Connect with us

Hukum & Kriminal

Sidang Pencuri HP Pagak Kurang Cukup Bukti, Pengacara Minta Terdakwa Bebas

Diterbitkan

||

Terdakwa Samsul dalam persidangan(Sur)
Terdakwa Samsul dalam persidangan(Sur)

Memontum MalangSidang ke-10 Samsul bin Sarwi warga RT12 RW17 Dusun Sumbernongko, Desa/Kecamatan Pagak Kabupaten Malang dinilai kurang cukup bukti.

Samsul yang disidangkan di PN Kepanjen selaku terdakwa pencuri HP itu atas laporan Sakur ke Polsek Pagak nomor : Lp/15/V/2019/Jatim/Res Malang/Sek Pagak tanggal 27-Mei 2019 lalu. Akan tetapi, pelapor Sakur juga tidak mengetahui atau mengenali nama terlapor dalam pencurian tersebut.

Tim pengacara terdakwa Samsul. (sur)

Tim pengacara terdakwa Samsul. (sur)

Agus Subyantoro SH, pengacara terdakwa berharap, majelis hakim harus bersikap obyektif sebagai mana fakta di persidangan, kalau tidak, selain mengajukan upaya hukum banding,ia juga akan mengajukan laporan etik profesi hakim kepada komisi yudisial dan badan pengawas Mahkamah Agung.

“Unsur-unsur pasal 363 KUHP tidaklah terpenuhi seluruhnya, karena bukan terdakwa Samsul bin Sarwi yang melakukan tindak pidana pencurian di rumah saksi Sakur. Sebagaimana fakta dan keterangan para saksi di persidangan yang seluruhnya merupakan rekayasa belaka. Karena alat bukti saksi, alat bukti surat dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Bukti bukti tersebut didapat bukan dari Terdakwa melainkan dari saksi pelapor Sakur dan saksi samsuri, ” urai Agus Subyantoro SH, kuasa hukum terdakwa Samsul Kamis (10/10/2019) siang.

Tambah Agus, surat perintah penyitaan nomor : Sp-TA/150/V/2019/Reskrim dan berita acara penyitaan berupa 1 buah dosbuk Hp OPPO disita dari terlapor tanggal 28-Mei 2019, melakukan penangkapan terhadap Samsul bin Sarwi kemudian diberi tanda T-2. Apalagi, dalam peristiwa ini, terdakwa ditangkap terlebih dahulu sebelum saksi pelapor dan saksi lain di periksa siapa pelaku pencurian yang sebenarnya.

“Terdakwa ditangkap tanggal 28-Mei 2019, sebelumnya tanpa melihat atau mempertimbangkan keterangan para saksi, baik pelapor dan saksi fakta lain. Padahal, terdakwa bukanlah pelaku yang tertangkap tangan, sehingga menunjukkan perkara ini satu rekayasa pelapor dan penyidik. Apalagi Saksi yang hadir di persidangan mengatakan kejadian tgl 19 Mei 2019, tapi laporan polisi Polsek pagak, dan dakwaan menyebutkan kejadian tgl 27 Mei 2019, ” beber Agus.

Selanjutnya, masih kata Agus, surat penyitaan berupa sepeda motor Yamaha Yupiter N 4951 D, Nomor rangka MH35TP0065K446242 yang disita dari tangan Samsuri tanggal 28-Mei 2019, kemudian diberi tanda T-4. Menunjuk barang bukti yang didapat penyidik bukan dari tangan langsung, melainkan dari saksi Sakur sendiri dan dari saksi Samsuri.

“Menunjukkan jika perkara ini murni rekayasa saja, karena terdakwa ditangkap terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, serta keterangan para saksi itu jauh berbeda dengan keterangan di depan persidangan, ” tandas Agus.

Berdasarkan uraian dan penjelasan tersebut, Agus meminta agar majelis Hakim memberikan putusan bebas. Apalagi saksi yang hadir di persidangan mengatakan kejadian 19 Mei 2019, tapi laporan polisi Polsek pagak, dan dakwaan menyebutkan kejadian 27 Mei 2019. (sur/oso)

 

Hukum & Kriminal

Jambret Makan Korban di Jl Ijen, Sikat Gadis Belia saat Gowes

Diterbitkan

||

Korban dan 2 temannya. (ist/facebook)
Korban dan 2 temannya. (ist/facebook)

Memontum Kota Malang – Seorang gadis bawah umur menjadi korban jambret saat bersepeda melintas di Jl Simpang Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (12/7/2020) pukul 08.30. Meskipun sempat terjatuh dari sepeda pancalnya, korban berhasil mempertahankan tas miliknya yang berisikan HP dan dompet.

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu korban dan 2 temannnya yang berusia kisaran 13 sampai 15 tahun bersepeda pancal melintas di Jl Simpang Ijen. Mendadak muncul pelaku dari arah belakang mengendarai motor Yamaha Vega. Pelaku kemudian memepet dari sisi kanan menarik paksa tas slempang milik korban.

lokasi kejadian Jl Simpang Ijen. (ist)

lokasi kejadian Jl Simpang Ijen. (ist)

“Pelaku menarik tas itu. Korban sempat mempertahankan tas miliknya,” ujar Syarifuddin (32), saksi mata di lokasi kejadian.

Diduga karena tarikan pelaku cukup keras, korban pun terjatuh dari sepeda pancalnya. “Kedua teman korban berteriak jambret-jambret hingga pelaku ketakutan langsung tancap gas,” ujar Syarifuddin.

Pelaku sempat dikejar beberapa warga sekitar karena saat itu kondisi cukup ramai.

“Pelaku putar balik melawan arus. Pelaku membuang tas korban dan kabur ke arah Jl Ijen. Saat itu pelaki juga nyaris menabrak mobil. Namun sayangnya dia berhasil kabur. Ciri-cirinya tidak memakai masker, tidak memakai helm dan berjaket hoodie,” ujar Syarifuddin.

Saat itu warga fokus melakukan pengajaran hingga tidak sempat melihat nopol motor pelaku.

“Saya tidak tahu nama korbannya. Tapi tadi katanya warga Kendalsari, Lowokwaru. Tidak sampai luka-luka, namun terlihat sangat shock. Tasnya juga selamat. Tadi pagi karena mereka tampak shock, akhirnya dijemput oleh pihak keluarganya,” ujar Syariduddin lagi. Kejadian ini diposting di media sosial Facebook. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Residivis Curanmor Sawojajar Tertangkap Lagi

Diterbitkan

||

Tersangka MFJ alias Fajar saat dirilis oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH..(gie)
Tersangka MFJ alias Fajar saat dirilis oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH..(gie)

Memontum Kota Malang – Seorang pelaku Curanmor, MFJ alias Fajar (24) warga Jl Sawojajar Gang XV, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (9/7/2020) siang, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Dia adalah residivis kasus Curanmor yang sudah pernah dibui Tahun 2018.

Kali ini dia kembali ditangkap karena mencuri Motor Honda Beat Nopol N 6658 AB milik Jumianto (50) warga Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Aksi itu dilakukan pada 27 April 2020 pukul 18.30.

Informasi Memontum.com bahwa setelah keluar dari penjara pada 2018, Fajar tidak merasa kapok. Terbukti dia sudah 5 kali mencuri motor bersama RE, sahabatnya yang kini sudah ditahan di Polsek Sumbermanjing Polres Malang.

Salah satunya yakni mencuri motor Honda Beat di Perum Villa Bukit Tidar. Saat pencurian itu, Fajar dan RE berboncengan mengendarai motor Mio Soul. Saat melintas di Perum Villa Bukit Tidar, mereka melihat motor Beat milik korban terparkir depan teras rumah. Saat itu kunci masih menempel di rumah kontak.

Mereka kemudian berhenti dan RE turun untuk mencuri motor tersebut. Karena kuncinya menempel, RE dengan mudah melakukan aksinya. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

Sementara itu Fajar dan RE kabur menjual motor tersebut di Purwosari, Pasuruan seharga Rp 2,1 juta. Berjalannya waktu, RE berhasil ditangkap Polsek Sumbermanjing, srdangkan Fajar beberapa hari lalu berhasil ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota.

Kini kepolsian masih terus melakukan pengembangan untuk mencari 5 BB motor yang sudah dijual oleh Fajar ke penadah di beberapa lokasindi kawasan Pasuruan. Adapun BB Nopol N 6658 ABA diamankan dari rumah Fajar. Jika dilihat dari BB tersebut maka motor Honda Beat milik korban saat dijual sudah diganti nopolnya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka adalah residivis kasus Curanmor.

” Tersangka sudah pernah dipenjara karena kasus Curanmor. Usai keluar dari penjara, dia mengaku sudah 5 kali melakukan aksi Curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Arek Muharto Terjungkal Ditembak Polisi

Diterbitkan

||

Arek Muharto Terjungkal Ditembak Polisi

Memontum Kota Malang – Gara-gara ingin punya motor baru, AS alias Agus (22) arek asal Jl Muharto Gang VII, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terpaksa merasakan tindakan tegas petugas Resmob Polresta Malang Kota. Pasalnya dia dalam mewujudkan keinginannya untuk memiliki motor baru ditempuh dengan cara mencuri.

Saat dirilis di Mapolresta Malang Kota, pada Kamis (9/7/2020) pukul 10.30, tampak kaki kanannya masih diperban. Luka tersebut akibat ditembak polisi karena mencoba kabur saat hendak ditangkap. Adapun Barang Bukti (BB) berupa motor Vario 150 Tahun 2018 Nopol N 6491 ABJ hasil curian dan kunci T sera motor merk Garuda tanpa nopol.

Tersangka AS alias Agus. (Ist)

Tersangka AS alias Agus. (Ist)

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa pada 30 Juni 2020 pukul 20.30, Agusb bersama 2 temannya BG dan SJ (DPO) mengendarai motor boncengan tiga. Seaampainya di kawasan Jl Kaliurang Barat Gang I, Kota Malang, mereka melihat motor Vario Nopol N 6491 ABJ milik Salim Rizal (30) warga sekitar, terparkir depan rumah.

Agus kemudian turun dari motor melakukan aksinya merusak rumah kontak motor dengan menggunakan kunci T. Aksi itu berjalan mulus, Agus kemudian membawa motor tersebut pulang ke rumahnya di Jl Muharto. Nopol motor diganti menjadi S 5921 RI dengan menghilangkan jejak.

Sementara itu, Salim karena telah kehilangan motor, dia segera saja melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mendapati nama Agus.

Akhir pekan lalu, petugas melakukan penangkapan terhadap Agus. Namun saat itu Agus tidak langsung menyerah. Melainkan malah mencoba kabur dari kepungan polisi. Karena kuatir Agus berhasil kabur, terpaksa petugas melakukan tindakan tegas melakukan penembakan. Agus akhirnya tersungkur setelah satu peluru petugas mengenai kaki kanannya.

Kepada petugas, Agus mengaku baru sekali ini melakukan aksi Curanmor. Rencananya motor tersebut akan digunakan sendiri. Atas perbuatannya itu, selain masih merasakan sakit pada kaki kanannya, Agus juga harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangkadikanakan Pasal 363 KUHP.

“Tersangka kami amankan karena kasus curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler