Connect with us

Hukum & Kriminal

Satroni Jl Bunga Andong, Curanmor Gondol Mio

Diterbitkan

||

Satroni Jl Bunga Andong, Curanmor Gondol Mio

Memontum Kota Malang – Meskipun sudah banyak pelaku Curanmor yang ditangkap, namun mereka seperti tidak ada habis-habisnya. Kali ini komplotan Curanmor satroni rumahnkos di Jl Bunga Andong Selatan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Mereka berhasil menjebol gembok pagar dan berhasil mencuri motor Mio Nopol N 3441 EEY Tahun 2017 milik M Rauf Febrian (20), mahasiswa, warga asal Kota Bontang, Kalimantan. Kejadian ini pada Jumat (11/10/2019) pukul 17.00, dilaporkan ke Polres Malang Kota dan hingga Minggu (13/10/2019) malam, masih dalam penyelidikan petugas untuk memangkap pelakunya.

Informasi Memontum, bahwa pada Kamis (10/10/2019) malam, Rauf baru pulang dari membeli makan. Dia kemudian memarkir motornya di teras kos sekitar pukul 21.30. Sebelum ditinggal, Rauf sudah memastikan kalau motornya dalam kondisi terkunci stang stir.

Setelah memastikan aman, Rauf kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Diduga pelaku melakukan aksinya pada Jumat dini hari. Padahal pelaku juga sempat merusak gembok pagar rumah, namun aksinya sama sekali tidak menimbulkan kegaduhan.

Keesokan paginya sekitar pukul 09.30, saat Rauf hendak hendak kuliah, dia kaget karena motornya telah hilang dari teras garasi rumah kos. Dia sempat menanyakannya ke beberapa teman kosnya, namun tidak ada yang mengetahui. Rauf pun tersadar hingga melapor ke Polres Malang Kota sekitar pukul 17.00.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan adanya laporan itu. ” Benar sudah dilaporkan, kami masih melakukan penyelidikan. Kami imbau kepada masyarakat supaya memarkir motornya ditempat yang tertutup dan aman. Pasang juga kunci kunci ganda pastikan motor dalam kondisi aman sebelum ditinggal istirahat,” ujar Ipda Marhaeni. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Pengemudi Bentor Tewas Mendadak, Diduga Serangan Jantung

Diterbitkan

||

Jenazah korban saat akan dievakuasi. (Ist)

Memontum Kota Malang – Samin (61) pengendara Bentor (Becak motor), warga Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (15/5/2021) pukul 04.15, ditemukan tewas di depan pagar Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jenazahnya pertama kami ditemukan oleh petugas kebersihan bernama M Yusuf (40) yang saat itu sedang menyapu jalan. Saat itu Bentor dalam kondisi roboh. Korban ditemukan dalam kondisi tertimpa bentornya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Klojen hingga jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu, saat Yusuf sedang menyapu jalan di sekitar lokasi, melihat bentor korban dalam kondisi roboh. Semula dia mengira bahwa korban sedang memperbaiki bentornya. Namun tak lama kemudian muncul dua warga yang hendak Salat Subuh di Masjid Agung Jami’.

Kedua warga tersebut melihat hal itu hingga mencoba memberikan pertolongan mengangkat Bentor korban. Begitu juga dengan Yusuf, dia ikut membantu mengangkat Bentor. Saat itulah diketahui kalau koeban berada di bawah bentornya. Saat dicek kondisinya, korban dalam kondisi meninggal. Dugaan sementara karena serangan jantung.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari pemeriksaan yang dilakukan di TKP, tidak ditemukan tanda luka bekas kekerasan atau penganiayaan pada jenazah korban. Setelah itu, jenazah korban kami bawa menuju ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar ,” ujar Kompol Nadzir. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pamit Bekerja Mencari Nafkah, Seorang Tukang Becak Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Diterbitkan

||

jenazah Suroso saat dievakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Suroso (58) tukang becak, warga Jl Jalsa Agung Suprapto, Gang I, RT 01/RW 02, Kelurahqn Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (14/5/2021) pukul 16.00, ditemukan tewas di pinggir Jl Basuki Rahmad, RT 07/RS 05, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau tepatnua depan Toko Harmonis.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas bersama Tim Inafis Polresta Malang Kota segera tiba di lokasi kejadian. Jenazahnya sendiri kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Suroso bekerja sebagai tukang becak. Sebelum kejadian, Suroso berpamitan kepada anak perempuannya untuk bekerja mengayuh becak sekitar pukul 08.00. Sekitar pukul 15.45, Suroso membeli satu pak minuman suplemen bentuk sachet di toko tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun sekitar pukul 16.00, Suroso sudah ditemukan tewas di pinggir jalan. Saat itu posisinya terlentang. Disampingnya ditemuka satu botol air mineral yang sudah dicampur miniman suplemen yang baru saja dibelinya tersebut. Diduga Suroso meninggal akibat serangan jantung.

Tim medis dan petugas Polsekta Klojen tiba di lokasi kejadian. Saat itu Suroao audah dipastikan dalam kondisi meninggal dunia. ” Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meminggal diduga karena sakit. Terkait sakit apa, nantinya meninggi keterangan dari dokter,” ujar Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri . (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jengkel Karena Tidak Dipinjami Uang Rp 1 Juta, Nekat Curi 5 Ponsel, Uang dan Mobil Milik Kakak Kandung

Diterbitkan

||

Tersangka Amir saat dirikis di Polresta Malang Kota. (gie)

Memontum Kota Malang – Jengekl karena tidak dipinjami uang sebesar Rp 1 juta, Amr alias Amir (51) guide, warga Jl Tukab Banyusari, Kota Denpasar, Bali, Minggu (9/5/2021) sore, berhasil ditangkap di sebuah Villa Arjuno, Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota karena telah mencuri mobil Toyota Avanza, HP Redmi 9, HP Luminox, HP LG G6, HP LG, HP Asus dan uang tunai Rp 2 juta. Barang-barang tersebut milik Ast (53) warga Jl IR H Juanda , Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa Amir menginap di rumah Ast, kakak kandungnya, sejak 24 April 2021. Beberapa hari kemudian, Amir mengutarakan niatnya untuk meminjam uang Rp 1 juta kepada kakaknya. ” Saya berniat pinjam uang Rp 1 juta. Rencananya akan saya kirimkan ke istri dan anak di Bali,” ujar Amir saat dirilis pada Selasa (11/5/2021) pukul 12..00.

Karena saat itu Amor tidak dipinjami karena kakaknya sedang tidak ada uang. ” Saya jengkel karena tidak dipinjami uang. Saya sakit hati karena tidak dipinjami. Padahal uang itu untuk saya kirim ke istri dan anak,” ujar Amir.

Karena jengkel pada Minggu (9/5/2021) pukul 05.00, saat kakaknya dan seisi rumah sedang tidur, Amir melakukan aksi pencuriannya. Dia mencuri mobil, 5 ponsel dan uang Rp 2 juta. Usai melakukan aksi itu, Amir langsung kabur ke Villa Arjuno Batu.

Sementara itu korban pun melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui keberadaan Amir. Saat ditangkap, Amir tidak bisa mengelak karena kedapatan barang-barang hasil curiannya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos Sik MH melalui Wakasat Reskrim AKP Hendro Tri Wahyono SIK mengatatakan bahwa tersangka Amr ditangkap sebelum sempat menjual barang-barang hasil curiannya.” Tersangka kami kenakan Pasal 362 KUHP. Dia kami tangkap karena mencuri 5 ponsel, mobil dan uang milik kakaknya,” ujar AKP Hendro. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler