Connect with us

Pendidikan

SMPN 10 Kota Malang Raih ASEAN Eco School Award 2019

Diterbitkan

||

SMPN 10 Kota Malang Raih ASEAN Eco School Award 2019

Memontum Kota Malang Kota Malang kembali mengukir prestasi di sektor pendidikan. Kali ini giliran SMPN 10 Kota Malang yang berhasil menorehkan prestasi internasional, yaitu penghargaan ASEAN Eco School Award 2019 yang digelar di Siem Reap, Kamboja pada tanggal 8 Oktober 2019.

Dalam pemberian penghargaan tersebut, Kepala SMPN 10 Kota Malang Mokhamad Syaroni hadir dengan didampingi dua orang stafnya.

“Alhamdulillah, kami bisa meraih penghargaan bergengsi tingkat internasional setelah kerja keras yang panjang. Ini capaian yang sangat luar biasa,” ujar Kepala SMPN 10 Kota Malang, Mokhamad Syaroni saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/10/2019).

Menurut Syaroni, untuk dapat memperoleh penghargaan di even tiga tahunan tersebut bukan perkara yang mudah. Pasalnya, sebelum sekolah yang ia pimpin direkomendasikan oleh Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam ajang bertaraf internasional itu, SMPN 10 Kota Malang harus menjalani seleksi bertahap di tingkat kota, provinsi, dan nasional.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk dapat meraih penghargaan bergengsi di kancah internasional tersebut, ada beberapa materi yang harus dipresentasikan. Yakni meliputi upaya pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, konservasi air, konservasi energi dan lain-lain.

“Selain itu, kami juga harus bisa menunjukkan data kontribusi sekolah terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup sebelum dan setelah mengikuti Program Adiwiyata, yang meliputi jumlah pengurangan sampah, peningkatan penghijauan, jumlah penghematan air, listrik, dan lain-lain,” bebernya.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dapat mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kota Malang dalam ASEAN Eco School Award tahun 2019 ini.

“Semoga prestasi ini semakin memacu kami untuk terus melakukan inovasi. Atas nama segenap warga SMPN 10 Kota Malang, kami mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder pendidikan kota Malang dan semua pihak yang telah terlibat hingga penghargaan ini bisa kami raih,” pungkasnya. (iki/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pak Seladi Tularkan Kejujuran Kepada 30 Pelajar SMA, 5 Hari Bekali Kedisiplinan dan Karakter

Diterbitkan

||

DIDIK : Seladi bersama para siswa sebelum perpisahan pada Jumat pagi. (ist)

Memontum, Kota Malang – Purnawirawan Polri Polres Malang Kota, Bripka Seladi tetap memiliki daya tarik tersendiri. Baik tentang kehidupan, kejujuran, kesederhanaanya, juga tentang profesi yang telah lama ditekuninya yakni menyulap sampah menjadi rupiah. Bahkan selama ini, dia juga dikenal telah banyak memperjuangkan para pemulung agar tetap dapat bekerja.

Kepribadian Seladi menjadi daya tarik tersendiri baik saat masih bertugas sebagai polisi maupun kehidupannya saat ini. Terbukti sebanyak 30 siswa SMA dari Jogjakarta telah menimba ilmu dalam pembentukan karakter dan ngangsu kawruh (belajar kehidupan) lepada Seladi. Mereka belajar selama 5 hari dan berakhir, Jumat (10/1/2020) siang.

Selama 5 hari para siswa sekolah ini telah belajar banyak tentang kehidupan kepada Seladi. Mereka banyak belajar dari tempat pemilahan sampah Lowokdoro yang selama ini digunakan Seladi beraktifitas.

Dalam 5 hari ini, Seladi yang mendidik para siswa ini dengan hati kejujuran dan kedisiplinan telah memberikan pengalaman baru kepada para siswa. Suasana haru mewarnai hari terakhir pembelajaran. Bahkan mereka satu persatu terlihat menyalami Seladi sambil menyanyikan lagi “Kapan-Kapan” Koes Plus.

“Mudah-mudahan, InsaAllah semoga menjadi manfaat untuk adik-adik kelak. Selamat jalan semoga Yang Maha Kuasa selalu melindungi. Semoga bermanfaat,” ujar Seladi di depan para siswa.

Seladi berharap nantinya para generasi penerus ini bisa memiliki karakter kuat dalam kehidupan. “Semoga pemerintah pisa mencermati tentang kegiatan kami demi kebaikan generasi penerus. Untuk bangsa dan negara supaya Indonesia, bebas dari korupsi. Semoga kalau nantinya para generasi penwrus ini sudah menjadi orang pejabat, terhindar dari aktivitas yang dilarang seperti korupsi, ” ungkap Seladi.

“Selain itu, tidak melupakan orang kecil, dan tahu bisa merasakan menjadi masyarakat kecil. Karena pernah mengalami di sini. Bisa mengetahui bagaimana masyarakat bawah, dalam mencari nafkah. Semoga ilmu yang di dapat ini bisa bermanfaat besar,” ujar Seladi. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema Buka Jalur SNMPN Mulai 6 Januari – 6 Maret 2020, Peluang Bagi Siswa Berprestasi Akademik dan Non Akademik

Diterbitkan

||

Pembantu Direktur I Polinema, Supriatna Adi Suwignjo, ST, MT. (rhd)
Pembantu Direktur I Polinema, Supriatna Adi Suwignjo, ST, MT. (rhd)

Memontum Kota Malang – Seleksi masuk Politeknik Negeri se-Indonesia mulai dibuka serentak melalui peluncuran Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) 2020, Senin (6/1/2020). Salah satunya Politeknik Negeri Malang (Polinema), dari total 42 Politeknik Negeri se-Indonesia. Jalur SNMPN merupakan seleksi Jalur Undangan yang diperuntukkan bagi calon peserta/siswa sekolah berprestasi yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi bidang vokasi atau Politeknik dan Politani Negeri di seluruh wilayah Indonesia. Pola seleksi ini tertuang dalam suatu sistem terpadu dan secara serentak melalui seleksi prestasi akademik siswa selama mengikuti pendidikan di SMA/SMK/MA.

“Tahun 2020 ini, istilah Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK- PN) berganti nama menjadi Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN). Meski terdapat perubahan penamaan, namun mekanisme dan proses seleksi jalur ini masih sama seperti PMDK-PN secara daring,” ungkap Pembantu Direktur I Polinema, Supriatna Adi Suwignjo, ST, MT. Selain prestasi akademik, prestasi non-akademik turut menjadi bahan pertimbangan lolos tidaknya siswa tersebut. Pendaftaran calon peserta/siswa melalui jalur SNMPN itu tidak dikenakan biaya sepeser pun, karena semua biaya telah dibebankan pada anggaran pemerintah.

“Kami ingin membantu pemerintah dengan memberikan akses yang luas agar siswa-siswa berprestasi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jalur SNMPN ini juga mengakomodir calon peserta/siswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, tetapi mempunyai prestasi akademik tinggi sebagai peserta program Beasiswa Bidikmisi,” tambah Pri, sapaan akrabnya.

Sekolah cukup mendaftarkan diri melalui laman https://snmpn.politeknik.or.id menggunakan username dan password yang diberikan panitia kepada masing-masing sekolah. Berikutnya, sekolah merekomendasi dan mendaftarkan siswa-siswa terbaiknya. Siswa-siswa tersebut akan diberikan usemame dan password yang dapat digunakan untuk memasukkan data secara online. Peserta juga dapat menghubungi Polinema. Pendaftaran SNMPN dibuka mulai 6 Januari hingga 6 Maret 2020, dan hanya diperuntukkan bagi siswa yang lulus tahun ini.

Menurut pria yang baru saja menjalani ibadah umroh ini, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi telah terbuka lebar, dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Tak hanya mengandalkan jalur seleksi PTN akademisi saja, jalur seleksi PTN Vokasi seperti SNMPN juga dapat dipertimbangkan,” imbuh Supriatna, sembari menambahkan istilah UMPN juga diubah menjadi SBMPN.

Disebutkannya, seperti tahun sebelumnya, kuota penerimaan mahasiswa baru tiap jalur berbeda. Yaitu kuota SNMPN : SBMPN : Mandiri = 35 persen : 35 persen : 30 persen. Sementara kuota tahun ini sekitar 3.690 mahasiswa baru, naik dibandingkan tahun sebelumnya 3312 maba. Lantaran ada program PSDKU, beberapa prodi baru, dan double degree. “Ada banyak kelas baru, baik untuk PSDKU, prodi baru dan double degree. Sehingga kuota mahasiswa Polinema bertambah,” tandas pria ramah ini. (adn/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema Press Berkomitmen Jadi Publisher Berkaliber Internasional

Diterbitkan

||

Polinema Press Berkomitmen Jadi Publisher Berkaliber Internasional

Memontum Kota MalangPolinema Press berkomitmen untuk bagaimana bisa berkembang menjadi publisher yang sesungguhnya. Hal itulah yang dikatakan oleh Abdul Muqit, Kepala Polinema Press. Polinema Press adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan.

Menurut Abdul Muqit, saat ini pihaknya tengah melakukan usaha-usaha untuk mengembangan Polinema Press agar bisa menjadi publisher yang berkaliber Nasional-Internasional. Dimana saat ini, ia menyebut, Polinema Press masih berkaliber Lokal-Nasional.

“Peningkatan dan pengembangan yang kita upayakan nanti ada di seluruh sisi. Baik itu dari segi bentuk, performance dan konten. Itu yang kita inginkan, dan saat ini kita upayakan untuk bisa menjadi lebih baik,” ujar dia saat ditemui di ruang kerjannya.

Menuju hal tersebut, ada beberapa bekal yang telah dipersiapkan oleh Polinema Press. Yakni saat ini Polinema memiliki beberapa lisensi, baik lisensi berskala nasional maupun internasional.

“Kalau dari Nasional kami sudah ada lisensi dari Perpusnas (Perpustakaan Nasional) dan kami juga mengantongi lisensi untuk produksi buku. Kalau dari Internasional kita sudah gabung dengan Elsevier. Jadi produk kita itu bisa otomatis masuk sana dengan syarat harus berbahasa inggris. Dan satu lagi, bukunya juga harus berseri untuk dapat masuk ke dunia internasional. Intinya, saat ini rancangannya sudah kami bangun tinggal mengisi saja,” imbuh dia.

Selain itu, ia mengatakan, saat ini Polinema Press juga tengah menyiapkan diri untuk dapat menjadi konsultan penulisan buku. Dimana, menurut dia, dalam geliat penulisan buku, juga harus diketahui ada 11 jenis atau genre buku, baik di dunia akademis maupun vokasi.

“Poinema Press disini hadir sebagai konsultan, berupaya untuk memberikan penjelasan dan pemahaman lebih terkait bagaimana 11 jenis buku tersebut. Seperti apa jenisnya, bagaimana trade dan karakternya masing-masing jenis buku. Dan dalam pelatihan, hal-hal tersebut akan dijelaskan,” terang dia.

Menurut dia, ide untuk bisa berperan sebagai konsultan dalam geliat penulisan buku muncul saat pihaknya mengadakan survey berskala nasional terkait ke 11 jenis buku tersebut. Menurutnya, masih banyak penulis buku yang masih belum mengetahui buku jenis apa yang ditulis.

“Setelah kami melakukan survey, ternyata banyak penulis ini mereka jago menulis, namun sayangnya juga tidak sedikit beliau (penulis) ini yang tidak tahu, bahwa buku mereka ini masuk ke dalam jenis yang mana. Kita berusaha hadir sebagai konsultan agar hal itu lebih terlihat jelas. Itu bukan berarti kita yang terbaik, namun kita berusaha sharing knowledge bahwa buku itu juga ada genrenya juga. Untuk itu kami siap bagi lembaga lain yang ingin menambah ilmu dalam bidang itu,” pungkasnya. (iki/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler