Connect with us

Pemerintahan

Walikota Malang Berkunjung ke Kemenkominfo, Menteri Rudiantara: Brexit adalah Real Smart City

Diterbitkan

||

Walikota Malang Berkunjung ke Kemenkominfo, Menteri Rudiantara: Brexit adalah Real Smart City

Memontum Jakarta – Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menyampaikan kepada Walikota Malang Sutiaji, bahwa smart city tidak melulu bicara tentang digitalisasi.

“Pak Wali, apa yang diinovasikan kota Malang melalui Brexit itu sudah wujud smart. Jadi tidak harus sesuatu yang rumit atau serba IT. Namun inovasi yang mampu memudahkan masyarakat dalam mengakses meskipun tidak berbasis IT, maka itu wujud smart,” ujar Menkominfo kepada Walikota Malang.

Demikian dinyatakan Rudiantara saat menerima Walikota Malang di ruang kerjanya (4/10/2019). Kunjungan Walikota Malang yang didampingi Sekkota Wasto dan Kadiskominfo Tri Widyani Pangestuti, dalam rangka konsultasi pengembangan smart city kota Malang.

“Kunjungi ini bagian dari komitmen, sekaligus mengkonfirmasi dan mengusulkan agar kota Malang menjadi bagian dari gerakan menuju 100 smart city yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jadi saat kita infokan bahwa kota Malang belum masuk list, Pak Menteri sempat heran, jadi memerintahkan jajarannya untuk cek kembali data yang ada, ” tutur Sutiaji, Walikota Malang usai pertemuannya dengan Menkominfo.

Ditambahkan oleh Sutiaji, bahwa secara internal akan cek mengapa kota Malang belum masuk dalam program 100 smart city. Seperti dijelaskan, gerakan menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan.

Gerakan tersebut bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.

Persoalan fiskal kerap luput dari perhatian daerah untuk mengembangkan smart city dalam rangka implementasi gerakan Menuju 100 Smart City yang digagas pemerintah pusat.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 514 kabupaten/kota. Dengan jumlah sebanyak itu, maka pengembangan smart city di daerah tidak bisa dikerjakan asal-asalan. Perlu perhitungan matang, salah satunya dalam hal anggaran.

“Kita harus lakukan penahapan yang mana kira-kira layak. Salah satu yang selama ini barang kali kurang diperhatikan adalah ruang fiskal. Ruang fiskal itu kalau kita lihat dari pemda (pemerintah daerah) tersebut berapa besar APBD-nya berapa besar PAD-nya (pendapatan asli daerah),” katanya.

Sisi fiskal tersebut harus dipertimbangkan matang-matang apakah dia sustainable dalam meng-cover kebutuhan anggaran dalam membangun smart city. Dia mengingatkan, agar pembangunan smart city tidak dilakukan atas kepentingan tertentu sementara ruang fiskalnya tidak diperhatikan.

“Cek dulu ruang fiskalnya. Itu salah satu faktor,” ujarnya. Karenanya saya sampaikan kepada Pak Walikota Malang dan tim, bahwa smart city bukan semata belanja digitalisasi, terlebih kalau itu penawaran dari vendor vendor. Untuk diteliti dulu secermat mungkin, “pesan Menkominfo. (hms/gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bosda Kota Malang Cair, Kadikbud Gelar Pengarahan ke Pihak Sekolah

Diterbitkan

||

Pengarahan dan perincian dana yang di sampaikan oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan

Memontum Kota Malang – Bantuan Dana Operasional Sekolah (Bosda) Kota Malang, yang bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan telah disalurkan. Pencairan dana Bosda, diperuntukkan ke sekolah-sekolah mulai SD dan SMP negeri maupun swasta. Pada hari Senin (6/7/2020) bertempat di Aula Pertamina SMKN 2 Kota Malang, dilakukan pengarahan mekanisme pertanggung jawaban sekolah dan yayasan terkait dana Bosda yang disalurkan.

Dana APBD tahun 2020 diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang sebesar Rp 205.869.644.000. “Sebenarnya Anggaran APBD tahun 2020 bisa lebih. Namun, karena sekarang sedang terjadi pandemi Covid 19, dana dikurangi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dr Zubaidah MM.

Para wakil dari lembaga dan yayasan terkait yang sedang mengikuti acara

Para wakil dari lembaga dan yayasan terkait yang sedang mengikuti acara

Untuk dana yang diberikan kepada sekolah negeri sebesar Rp 76.562.476.000 sekitar 37 % nya. Itu mencakup mulai dari Sekolah Dasar (SD) negeri sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Bosda dan juga Bosnas. Sedangkan yang diberikan kepada sekolah swasta sebesar Rp 95.972.166.000 sekitar 47 % nya, mencakup mulai dari BOP Paud, SD dan SMP (Bosda dan Bosnas), BOP Kesetaraan dan juga insentif Guru/PTT swasta.

Dari Rekap Dana Hibah diberikan total sebesar Rp 35.681.880.000. Itu diberikan mulai dari yayasan umum yang berjumlah 69 yayasan dari SD, SMP, MI, MTs sekitar 17 miliar. Lalu untuk yayasan dari NU sekitar 9 miliar, dari yayasan Muhammadiyah sekitar 2 miliar, lalu dari yayasan Katolik 5 miliar dan terakhir yayasan Kristen sekitar 1 miliar. Dari total keseluruhan ada 87 yayasan dan 217 lembaga.

Wali Kota Malang yang sedang memberikan sambutan dan pengarahan

Wali Kota Malang yang sedang memberikan sambutan dan pengarahan

“Perlu diingat juga bahwa setiap sekolah, yayasan dan lembaga harus melaporkan tepat waktu, tepat sasaran, transparan dan kesepahaman untuk semua yayasan dan sekolah-sekolah negeri. Saya juga berterimakasih kepada lembaga pendidikan di masyarakat. Kalau bisa kita harus tingkatkan terus. Karena pendidikan sangatlah penting. Pendidikan yang berkualitas akan menjadikan kualitas negara kita menjadi lebih baik,” tutup Walikota Malang Sutiaji. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kapolresta Malang Kota Umumkan Pemenang Kampung Tangguh Semeru, Ini Juaranya

Diterbitkan

||

Pembukaan dalam rangka penyerahan hadiah kepada kampung tangguh Semeru
Pembukaan dalam rangka penyerahan hadiah kepada kampung tangguh Semeru

Memontum Kota Malang – Polresta Malang mengumumkan pemenang Kampung Tangguh Semeru sekaligus menyerahkan hadiah, Senin (6/7/2020) pagi di Mapolresta Malang Kota. Kampung Tangguh Semeru keberadaannya di tengah pandemi Covid 19 ini, tidak hanya untuk menekan penyebaran virus corona. Namun, juga membentuk ketangguhan bagi masyarakat Kota Malang.

Kampung tangguh sendiri akan semakin tangguh dari segi keamanan dan ketertiban masyarakat. Keberadaan ini dilakukan agar masyarakat bisa bergotong royong dan saling peduli satu sama lain. Penilaian Kampung Tangguh Semeru dari aspek kesehatan, kemanan, informasi, logistik, psikologis, sumber daya manusia dan juga kebudayaan.

Penyerahan hadiah dan juga penegasan kepada kampung tangguh agar semakin solid dan tangguh

Penyerahan hadiah dan juga penegasan kepada kampung tangguh agar semakin solid dan tangguh

Reward yang diberikan selain piagam penghargaan juga mendapatkan APD dan alat kesehatan dari anggaran kotijensi Polri tahun 2020. Antara lain handsatizer, disinfektan, alat semprot punggung, baju hazmat, faceshield, thermogun, masker, satung tangan, sepatu bot, kacamata google dan kantong jenazah.

Pemenang kampung tangguh semeru di tingkat Kota Malang, antara lain juara 1 kampung tangguh Semeru Glintung Kelurahan Purwantoro, kecamatan Blimbing. Juara 2 kampung Vila Bukit Tidar RW 11, juara 3 kampung RW 7 kelurahan Tlogomas, harapan 1 kampung RW 5 kelurahan Tlogomas, harapan 2 kampung RW 7 kelurahan Bunulrejo dan harapan 3 kampung RW 8 kelurahan Lesanpuro.

“Dari juara Kota Malang datanya akan kami kirim dan akan kami ikutkan di tingkat provinsi pada hari peringatan Kemerdekaan RI ke 75 tahun 2020,” ujar Kapolresta Kota Malang Kombes Leonardus Simarmata.

Kampung tangguh ini akan semakin di perkuat dan dikontrol secara penuh. Karena Kota Malang sekarang memasuki Zona Merah, perkuatan dan efektifitas kampung tangguh akan dilakukan. Sehingga langkah-langkah ini akan bisa menghentikan penyebaran Covid 19.

“Kota Malang sekarang sudah masuk Zona Merah, kita akan melakukan langkah-langkah khusus. Apalagi dari kampung tangguh karena klaster-klaster keluarga itu sangat berbahaya dalam penyebarannya,” ujarnya.

Perkuatan tracing juga sangat penting. Dari rencana awal mulai tracing 1 : 30 itu akan terus dilakukan dalam menangani penyebaran Covid 19 ini.

“Kami bersama Kapolresta dan Dandim akan terus melakukan pemantauan. Kami sudah ada tempat isolasi khusus sehinggah perawatan dan pemantauan bisa berjalan maksimal. Apalagi sekarang dari OTG (Orang Tanpa Gejala) mulai bermunculan. Juga dari klaster-klaster keluarga, itu akan kami tarik untuk melakukan penanganan khusus. Lebih lanjut bersama beberapa rumah sakit daerah yang telah di tunjuk, kami akan terus menekan percepatan penyebaran Covid 19,” tutup Wali Kota Malang Sutiaji. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Imbang antara Pemahaman dan Amaliyah

Diterbitkan

||

Walikota Sutiaji Imbang antara Pemahaman dan Amaliyah

Memontum Kota Malang – Walikota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan pentingnya keberimbangan hidup dalam acara pelantikan dan Deklarasi Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama (ADN).

“Kita ingat bahwa Nahdlatul Ulama didirikan adalah ingin bagaimana berberlakuan pemahaman dan amaliyah baik vertikal maupun horisontal adalah imbang. Merah dan putih garisnya, kapan kita merah, kapan kita putih,” ujarnya Minggu (5/7/2020).

Drs H Nur Salam M.Pd resmi dikukuhkan ketua umum ADN Divisi III Jawa Timur masa khidmat 2020-2025 di ruang sidang Balaikota Malang dan dengan video conference dari berbagai tempat. Hadir pada kegiatan ini Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (Han) Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf. Tommy Anderson, Pengurus PCNU dan ADN Divisi III Jawa Timur yang dilantik.

ADN ini merupakan suatu aliansi yang mengusung semangat kebangkitan dari para dosen guna memerangi radikalisme di lingkungan perkuliahan, hal ini penting karena mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai agen-agen perubahan nantinya tidak terpengaruh maupun terpapar paham radikalisme

“Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama mudah-mudahan menjadi rajutan kekuatan-kekuatan yang luar biasa dan bagaimanan bisa menyambung semua potensi ini menjadi satu kekuatan yang luar biasa mempertahankan NKRI,” ujar Walikota Malang.

“Ini yang harus bersama-sama saling kita kuatkan. Bahwa sesungguhnya PR kita luar biasa susahnya. Bagaimana menjaga NKRI, bagaimana merah putih yang sudah berkibar sekian lama mampu bertahan bukan hanya simbol,” ujar Pak Aji.

Selanjutnya Pangdivif 2 Kostrad sambutannya menyampaikan dukungannya, “Divisi Infanteri 2 Kostrad senantiasa akan memberikan dukungan guna tercapainya tujuan Aliansi Dosen Nahada, untuk bersama-sama mengawal dan menjaga generasi muda penerus bangsa yang memiliki kesetiaan terhadap Ideologi Pancasila dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Tri Yuniarto. (*/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler