Connect with us

Olahraga

Final Yuzu Indonesia Master 2019, Tim Ganda Campuran Indonesia Raih Juara Dua

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs Sutiaji, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson usai penyerahan medali laga final ganda campuran Yuza Indonesia Masters. (gie)
Walikota Malang Drs Sutiaji, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson usai penyerahan medali laga final ganda campuran Yuza Indonesia Masters. (gie)

Memontum Kota MalangFinal Yuzu Indonesia Masters di partai ganda campuran, tim Indonesia harus puas di posisi runner up, Minggu (6/10/2019) pukul 15.00 di GOR Ken Arok Kota Malang Tim ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana berpasangan Mychellle Crhstine Bandaso (kidal) memberikan perlawanan yang sangat bagus, namun keberuntungan masih berada pada Tim Ganda Campuran China, pasangan Guo Xin Wa / zhang Shu Xian.

Point scores babak pertama dimenangkan China 21-18, di game ke 2 pasangan Indonesia menang dengan score 21-16. Di set ke 3, Indonesia memberikan perlawanan sengit. Saling mengejar point, namun di score akhir dimenangkan oleh China 28-26.

Walikota Malang Drs Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Dianakartika, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH dan Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson hadir langsung ke Gor Ken Arok ini untuk menyaksikan laga Bulutangkis kelas dunia ini.

Usai pertandingan Adnan sempat mengatakan bahwa pihaknya sudah maksimal namun hanya saja terlalu berburu buru. “Game pertama kami nggak sabar dan terlalu terburu-buru. Game kedua kami coba lebih sabar, dan akhirnya bisa lebih baik permainannya. Game ketiga di saat poin-poin akhir mungkin kurang beruntung saja, dan karena ingin cepat menang, jadinya malah kurang sabar. Terus saya sendiri di poin akhir banyak mati sendiri. Peluang sebenarnya banyak banget untuk menang. Tapi karena terburu-buru saja,”ujar Adnan.

Dengan hasil ini, diakui Adnan dan Mychelle mengaku kurang puas. Pasalnya pada turnamen ini mereka menargetkan untuk bisa meraih gelar juara untuk kedua kalinya, setelah gelar pertama diraih di Rusia Open 2019 BWF Tour Super 100. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

GABSI Kota Malang Tancap Gas Persiapan Kejuaraan Online

Diterbitkan

||

oleh

GABSI Kota Malang Tancap Gas Persiapan Kejuaraan Online

Memontum Malang – Manajer dan Humas Klub GABSI Minel Bayuadi mengatakan GABSI (Gabungan Atlet Bridge Seluruh Indonesia) Kota Malang tancap gas melakukan persiapan Kejuaraan Online dan Porprov Jatim VII.

“Kami intens berlatih untuk Kejuaraan Online dan Porprov Jatim VII,” tandas Manajer dan Humas Klub GABSI Minel Bayuadi baru-baru ini.

Saat ini, Gabsi Kota Malang tetap latihan terjadwal seminggu 3x untuk persiapan Kejurnas Beregu Online tanggal 20 Juli dan menyiapkan Porprov VII.

“Walau sedang stay At Home. Kami tetap bisa latihan dan mengikuti pertandingan via aplikasi Bridge Base Online (BBO),” tutur Minel.

Dikatakannya, dari bulan April – Juli 2020, sudah 10 pertandingan yang diikuti baik di tingkat Nasional dan Provinsi.

Dipaparkannya, terakhir, pihaknya mengikuti pertandingan Piala Gubernur Jatim (tingkat Provinsi)
team Aremania & Aremanita masing-masing meraih Juara 2 di kategori KU 25 (untuk Aremania) dan KU18 (untuk Aremanita).

Dijelaskannya, untuk Piala Gubernur Jateng (tingkat Nasional) team Aremania turun d kategori KU21, meraih Juara 3. Untuk pertandingan sebelum-sebelumya, kedua team selalu mendapat juara juga.

Terkait upaya eksis atau latihan selama pandemi, Minel mengatakan dirinya selaku manager dan humas club Bridge Kota Malang, selalu berusaha mencari dan mengundang pertandingan untuk melatih skill para atlet.

“Kami selama latihan rutin seminggu 3x dan Alhamdulillah Kami disupport penuh oleh orangtua para atlet, jadi mereka juga semangat untuk selalu mengikuti latihan. Cuma karena latihan dan tandingnya online, kadang terkendala oleh jaringan Internet,” jelas Minel. (yan)

 

Lanjutkan Membaca

Jempolan

Sport Science, Keniscayaan dalam Meraih Prestasi Olahraga

Diterbitkan

||

oleh

Januar Triwahyudi, penulis (kiri), pemateri Rangga Wijaya dari PPFI ,(tengah) dan Aditya peserta dari Tulungagung (kanan). (ist)
Januar Triwahyudi, penulis (kiri), pemateri Rangga Wijaya dari PPFI ,(tengah) dan Aditya peserta dari Tulungagung (kanan). (ist)

SAYA sangat berterima kasih ketika Ketua IPSI Kota Malang Ir Nono Suhertono memberikan rekomendasi untuk mengikuti Sertifikasi Pelatih Fisik Olahraga yang diselenggarakan Dispora Jatim bekerjasama dengan PPFI (Persatuan Pelatih Fisik Indonesia). Karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat, yaitu tentang penerapan sport science.

Sertifikasi yang dilaksanakan 5 hari, Minggu 24 November 2019 – Kamis 28 November 2019 di Narita Hotel Surabaya ini, merupakan sertifikasi angkatan pertama.

Kadispora Jatim Drs Supratomo MSI, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs Imam Kiswoto MM menyatakan jika pihaknya dalam rangka menerapkan sport science dalam pembinaan atlet Jatim di semua cabor. Maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan penataran pelatih sekaligus sertifikasi. Karena lembaga PPFI yang telah menerapkan sport science, maka pihaknya menggandeng lembaga tersebut.

Metode sport science ini, sudah diterapkan oleh negara-negara Eropa, Amerika dan Asia yang hasilnya bisa dilihat dari prestasi atletnya yang berkembang pesat. Ketika mendengar pernyataan bahwa sertifikasi Dispora Jatim berbasis sport science ini adalah yang pertama, naluri jurnalis saya pun tergerak.

Muncul pertanyaan dalam diri saya, berarti selama ini pelatih fisik setiap cabor di Jatim belum bersertifikasi standar Dispora Jatim berbasis sport science? Jika demikian, maka program Dispora Jatim ini benar-benar langkah luar biasa. Terobosan yang patut mendapat apresiasi, dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sangat berdedikasi terhadap olahraga di Jatim.

Pematerinya juga tidak main-main karena berpengalaman tergabung dalam tim Satlak Prima. Antara lain, Rangga Wijaya dan Dwi Handoko dari PPFI yang langsung terbang ke Philipina setelah memberi materi, karena harus mendampingi tim di Sea Games. Randika Asiani Wijaya dan Hamdani, mantan atlet nasional yang juga tergabung dalam PPFI. Selain 4 pelatih berkompeten tersebut, Dispora Jatim juga menghadirkan pemateri Rachman Widohardhono Mpsi, yang berkompeten sebagai pelatih mental dan Aghus Shifaq MPd, yang berkompeten sebagai massase dan penanganan cedera berbasis bio mekanik.

Lalu apa yang dimaksud dengan sport science itu? Kenapa begitu penting diterapkan dalam pembinaan atlet? Secara definisi, sport science adalah penerapan prinsip-prinsip science (ilmu pengetahuan) di lapangan untuk membantu meningkatkan potensi dan prestasi atlet dalam bidang olahraga. Secara umum terdapat 3 bidang dalam sport science yaitu: fisiologi, psikologi dan biomekanika. Menjadi penting karena sport science menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan. Antara lain terencana, terukur, teruji, analisa, evaluasi, akurasi data, penanganan medis, psikologis, fisiologis, biomekanik, nutrisisi, massase sport dan lainnya.

Mengutip apa yang dipaparkan Cyril Raoul Hakim, di acara deklarasi Inovator 4.0 Indonesia mengenai pentingnya sport science untuk mengembangkan prestasi olahraga, bahwa Tiongkok, benar-benar memanfaatkan sport science secara maksimal.

Bahkan Tiongkok merekrut 600 ahli sport science dari Australia untuk menjadi bagian penting dari pembinaan Atlet ini. Karena Tiongkok serius dalam membina para atlet, mereka pernah menjadi juara umum dalam olimpiade Beijing tahun 2008 dan selalu masuk dalam 2 besar olimpiade. Chico juga mengatakan, sepakbola Indonesia bisa berbicara di level internasional pada tahun 1950an sampai 1960an. Jepang dan Korea bahkan belum terlihat. Tapi saat ini sudah jauh lebih hebat.

Dengan Sport science, menurut Chico, bisa dilihat seorang calon atlet bagus untuk cabang olahraga mana. Jadi calon atlet, tidak memilih cabang olahraga tapi dipilihkan setelah dilihat dari berbagai hal dari kacamata sport science. Tiongkok, menurut Chico, untuk urusan sport science ini sudah pada level Genetic Engeneering. Bahkan sudah pada level mempersiapkan calon atlet sedari masih bayi yang lahir dari pasangan suami istri atlet. (*)

 

Penulis:
Januar Triwahyudi
Peserta Sertifikasi Pelatih Fisik Olahraga Jatim, Angkatan I

 

Lanjutkan Membaca

Olahraga

485 Pesilat Merpati Putih Bertarung Sengit, Berebut Piala Pangdivif 2 Kostrad dan Piala Rektor Univeritas Brawijaya

Diterbitkan

||

oleh

485 Pesilat Merpati Putih Bertarung Sengit, Berebut Piala Pangdivif 2 Kostrad dan Piala Rektor Univeritas Brawijaya

Memontum Kota MalangKejurnas Pencak Silat Merpati Putih Universitas Brawijaya 2, yang digelar 21-24 November 2019 di Gedung Samanta Krida, hingga Sabtu (23/11/2019) masih berjalan seru dan kompetitif. Sejumlah 485 pesilat bertarung sengit dengan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pada hari kedua ini, dari 42 kontingen se Indonesia, belum ada yang menunjukkan dominasinya. Kompetisi masih merata.

Kejurnas antar pelajar dan mahasiswa ini, dibuka Pangdivif 2 Kostrad Mayjend Tri Yuniarto yang diwakili Aster Divif 2 Kostrad Kolonel Erwin, Kamis 21 November 2019. Kejuaraan ini memperebutkan piala bergilir juara umum dari Pangdivif 2 Kostrad dan piala juara umum Rektor Universitas Brawijaya.

Ratusan pesilat putra putri dari kota dan kabupaten di Indonesia ini, menyajikan pertarungan trengginas. Kejuaraan versi Merpati Putih (MP) ini memiliki karakter berbeda dengan pencak silat lain.

Kategori yang dipertandingkan bukan sebatas sabung dan jurus wajib. Menariknya juga mempertandingkan kategori getaran tutup mata dan stamina tenaga pematahan benda keras.

Kategori getaran dan pematahan benda keras ini, sebagai bukti jika kemampuan pesilat Merpati Putih bukan abal abal atau rekayasa. Namun, merupakan kemampuan nyata.

Pertandingan getaran tutup mata ini, pesilat akan ditutup rapat matanya dengan plester, dan menggunakan kacamata renang yang ditutup lakban hitam. Setiap pesilat diberi waktu 8 menit untuk melewati 80 tonggak halang rintang. Setiap menyentuh mendapat nilai minus satu. Jika menemukan benda dan bisa menyebut nama atau warna bendanya tanpa menyentuh, mendapat nilai 5.

Lebih seru lagi, kategori pematahan benda keras. Setiap pesilat harus mematahkan benda keras rangkap, seperti beton cor, kikir baja, stang pompa besi dan es balok.

Lebih heboh lagi, setiap atlet kategori perkelahian, wajib mematahkan beton cor. Ini sebagai syarat ujicoba stamina tenaga.

Pembukaan kejurnas ini juga dimeriahkan penampilan topeng malangan dan atraksi bela diri silat militer (BDSM) pasukan tempur Alap alap Arhanudri 2 Kostrad.

Nampak hadir Ketua MP Kota Malang Yanuar Yong, Ketua MP Jatim Hariyanto BS, Ketua MP Pusat Laksda purn DR Jayeng Tirto, Pewaris MP Amos dan Hemi, Dewan Guru Mas Purwono dan Mas Dalijan. Kejurnas ini juga mendapat dukungan dari Kombes Aji Polda Jatim dan Sekda Prov Jatim Heru Cahyono selaku pembina MP Jatim.

“Pencak silat adalah benteng NKRI. Maka sepatutnya, semua pihak ikut melestarikan,” ujar Kolonel Erwin. (yan)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler