, atau UMKM, dan segala macam. Kemudian pihak akademisi yang akan terus membangun prototype ini,” lanjutnya.

Sehingga, pihaknya berharap agar ke depan nantinya alat metaverse tersebut, bisa dipergunakan oleh masyarakat layaknya sebagai dunia kembar dari Kayutangan Heritage.

Baca juga:

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menyampaikan melalui inovasi tersebut, tentunya nanti bisa lebih mengembangkan atau meningkatkan kunjungan wisata yang ada di Kayutangan Heritage. “Jadi harapannya, dengan teknologi yang canggih ini masyarakat bisa lebih mengenal lagi secara keseluruhan, secara lengkap, baik di koridor maupun di dalam. Jadi tidak hanya satu sisi, tapi banyak sisi yang bisa diangkat,” kata Mila.

Lebih lanjut disampaikan, dengan alat digital tersebut, tentunya masyarakat tidak hanya sekedar melihat melalui gambaran saja. Tetapi, juga akan tertarik dan ingin mengunjungi secara langsung, bagaimana pariwisata Heritage yang ada di Kota Malang. Sehingga, bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kayutangan Heritage.

“Kalau sudah melihat, pasti juga ingin berkunjung secara langsung. Tidak hanya sekedar gambaran, tapi bisa merasakan sendiri apa yang terjadi, apa yang dilihat, apa yang dikerjakan di sana, dan pasti apa yang akan dibeli di sana. Akhirnya itu bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, serta UMKM yang ada di sana,” imbuh Mila. (rsy/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Perangi Kasus Bullying, Pemkot Malang Gelar Sosialisasi Antisipasi Perundungan dan Bentuk Satgas

Diterbitkan

||

oleh

Perangi Kasus Bullying, Pemkot Malang Gelar Sosialisasi Antisipasi Perundungan dan Bentuk Satgas

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menggelar sosialisasi untuk mengantisipasi terjadinya bullying atau perundungan yang terjadi pada siswa maupun guru, Senin (28/11/2022) tadi. Pelaksanaan sosialisasi itu, digelar di SMKN 4 Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa bullying memang harus diperangi. Sehingga, kasus itu tidak terjadi di Kota Malang. Hal itu, pun juga sejalan dengan visi misi ke tiga Kota Malang, yang tertuang dalam RPJMD, yakni mewujdukan kota yang rukun dan toleran berasaskan keberagaman dan keberpihakan masyarakat yang rentan dan gender.

“Penurunan bullying kalau mengacu pada capaian RPJMD, memang menjadi salah satu komitmen dan itu harus kita perangi. Tetapi, di dalam RPJMD misi ke tiga, itukan langsung kaum rentan itu memang dianggap kurang,” jelas Wali Kota Sutiaji.

Selain menjadi komitmen, tambahnya, hal ini juga sejalan dengan menjadikan Kota Malang, sebagai kota yang layak anak. Apalagi, perilaku yang tidak baik itu, gampang untuk ditiru. Maka, perlu adanya kewaspadaan dari para guru.

“Kami waspadai dan memohon, untuk terus menerus kepada para guru, agar tidak terjadi diskriminasi di sekolah,” katanya.

Untuk saat ini, ungkapnya, kasus bullying di Kota Malang, memang mengalami penurunan. Namun, ditegaskan perlu untuk terus diwaspadai. Agar, Kota Malang bebas dari kasus bullying tersebut.

Baca juga :

“Kita tidak ada target. Tetapi kalau bisa, targetnya ya 0 persen. Bebas bullying atau tidak ada bullying di Kota Malang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan jika upaya yang telah dilakukan yakni membentuk Satgas anti bullying, di masing-masing sekolah. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK, yang berfungsi sebagai pengawasa dan juga kontroling.

“Fungsinya dari Satgas itu, untuk antisipasi bully. Karena, bully timbul dari berbagai masalah. Jadi, mereka tidak hanya semata-mata untuk mengawasi anak-anak saja. Tetapi juga untuk mengontrol sikapnya,” ujar Suwarjana.

Upaya tersebut, juga sudah dilakukan di beberapa sekolah. Namun, itu juga akan terus digalakkan. Dengan harapan, hal-hal tersebut tidak terjadi. Selain itu, menurutnya juga akan dilakukan sosialiasi kepada para orang tua siswa, agar ikut serta mengawasi.

“Harapan kami ke depan, kami akan mengadakan hal-hal seperti ini. Kami kemas khusus untuk orang tua. Karena agar orang tua itu juga tidak menyalahkan kami terus, jadi ikut ngawasi juga,” imbuhnya. (hms/rsy/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Tingkatkan Tanggung Jawab dan Disiplin, Peringatan Milad Ke 29 YKHM Diisi Pemberian Reward untuk Siswa Peduli Lingkungan

Diterbitkan

||

oleh

Tingkatkan Tanggung Jawab dan Disiplin, Peringatan Milad Ke 29 YKHM Diisi Pemberian Reward untuk Siswa Peduli Lingkungan

Memontum Kota Malang – Ada yang lain dalam Milad ke 29 Yayasan Kharisma Hidayatul Mubtadi’in (YKHM), Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dalam meningkatkan tanggung jawab dan kedisiplinan siswa-siswi PGTA Hidayatul Mubtadiin, MI serta MTs Al Huda, yang berada dalam naungannya.

Hal itu terlihat, pada kemeriahan Milad ke 29 YKHM, Sabtu (26/11/2022) tadi. Meskipun acara tampak ramai karena diikuti oleh siswa dan wali murid, namun kondisi lokasi tetap bersih. Ternyata seusai acara, para siswa langsung membersihkan sampah untuk dimasukan ke dalam kresek.

Untuk memberikan reward kepada para siswanya yang bersedia membersihkan sejumlah sampah, disediakan ratusan hadiah. Bagi yang bisa mengumpulkan 1 kresek sampah, bisa ditukarkan dengan hadiah tersebut. Aksi simpatik ini, digelar sebagai salah satu cara pendidikan karakter kepada siswa dan masyarakat. Untuk peduli dengan lingkungan sekitar, termasuk upaya menjaga kesehatan.

Ketua Yayasan Kharisma Hidayatul Mubtadiin, Yudaryati, mengatakan keguatan milad ke 29 ini ada beberapa kegiatan sebelum puncak acara. Diantaranya omba video kreatif, lomba paduan suara, kegiatan sosial kemasyarakatan pemeriksaan pap smear dan pasar murah bagi warga sekitar.

Baca juga :

“Setor sampah dapat hadiah, merupakan ide baru. Karena biasanya, setiap usai acara selalu meninggalkan sampah. Kami ingin kepedulian para siswa tercipta dengan aksi kumpulkan sampah. Peduli lingkungan sekitar, menjaga kebersihan termasuk untuk upaya menjaga kesehatan. Tadi diikuti 650 siswa,” terangnya.

Dijelaskan pula bahwa bahwa tujuannya adalahmendidik karakter anak didik, cinta pada lingkungan, menjadii generasi bangsa yang  berpikiran maju. “Terpenting penanaman karakter anak. Karena kami prihatin sekali dengan degradasi ataupun penurunan akhlak anak bangsa. Pada Milad ke 29 YKHM ini, kami berharap anak didik kami memiliki ahlak mulia. Jika nantinya menjadi pemimpin bangsa, bisa menjadi pemimpin berkarakter yang memikirkan kesejahteraan umat,” urainya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Siti Nuryanah, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Milad ini sudah dimulai sejak sebulan sebelumya. Mulai internal, meliputi PGTA Hidayatul Mubtadiin, MI serta MTs Al Huda.

“Tema Milad kali ini, Family Gathering, Happy and Healty. Semoga kami semua, keluarga YKHM senantiasa diberikan kebahagiaan serta dilimpahkan kesehatan,” terangnya. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler